Selasa, 20 November 2018

Sebatas angan angan by Rahmiati Sasamita


Sebatas angan angan
by Rahmiati Sasamita


      
                Hari itu tepatnya tanggal 14 desember 2018 entah mengapa aku gugup mendapat balasan chat darinya. Entah habis tersambar petir dimana, ia mengirimkan pesan tak seperti biasanya
 pesan itu mengungkapkan semua isi hatinya padaku. Aku yang tadinya sudah mempersiapakan senjata candaan, sebelum melihat balasan pesan darinya kini berubah menjadi gugup seperti patung candi prambanan yang kokoh berdiri tegak tanpa kedipan mata.:*
                  Pesan itu, berisi ungakapan hatinya ternyata ia diam diam menyimpan perasaan padaku. Ntah mengapa aku tak berpikir panjang memberanikan diri membuka hati lagi untuk pria. setelah sebelumnya ketika teman temanku membahas tentang cinta perutku seketika terasa mules dan Anti dengan kata itu.hari itu mungkin aku sedang mimpi di siang bolong  aku  tiba tiba saja mengiyakan pesan cinta darinya artinya aku membalas perasaannya padaku ,,,,,cieeeeeee
Padahal sebelumnya, kami hanya berkenalan lewat sosial media Bbm dan facebook.boro boro mau berbincang  langsung  aku bahkan  belum pernah bertemu langsung dan bertatap muka dengannya.
                  Padahal statusku dengannya yang kata anak remaja sekarang istilah "pacaran".  yah ini adalah cinta online  begitulah aku  menyebutnya, Ketika orang lain  saling jatuh cinta pada padangan pertama dan menaruh rasa pada pertemuan awal kedua bola mata mereka  maka dalam kisahku aku akan menyebutnya sebagai  cinta yang datanya berasal dari profil Bbm... Wkwkw aneh kan?
            Kini  sudah hampir satu bulan aku menjalani hubungan dengannya  bercanda ,mengejek satu sama lain itulah kebiasan dan bahkan menjadi tradisi ketika chatingan dengannya karna dia termasuk laki laki yang humoris sehingga membuat siapa saja nyaman  ketika Mengenalnya. Satu bulan mungkin waktu yang cukup lama untukku memendam rasa penasaranku padanya menjalani hubungan tanpa wujud,saat itu aku memberanikan diri mengajaknya  bertemu secara langsung
Aku: piuu piuuuu  mas broo, sebentar sore ada job gk ya?
Dia : sepertinya ada si, mau meeting  dengan Lucita luna 
Aku : waduh Horor banget yak
Dia:  hahha iya lah emang kenapa pak? Tumben nanya- nanya
Aku: Lalu Secara blak blakan aku menggodanya memintanya untuk bertemu denganku.      

         Tentu saja  ia tidak  bisa menolak permintaanku dan kami sepakat bertemu di taman dekat rumahku  jam 4 sore.  Yah   Ini adalah hari  yang ku nanti nanti hari pertama aku bertatap muka dan melihatnya secara langsung gugup? Pasti iya itulah yang kurasakan saat itu dan  ketika di perjalanan jantungku seperti sedang berlomba lari dengan si ganteng Muh zohri dan tentu saja pemenangnya tetap saja muhammad zohri,,wkwk 
Kulihat dari kejauhan seorang pria dengan kaos hitam polos dan celana pendek sepanjang lutut lengkap dengan swallow hijau di kakinya tengah duduk santai memegang handphone di tangannya.
Aku terdiam sejenak, hal yang pertama terlintas dipikarannku apakah memang benar dia orangnya? Aku tidak salah orang kan? dimana kacamata ribenku? Pada saat itu aku masi saja bercanda dengan diriku sambil senyum senyum sok manis di depannya.
Bagaimana tidak, ini pertemuan pertama kita.  Dia   pria yang  menurutku sangat biasa saja jauh dari kriteria pria idaman wanita.  bagiku dia  tak memiliki daya tarik sedikitpun tapi  entah mengapa aku mau dengannya, Setelah hampir 2 jam kami berbincang kami hanya membicarakan Kaos yang kami kenakakan sangat tidak penting untuk pasangan yang baru bertemu langsung. Tapi itulah kenyataan yang  terjadi pada pertemuan pertamaku.
Hari terus berlalu, dan kini aku Merasa nyaman dengannya bahkan  ia  menjadi orang yang sangat ku banggakan dan  menaruh harapan penuh Padanya

           Waktu dengan cepatnya berlalu tak terasa hari ini genap satu tahun kami menjalani hubungan,ia mengirimkan ku pesan singkat ia tiba tiba  ingin bertemu denganku. Tentu saja aku memenuhi permintaannya dan berjanji akan datang di tempat  biasa.  Entah mengapa  perasaanku sangat  aneh tak seperti biasanya yang riang gembira apabila akan berjumpa dengannya, pikiranku seolah bertanya tanya apa yang akan terjadi? Apa bumi akan runtuh ? Dan gunung gunung akan bertebrangan? Pikiranku tak karuan ini jelas bukan diriku yang sesungguhnya..
 sekitar 12 menit aku menunggu  ia pun datang menghampiriku perlahan lahan dan duduk di sebelah ku . ada yang aneh dengannya ia tak seperti biasanya,cara berbicara dan tingkah lakunyapun  sangat berbeda dari sebelumnya aku seperti bertemu orang berbeda dan perlahan aku mulai mencairkan kembali susasana aku mulai melakukan beberapa lelucuon tetapi ia menanggapinya dengan sangat dingin,ini sangat berbeda dengan dirinya yang biasanya riang dan ramah senyum saat bertemu denganku. Tapi aku tak kehabisan akal dan kembali menggodanya dengan candaanku ia tersenyum kecil dan seketika  tangannya perlahan lahan  menggenggam tanganku, aku semakin gugup . ada apa ini?apa yang akan terjadi? Jantungku kembali breaksi  seolah olah akan Berlari keluar dalam tubuhku
   Ia mulai berbicara setelah sebelumnya hanya terdiam menanggapi tingkahku,  perlahan  lahan, kata demi kata keluar dari mulutnya seperti orang yang sedang menahan beban 10 ton saat mengeluarkan kata kata itu, Tangannya  gemetar dan tubuhnya dibasahi keringat tetapi ia tetap saja memberanikan diri. Ia mulai membungkuk di depanku seolah olah ingin memperlihatkan kejantanannya padaku
"Rani  Aku mencintaimu, aku ingin srius denganmu,aku ingin menjadikanmu ratu dalam hidupku, mauka kamu Menjadi istriku?
Mendengar kata itu jantungku seolah olah akan berhenti tubuhku terasa kaku seperti Mumi dalam peti piramida  mesir.
Aku tak tahu harus bereaksi bagaimana
Harus ka aku guling guling kegirangan? Atau aku  harus pura pura pingsan? Itulah terlintas dalam pikiranku
Tetapi tetap saja aku harus pura pura anggun di depannya karena ini adalah situasi yang srius. dan dengan tenangnya aku berkata" Jika kau srius denganku mintalah aku dengan orang tuaku" bawa keluargamu menemui keluargaku dan berbicara secara langsung" tetapi aku ingin kamu yang lebih dulu berbicara dengan orang tuaku. Ia pun menerima syarat dariku

         Dua hari setelah kejadian itu ia pun datang kerumahku berbicara empat mata dengan kedua orang tuaku . ku buka perlahan lahan pintu kamarku ingin mendengar apa yang tengah mereka bicarakan. dengan rasa sejuta penasaran aku mulai menguping pembicaraan mereka tetapi  hanya  suara nyamuk yang kudengar menari nari dengan pdenya di atas telingaku.
Aku tak tahan lagi dan memberanikan diri keluar dari kamarku dengan muka yang penuh Senyum kepedean aku berjalan perlahan lahan di depan mereka ku lihat dan ku  baca raut wajah mereka satu persatu mengapa suasananya sangat tidak enak dipandang? apa mereka sedang akting sinetron di depanku?  sekilas
Ku lihat wajahnya  ia tampak  kecewa dan diam seribu bahasa setelah melihatku, seketika aku tahu jawabannya  dan hanya bisa pasrah karna itulah keputusan orang tua ku.
            Setelah hari itu  aku sempat ingin mengakhiri hubungan dengannya tetapi ia tetap saja   mempertahankanku, ia tetap  menunjukkan keseriusannya padaku.meski kami tahu resiko yang akan kami  tanggung sangat berat karna bertentangan dengan Orang tuaku.
Entah bagaimana kelak akhirnya akankah cinta itu terwujud atau hanya sebatas angan angan,, tetapi aku berharap tidak mempertahankan orang yang salah 
       Sekian dan terima kasih 😇

          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengelola Informasi dalam Ceramah

 BAB III 1. Mengelola Informasi dalam Ceramah          Pernahkan kamu mendengar ceramah?          Apakah kamu suka ketika mendengar ceramah?...