Sebatas angan angan
by Rahmiati Sasamita
Hari itu tepatnya tanggal 14
desember 2018 entah mengapa aku gugup mendapat balasan chat darinya. Entah
habis tersambar petir dimana, ia mengirimkan pesan tak seperti biasanya
pesan itu mengungkapkan semua isi hatinya
padaku. Aku yang tadinya sudah mempersiapakan senjata candaan, sebelum melihat
balasan pesan darinya kini berubah menjadi gugup seperti patung candi prambanan
yang kokoh berdiri tegak tanpa kedipan mata.:*
Pesan itu, berisi ungakapan hatinya
ternyata ia diam diam menyimpan perasaan padaku. Ntah mengapa aku tak berpikir
panjang memberanikan diri membuka hati lagi untuk pria. setelah sebelumnya
ketika teman temanku membahas tentang cinta perutku seketika terasa mules dan
Anti dengan kata itu.hari itu mungkin aku sedang mimpi di siang bolong aku
tiba tiba saja mengiyakan pesan cinta darinya artinya aku membalas
perasaannya padaku ,,,,,cieeeeeee
Padahal
sebelumnya, kami hanya berkenalan lewat sosial media Bbm dan facebook.boro boro
mau berbincang langsung aku bahkan
belum pernah bertemu langsung dan bertatap muka dengannya.
Padahal statusku dengannya
yang kata anak remaja sekarang istilah "pacaran". yah ini adalah cinta online begitulah aku
menyebutnya, Ketika orang lain
saling jatuh cinta pada padangan pertama dan menaruh rasa pada pertemuan
awal kedua bola mata mereka maka dalam
kisahku aku akan menyebutnya sebagai
cinta yang datanya berasal dari profil Bbm... Wkwkw aneh kan?
Kini sudah hampir satu bulan aku menjalani
hubungan dengannya bercanda ,mengejek
satu sama lain itulah kebiasan dan bahkan menjadi tradisi ketika chatingan
dengannya karna dia termasuk laki laki yang humoris sehingga membuat siapa saja
nyaman ketika Mengenalnya. Satu bulan
mungkin waktu yang cukup lama untukku memendam rasa penasaranku padanya
menjalani hubungan tanpa wujud,saat itu aku memberanikan diri mengajaknya bertemu secara langsung
Aku:
piuu piuuuu mas broo, sebentar sore ada
job gk ya?
Dia
: sepertinya ada si, mau meeting dengan
Lucita luna
Aku
: waduh Horor banget yak
Dia: hahha iya lah emang kenapa pak? Tumben nanya-
nanya
Aku:
Lalu Secara blak blakan aku menggodanya memintanya untuk bertemu denganku.
Tentu saja ia tidak
bisa menolak permintaanku dan kami sepakat bertemu di taman dekat
rumahku jam 4 sore. Yah
Ini adalah hari yang ku nanti
nanti hari pertama aku bertatap muka dan melihatnya secara langsung gugup?
Pasti iya itulah yang kurasakan saat itu dan
ketika di perjalanan jantungku seperti sedang berlomba lari dengan si
ganteng Muh zohri dan tentu saja pemenangnya tetap saja muhammad
zohri,,wkwk
Kulihat
dari kejauhan seorang pria dengan kaos hitam polos dan celana pendek sepanjang
lutut lengkap dengan swallow hijau di kakinya tengah duduk santai memegang
handphone di tangannya.
Aku
terdiam sejenak, hal yang pertama terlintas dipikarannku apakah memang benar
dia orangnya? Aku tidak salah orang kan? dimana kacamata ribenku? Pada saat itu
aku masi saja bercanda dengan diriku sambil senyum senyum sok manis di
depannya.
Bagaimana
tidak, ini pertemuan pertama kita.
Dia pria yang menurutku sangat biasa saja jauh dari
kriteria pria idaman wanita. bagiku
dia tak memiliki daya tarik sedikitpun
tapi entah mengapa aku mau dengannya,
Setelah hampir 2 jam kami berbincang kami hanya membicarakan Kaos yang kami
kenakakan sangat tidak penting untuk pasangan yang baru bertemu langsung. Tapi
itulah kenyataan yang terjadi pada
pertemuan pertamaku.
Hari
terus berlalu, dan kini aku Merasa nyaman dengannya bahkan ia
menjadi orang yang sangat ku banggakan dan menaruh harapan penuh Padanya
Waktu dengan cepatnya berlalu tak
terasa hari ini genap satu tahun kami menjalani hubungan,ia mengirimkan ku
pesan singkat ia tiba tiba ingin bertemu
denganku. Tentu saja aku memenuhi permintaannya dan berjanji akan datang di
tempat biasa. Entah mengapa
perasaanku sangat aneh tak
seperti biasanya yang riang gembira apabila akan berjumpa dengannya, pikiranku
seolah bertanya tanya apa yang akan terjadi? Apa bumi akan runtuh ? Dan gunung
gunung akan bertebrangan? Pikiranku tak karuan ini jelas bukan diriku yang
sesungguhnya..
sekitar 12 menit aku menunggu ia pun datang menghampiriku perlahan lahan
dan duduk di sebelah ku . ada yang aneh dengannya ia tak seperti biasanya,cara
berbicara dan tingkah lakunyapun sangat
berbeda dari sebelumnya aku seperti bertemu orang berbeda dan perlahan aku
mulai mencairkan kembali susasana aku mulai melakukan beberapa lelucuon tetapi
ia menanggapinya dengan sangat dingin,ini sangat berbeda dengan dirinya yang
biasanya riang dan ramah senyum saat bertemu denganku. Tapi aku tak kehabisan
akal dan kembali menggodanya dengan candaanku ia tersenyum kecil dan seketika tangannya perlahan lahan menggenggam tanganku, aku semakin gugup . ada
apa ini?apa yang akan terjadi? Jantungku kembali breaksi seolah olah akan Berlari keluar dalam tubuhku
Ia mulai berbicara setelah sebelumnya hanya
terdiam menanggapi tingkahku,
perlahan lahan, kata demi kata
keluar dari mulutnya seperti orang yang sedang menahan beban 10 ton saat
mengeluarkan kata kata itu, Tangannya
gemetar dan tubuhnya dibasahi keringat tetapi ia tetap saja memberanikan
diri. Ia mulai membungkuk di depanku seolah olah ingin memperlihatkan
kejantanannya padaku
"Rani Aku mencintaimu, aku ingin srius denganmu,aku
ingin menjadikanmu ratu dalam hidupku, mauka kamu Menjadi istriku?
Mendengar
kata itu jantungku seolah olah akan berhenti tubuhku terasa kaku seperti Mumi
dalam peti piramida mesir.
Aku
tak tahu harus bereaksi bagaimana
Harus
ka aku guling guling kegirangan? Atau aku
harus pura pura pingsan? Itulah terlintas dalam pikiranku
Tetapi
tetap saja aku harus pura pura anggun di depannya karena ini adalah situasi
yang srius. dan dengan tenangnya aku berkata" Jika kau srius denganku
mintalah aku dengan orang tuaku" bawa keluargamu menemui keluargaku dan
berbicara secara langsung" tetapi aku ingin kamu yang lebih dulu berbicara
dengan orang tuaku. Ia pun menerima syarat dariku
Dua hari setelah kejadian itu ia pun
datang kerumahku berbicara empat mata dengan kedua orang tuaku . ku buka
perlahan lahan pintu kamarku ingin mendengar apa yang tengah mereka bicarakan.
dengan rasa sejuta penasaran aku mulai menguping pembicaraan mereka tetapi hanya
suara nyamuk yang kudengar menari nari dengan pdenya di atas telingaku.
Aku
tak tahan lagi dan memberanikan diri keluar dari kamarku dengan muka yang penuh
Senyum kepedean aku berjalan perlahan lahan di depan mereka ku lihat dan ku baca raut wajah mereka satu persatu mengapa
suasananya sangat tidak enak dipandang? apa mereka sedang akting sinetron di
depanku? sekilas
Ku
lihat wajahnya ia tampak kecewa dan diam seribu bahasa setelah
melihatku, seketika aku tahu jawabannya
dan hanya bisa pasrah karna itulah keputusan orang tua ku.
Setelah hari itu aku sempat ingin mengakhiri hubungan
dengannya tetapi ia tetap saja
mempertahankanku, ia tetap
menunjukkan keseriusannya padaku.meski kami tahu resiko yang akan
kami tanggung sangat berat karna
bertentangan dengan Orang tuaku.
Entah
bagaimana kelak akhirnya akankah cinta itu terwujud atau hanya sebatas angan
angan,, tetapi aku berharap tidak mempertahankan orang yang salah
Sekian dan terima kasih 😇

Tidak ada komentar:
Posting Komentar