Menanti Hujan bersama
Angin
By Komang Kharisma Utari
Dalam diam aku
termenung, menatap langit begitu cerah. Aku bersama angin yang selalu menemani
ku. Aku merindukan hujan, sebagai pelengkap hidupku.
Di suatu ketika, aku merasa sangat bosan berada di rumah,
aku bingung akan berbuat apa, aku pun tertidur dan bangun kembali lalu makan.
Itu saja yang selalu aku lakukan setiap harinya. Aku tak tau, hidupku terasa
hampa tanpa adanya cinta.
Suatu pagi, aku
ingin menghirup udara luar, ku hubungi semua teman-temanku namun semua sibuk
dengan urusan masing-masing. "uhhh sepi sekali hidup ini" ungkapku.
Aku bergagas pergi sendiri, aku berjalan di taman melihat orang-orang yang
senantiasa bahagia bersama keluaraga, pasangan, dan teman-temannya. Bagaimana
dengan aku? Yaa, aku sendiri bersama
angin yang selalu menemani.
Aku bahagia
walaupun aku sendiri, dengan melihat kebahagiaan orang lain, aku juga bisa
merasakan kebahagiannya. Tanpa sengaja ada seorang lelaki yang menghampiri ku,
ia Langsung duduk disampingku dan memberikan ku sebuah hand phone, aku
terkejut, aku fikir ia orang jahat, ternyata dia lelaki tampan yang tersenyum
manis melihatku. "mungkin ini milik mu, aku menemukannya di parkiran
" ungkapnya. Aku terdiam, aku baru tersadar ternyata sedari tadi aku tidak
memegang hand phone, aku berkata " iya ini hand phone milikku, terimakasih
banyak", "lain kali lebih hati-hati lagi, untung saja aku yang
menemukannya, jika orang lain mungkin hand phone mu tidak kembali"
ungkapnya lagi. " mungkin tadi jatuh saat aku menyimpan kunci mobilku"
ungkapku. "kenalkan namaku Dimas" Ungkapnya. " Aku Karin"
ungkapku.
Saat itu, aku
bersamanya seharian. Kami mulai bercerita tentang diri masing-masing hingga
akhirnya kami bercanda bersama, tertawa, berlari, berfoto dan makan bersamanya.
Aku merasa Dimas adalah orang baik, Dimas bisa membuat aku yang tadinya kurang
bersemangat menjadi sangat bahagia bersamanya. Hingga akhirnya kita terpisah di
taman itu.
Saat malam, aku
selalu memikirkan nya, aku selalu terbayang bisa betemu dia lagi. Betapa
bahagianya aku pagi tadi, cinta yang aku harapkan seperti datang lagi dalam
hidupku. " tiii tutttt" pesan whatsapp masuk, aku melihatnya
"selamat malam Karin manis, selamat bertemu dalam mimpi. Dimas" aku
kaget melihat nya, aku tidak tau mengapa dia bisa mengirim pesan whatsapp
kepadaku, aku bahagia sekali, aku tersenyum sendiri dikamar. "selamat
malam juga Dimas".
Keesokan harinya
aku bergegas ke kampus,setibanya di kampus, tiba-tiba Dimas menghampiriku, aku
tidak tahu bahwa dia sekolah di universitas yang sama dengan aku. "Hai
Karin, apa kabar pagi ini? " ungkap Dimas. " Loh, Dimas? Kamu sekolah di kampus ini juga? Mengapa aku
baru melihat mu? " ungkapku. "Iya, aku sekolah dikampus ini juga, aku
sudah tau kamu dari dulu, tapi kamu mungkin tidak memperhatikanku" ungkap
Dimas. Kami berdua selalu bersama di kampus, berjalan bersama, bermain, makan,
kerja tugas bahkan pulang pun aku bersamanya. kebetulan kata dia rumahku tidak
jauh dari rumahnya, selama berada di motor aku bahagia sekali. Cinta yang aku
harapkan kembali datang semoga saja dialah orang yang aku tunggu selama ini.
Setiap pergi
kekampus, aku selalu bersama Dimas,dia selalu menjemputku setiap kami akan
berangkat ke kampus. Aku membantu dia mengejarkan skripsinya begitu pula dengan
dimas, dia selalu membatu menyelesaikan tugasku, iyalahh dia kan senior keren.
Hehe.. Baik sekali senior manis ini.
Setiba dirumah, aku langsung masuk ke kamar sambil senyum-senyum sendiri. Dua
hari telah berlalu aku lewati bersama Dimas. Aku sangat bahagia.
Semakin hari, aku
semakin merasakan bahwa aku jatuh cinta dengan Dimas. Aku juga melihat bahwa
dia memiliki perasaan yang sama denganku. Hingga akhirnya Dimas mengajakku
untuk makan malam bersama di sebuah Restoran mewah, aku bingung harus menggunakan
baju apa malam ini, aku ingin terlihat cantik malam nanti. Hingga akhirnya
Dimas datang menjemput ku. “tinnn tinnn” suara
kelakson mobil Dimas sudah terdengar, Ibu membukakan pintu untuk Dimas, Ibu ku
tidak tahu siapa Dimas, sebab aku belum pernah menceritakannya. Aku pun keluar
menemui Dimas dan mengenalkannya dengan Ibu ku.
Saat tiba di
restoran, ternyata dimas telah membooking tempat ini khusus untuk makan malam
kami. Romantis sekali, dengan hamparan lilin dan bungan disertai suara biola
yang menyejukan hati. Aku tidak percaya, Dimas melakukan semua ini untuk ku. Kami
dilayani layaknya seorang Raja dan Ratu. “Karin, kamu cantik sekali malam ini”
ungkap Dimas. Aku hanya tersenyum mendengar nya memujiku, sambil menatap
wajahnya aku merasakan getaran cinta dimatanya. “Karin aku mencintaimu sejak dulu namun
maafkan aku, aku baru berani mengatakannya sekarang. Maukah kamu menjadi
kekasih ku? “ ungkap Dimas. Aku sangat gugup, aku tak tahu apa yang aku
rasakan ini, senang, terharu, bercampur menjadi satu. “ Iya aku mau
menjadi kekasihmu Dimas” aku menjawab dengan sangat bahagia. Kami
pun mengahabisakan waktu berdua bersama makanan. Bahagia dan kenyang yang aku
rasakan.
Keesokan harinya, aku
ke kampus bersama Dimas. Kami kembali menghabiskan waktu berdua.
Dimas mengajak ku mall untuk membelikan baju Ibu nya, Ibu
nya besok akan ulang tahun, kata Dimas Wanita dengan wanita pasti seleranya
sama. Aku mengiyakan saja semua keinginannya. Kami pun memilihkan baju untuk Ibu
nya. Hingga akhirnya kami mendapatkan dua
baju yang pas untuk ibunya. Tak lupa juga Dimas memilihkanku sebuah gaun yang
sanagt indah “Pakai ini saat pesta ulang tahun ibuku” ungkapnya. “Baiklah, aku akan memakainya sayang”.
Dimas adalah
sosok seorang anak yang sayang dan sangat patut kepada Ibunya. Dimas ternyata
tinggal di Jakarta dan Ayahnya tinggal di Newyork. Dimas lebih memilih ikut
bersama Ibunya ketimbang bersama ayahnya, karena rumahnya yang di jakarta tidak
ad yang mengurus, ibunya memutuskan tinggal di jakarta bersama Dimas. Aku dan
ibu Dimas semakin dekat, Dimas sering mengajak ku kerumahnya. Dimas dan aku
saling mencintai dan berjanji akan selalu bersama.
Setiap orang pasti
mempunyai masa lalu, begitupun dengan Dimas, dia dahulu mempunyai kekasih di
Newyork namun mereka berpisah karena Dimas memutuskan untuk ke Jakarta.Wanita
itu tidak sanggup menjalani hubungan jarak jauh dengan Dimas dan memutuskan
untuk mencari lelaki lain. Wanita itu bernama Angel, sesuai dengan namanya ia
memang wanita cantik yang pernah menjadi satu-satunya wanita yang selalu ada
untuk Dimas, namun sekarang aku yang menjadi wanita yang akan selalu
mendampingi Dimas. Aku berharap Angel tidak ada lagi dalam hati Dimas dan Dimas
tidak menghianatiku.
Dimas memutuskan untuk melanjutkan study S2 di
Newyork karena perintah Ayahnya. Dimas mengatakan padaku dengan begitu sedih
dan aku serasa tidak sanggup untuk mendengarnya. “Karin sayang, kekasihku maafkan aku ,
aku harus melanjutkan study s2 ku di Newyork. Ini bukan waktu yang lama, hanya
dua tahun dan aku akan kembali ke jakarta untuk melamarmu”kata
dimas. “Newyork? Apa kamu tidak bisa melanjutkan study mu disini saja?”
ungkapku. “ Ini keinginan ayah dan ibuku , aku tidak bisa membantahnya. Tenang lah sayang, Aku akan kembali lagi
bersamamu. Jaga dirimu baik-baik selama
kamu jauh dariku, ini semua aku lakukan demi masa depan aku dan kamu”ungkap
Dimas.
Berangkatlah Dimas
ke Newyork, kami berpisah di Bandara. Benar-benar perpisahan yang sangat menyedihkan,
aku tidak sanggup lagi menahan air mataku, rasanya aku ingin ikut bersamanya
dan menemaninya namun, apa boleh buat aku juga akan sibuk dengan kuliahku. Aku
kemabali lagi menunggu bersama angin, andai angin adalah manusia sudah ku
nikahi saja angin ini. Angin yang selalu setia menemani ku, cinta yang dulu
kumiliki, sekarang telah pergi entah akan kembali atau pergi untuk selamanya.
Namun aku tetap akan menunggu hujan datang bersama angin.
Dua tahun telah
berlalu, namun aku masih menunggu tanpa ada rasa ingin pergi. Selama dua tahun
aku menahan rindu, jarak yang menjadi penghalang membuatku tidak bisa berbuat
apa. Sudah satu minggu, Dimas tidak ada kabar aku tidak bisa menghubunginya.
Entah apa yang terjadi dengannya saat ini, namun aku harap Dimas disana
baik-baik saja tanpaku.
Tanpa sengaja,
aku melihat instastory Dimas, aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat,
wanita itu menyandarkan Kepalanya di bahu dimas dengan captions “
Love you so much beib”. Sontak aku merasa jatuh, jatuh yang sangat
dalam. Ini bukan jatuh hati yang terasa sangat bahagia tetapi jatuh dalam
perasaan yang sakit, aku tidak menyangka Dimas menghianatiku. Aku merasa sangat
hancur, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, aku sakit, aku kecewa, aku benci
laki-laki itu. Dimas, orang yang selama ini aku harapkan akan menjaga seperti
ayahku menjagaku, kini menghianatiku. Hatiku sekeita remuk dan ini sakit yang
paling sakit.
Aku memutuskan
untuk pergi ke Bandung kerumah Tante sarah untuk menenangkan diri. Aku pergi
tanpa sepengetahuan Dimas. Aku ingin melupakan semua kenangan bersamanya walau
aku tau itu tidaklah mudah. Tidak mungkin aku masih berada dihati lelaki yang
telah menghinatiku. Menghapusnya dari hati dan pikiran kini menjadi tujuanku
agar aku tidak selalu berada dalam perasaan yang akan membuatku hancur.
Satu minggu sudah
aku berada di Bandung, Aku telah menceritakan semuanya kepada tante sarah.
Tante sarah menguatkan ku dan menyarankan ku itu mencaritahu yang
sebenarnya,tapi aku sudah merasa terkhianati hingga aku memutuskan untuk tidak
bertemunya lagi. Dibawah pohon aku bersama angin, menunggu hujan yang
menghancurkan. Aku tidak boleh terlalut dalam kesedihan yang sangat lama. Aku
harus kuat dan bisa menghadapi semuanya.
Tiba-tiba Dimas
datang kerumah tante sarah, Dimas mengetuk pintu kamarku aku terkejut saat
melihat Dimas di pintu kamarku. Dimas tersenyum , senyuman manis itu yang pertama kali aku lihat saat di taman, kini
aku lihat kembali. Air mataku jatuh tanpa bisa aku kendalikan, rasa rindu yang
aku tahan selama dua tahun kini hanyut oleh air mata. Dimas andai kau bisa
kumiliki seperti dulu lagi. Dimas telah menceritakan semua yang terjadi kepada
tante sarah dan ibuku, dan Dimas menceritakan semuanya padaku, ternyata wanita
di instastory itu adalah teman kecilnya di Newyork. Aku telah salah paham
padanya, aku merasa terkhianati ternyata aku yang bodoh karena telah dibodohi
oleh instastory.
“Karin
sayang, kekasihku aku kembali kepadamu memenuhi janjiku dulu, sudahlah sayang
janganl bersedih, aku ada disini bersamamu dan akan menjagamu.”
Ungkao Dimas. “Kamu jahat, kenapa kamu selama seminggu tidak mengabariku?
Kemana saja kamu bersama teman kecilmu itu saat tidak bersmaaku? Apa saja yang kamu lakukan bersamanya? Kamu sudah membuat aku hancur tanpa sebab
yang jelas Dimas”. Ungkapku. “Maafkan
aku karin sayang, kamu terlihat sangat cantik jika sedang marah-marah begini”
ungkapnya kembali. “kamu bisa saja merayuku saat aku marah
padamu”ungkapku.
Dua bulan telah kita lewati bersama, aku
kembali merasakn cinta yang dulu bersama Dimas. Aku sangat mencintainya, aku
menyayanginya. Suka duka kita lewati bersama, Dimas membawaku bertemu ibunya
kembali. Aku senang sekali, aku juga sangat merindukan Ibunya selain anaknya.
Dimas meminta izin kepadaku untuk kembali
ke Newyork, dengan alasan untuk merayakan ulangtahun ayahnya namun Dimas tidak
mengajak ku, mungkin saja Dimas di Newyork tidak lama. Dimas pergi ke Newyork,
Dimas mengatakan hanya pergi selama satu minggu, dan aku tidak merasa keberatan
dengan hal itu. “Karin sayang,
kekasihku aku pergi yaa, aku tidak pergi
untuk meninggalkan mu selamanya, namun jika aku meninggalkan mu untuk
selamanya, jaga dirimu baik2 ya”ungkap Dimas.
Satu bulan Dimas
tidak ada kabar, aku tidak tahu mengapa Dimas belum kembali ke Jakarta. Aku
berusaha menghubunginya, namun selalu sangat sulit aku coba hubungi ibunya
tetap saja tidak bisa. Aku pergi menemui ibunya langsung ke rumahnya, tetapi
tidak ada ibunya Dimas dirumahnya, hanya ada pembantu rumah tangganya. Aku
bertanya pada pada pembantu itu ia mengatakan bahwa Dimas dan Ibunya telah
pergi ke Newyork karena Dimas sakit. Sontak aku sangat terkejut mendengar
berita itu, aku tidak pernah tahu kalau Dimas sedang sakit, Dimas mengidap
penyakit Kelenjar getah bening stadium akhir. Dimas tidak pernah memberitahuku
tentang penyakitnya ini, aku sangat sedih.
Aku memutuskan untuk menyusul Dimas ke
Newyork, pembatu rumah tangga itu memberiku alamat Dimas di Newyork. Dengan
perasaan yang sangat kacau dan khawatir aku terbang ke Newyork. Aku sempat
kebingungan mencari alamat Dimas, saat aku menemukan rumah Dimas ternyata Dimas
berada di rumah sakit. Aku pergi kerumah
sakit tanpa sepengetahuan Dimas ataupun ibunya. Setelah tiba di rumah sakit,
aku di sambut dengan tangisan oleh ibunya Dimas. “Karin mengapa kamu bisa ada disini?
Siapa yang memberitahu mu bahwa Kami ada disini? “ ungakap ibunya Dimas.”Dimana
Dimas bu? Dimana Dimas sekarang bu?
Bagaimana keadaannya “ ungkapku. Aku bertanya dengan deraian air mata di
pipiku.
Aku melihat Dimas
dari balik kaca dengan alat bantu hidupnya. Sungguh sangat hancur yang
kurasakan melihat orang yang sangat aku sayangi kini terbaring lemah tanpa
senyuman. “Ibu apa yang terjadi pada Dimas? Mengapa ibu tidak memberitahu
ku bu? “ungkapku. “Sabar
sayang, ini lah ujian terberatmu”ungkao ibu Dimas.
Aku melangkah
menuju ruangan, dengan tangisan yang tiada henti aku menggenggam Tangan Dimas. “Dimas
apa yang terjadi padamu sayang? Mengapa
kamu tidak pernah memberitahu ku tentang semua ini Dimas? Aku sangat mengkhawatirkan mu”ungkaku.
Dimas hanya tersenyum sambil menggenggam erat tanganku dan berkata “Karin
sayang, kekasihku jangan bersedih sayang,
aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja sayang. Tenanglah aku disini
bersamamu. Terimakasih sudah datang menjenguk ku”. “bagaimana mungkin kamu bilang bahwa kamu
baik-baik saja dengan kondisi mu saat ini?
Dimas sayang aku tidak mau kehilanganmu untuk yang kedua kalinya”ungkapku.
Aku memeluk erat
tubuh Dimas, menggenggam erat tangannya dan merasakan besar cintanya kepadaku. Satu
bulan aku merawat Dimas, setiap hari aku menjaganya, memberikan makan, mandi,
tidur, aku menemaninya. Aku sangat takut kehilangannya. Hingga saat yang tidak
pernah aku harapkan tiba. Detak jantung Dimas tidak terkontrol, akhinya Dimas
pergi untuk selamanya. Aku menangis,bukan hanya sedih yang aku rasakan tetapi
hancur berkeping -keping. Aku kehilangan cinta, akh kehilangan hujan. Bukan
hanya aku yang kehilangan tetapi semua keluarganya.
Dimas mengajarkan ku banyak hal, mulai dari
kesabaran, kesetiaan , dan arti sebuah penantian. Dimas adalah hujan terindah
yang telah diberikan Tuhan untukku. Terimakasih Tuhan, kau telah kirimkan aku
Hujan yang indah untukku. Kini aku kembali bersama angin, angin itu kini adalah
Dimas. Angin yang menemaniku setiap hari. Aku bersama angin, aku bersama Dimas.
Dimas mengajarkan aku bahwa apapun yang kita miliki tidak selamanya bisa kita
miliki, sewaktu-waktu semua yang kita miliki akan di ambil oleh Tuhan.
Selamat jalan kekasih terindahku ❤

Tidak ada komentar:
Posting Komentar