Senin, 19 November 2018

Menanti Hujan bersama Angin By Komang Kharisma Utari


Menanti Hujan bersama Angin
By Komang Kharisma Utari



    Dalam diam aku termenung, menatap langit begitu cerah. Aku bersama angin yang selalu menemani ku. Aku merindukan hujan, sebagai pelengkap hidupku.
Di suatu ketika, aku merasa sangat bosan berada di rumah, aku bingung akan berbuat apa, aku pun tertidur dan bangun kembali lalu makan. Itu saja yang selalu aku lakukan setiap harinya. Aku tak tau, hidupku terasa hampa tanpa adanya cinta.
   Suatu pagi, aku ingin menghirup udara luar, ku hubungi semua teman-temanku namun semua sibuk dengan urusan masing-masing. "uhhh sepi sekali hidup ini" ungkapku. Aku bergagas pergi sendiri, aku berjalan di taman melihat orang-orang yang senantiasa bahagia bersama keluaraga, pasangan, dan teman-temannya. Bagaimana dengan aku?  Yaa, aku sendiri bersama angin yang selalu menemani.
    Aku bahagia walaupun aku sendiri, dengan melihat kebahagiaan orang lain, aku juga bisa merasakan kebahagiannya. Tanpa sengaja ada seorang lelaki yang menghampiri ku, ia Langsung duduk disampingku dan memberikan ku sebuah hand phone, aku terkejut, aku fikir ia orang jahat, ternyata dia lelaki tampan yang tersenyum manis melihatku. "mungkin ini milik mu, aku menemukannya di parkiran " ungkapnya. Aku terdiam, aku baru tersadar ternyata sedari tadi aku tidak memegang hand phone, aku berkata " iya ini hand phone milikku, terimakasih banyak", "lain kali lebih hati-hati lagi, untung saja aku yang menemukannya, jika orang lain mungkin hand phone mu tidak kembali" ungkapnya lagi. " mungkin tadi jatuh saat aku menyimpan kunci mobilku" ungkapku. "kenalkan namaku Dimas" Ungkapnya. " Aku Karin" ungkapku. 
     Saat itu, aku bersamanya seharian. Kami mulai bercerita tentang diri masing-masing hingga akhirnya kami bercanda bersama, tertawa, berlari, berfoto dan makan bersamanya. Aku merasa Dimas adalah orang baik, Dimas bisa membuat aku yang tadinya kurang bersemangat menjadi sangat bahagia bersamanya. Hingga akhirnya kita terpisah di taman itu.
     Saat malam, aku selalu memikirkan nya, aku selalu terbayang bisa betemu dia lagi. Betapa bahagianya aku pagi tadi, cinta yang aku harapkan seperti datang lagi dalam hidupku. " tiii tutttt" pesan whatsapp masuk, aku melihatnya "selamat malam Karin manis, selamat bertemu dalam mimpi. Dimas" aku kaget melihat nya, aku tidak tau mengapa dia bisa mengirim pesan whatsapp kepadaku, aku bahagia sekali, aku tersenyum sendiri dikamar. "selamat malam juga Dimas".
     Keesokan harinya aku bergegas ke kampus,setibanya di kampus, tiba-tiba Dimas menghampiriku, aku tidak tahu bahwa dia sekolah di universitas yang sama dengan aku. "Hai Karin, apa kabar pagi ini? " ungkap Dimas. " Loh, Dimas?  Kamu sekolah di kampus ini juga? Mengapa aku baru melihat mu? " ungkapku. "Iya, aku sekolah dikampus ini juga, aku sudah tau kamu dari dulu, tapi kamu mungkin tidak memperhatikanku" ungkap Dimas. Kami berdua selalu bersama di kampus, berjalan bersama, bermain, makan, kerja tugas bahkan pulang pun aku bersamanya. kebetulan kata dia rumahku tidak jauh dari rumahnya, selama berada di motor aku bahagia sekali. Cinta yang aku harapkan kembali datang semoga saja dialah orang yang aku tunggu selama ini.
   Setiap pergi kekampus, aku selalu bersama Dimas,dia selalu menjemputku setiap kami akan berangkat ke kampus. Aku membantu dia mengejarkan skripsinya begitu pula dengan dimas, dia selalu membatu menyelesaikan tugasku, iyalahh dia kan senior keren. Hehe..  Baik sekali senior manis ini. Setiba dirumah, aku langsung masuk ke kamar sambil senyum-senyum sendiri. Dua hari telah berlalu aku lewati bersama Dimas. Aku sangat bahagia.
     Semakin hari, aku semakin merasakan bahwa aku jatuh cinta dengan Dimas. Aku juga melihat bahwa dia memiliki perasaan yang sama denganku. Hingga akhirnya Dimas mengajakku untuk makan malam bersama di sebuah Restoran mewah, aku bingung harus menggunakan baju apa malam ini, aku ingin terlihat cantik malam nanti. Hingga akhirnya Dimas datang menjemput ku. tinnn tinnn suara kelakson mobil Dimas sudah terdengar, Ibu membukakan pintu untuk Dimas, Ibu ku tidak tahu siapa Dimas, sebab aku belum pernah menceritakannya. Aku pun keluar menemui Dimas dan mengenalkannya dengan Ibu ku.
    Saat tiba di restoran, ternyata dimas telah membooking tempat ini khusus untuk makan malam kami. Romantis sekali, dengan hamparan lilin dan bungan disertai suara biola yang menyejukan hati. Aku tidak percaya, Dimas melakukan semua ini untuk ku. Kami dilayani layaknya seorang Raja dan Ratu. Karin, kamu cantik sekali malam ini ungkap Dimas. Aku hanya tersenyum mendengar nya memujiku, sambil menatap wajahnya aku merasakan getaran cinta dimatanya. Karin aku mencintaimu sejak dulu namun maafkan aku, aku baru berani mengatakannya sekarang. Maukah kamu menjadi kekasih ku? ungkap Dimas. Aku sangat gugup, aku tak tahu apa yang aku rasakan ini, senang, terharu, bercampur menjadi satu. Iya aku mau menjadi kekasihmu Dimas aku menjawab dengan sangat bahagia. Kami pun mengahabisakan waktu berdua bersama makanan. Bahagia dan kenyang yang aku rasakan.

    Keesokan harinya, aku ke kampus bersama Dimas. Kami kembali menghabiskan waktu berdua.
Dimas mengajak ku mall untuk membelikan baju Ibu nya, Ibu nya besok akan ulang tahun, kata Dimas Wanita dengan wanita pasti seleranya sama. Aku mengiyakan saja semua keinginannya. Kami pun memilihkan baju untuk Ibu nya.  Hingga akhirnya kami mendapatkan dua baju yang pas untuk ibunya. Tak lupa juga Dimas memilihkanku sebuah gaun yang sanagt indah Pakai ini saat pesta ulang tahun ibuku ungkapnya. Baiklah, aku akan memakainya sayang.
     Dimas adalah sosok seorang anak yang sayang dan sangat patut kepada Ibunya. Dimas ternyata tinggal di Jakarta dan Ayahnya tinggal di Newyork. Dimas lebih memilih ikut bersama Ibunya ketimbang bersama ayahnya, karena rumahnya yang di jakarta tidak ad yang mengurus, ibunya memutuskan tinggal di jakarta bersama Dimas. Aku dan ibu Dimas semakin dekat, Dimas sering mengajak ku kerumahnya. Dimas dan aku saling mencintai dan berjanji akan selalu bersama.
    Setiap orang pasti mempunyai masa lalu, begitupun dengan Dimas, dia dahulu mempunyai kekasih di Newyork namun mereka berpisah karena Dimas memutuskan untuk ke Jakarta.Wanita itu tidak sanggup menjalani hubungan jarak jauh dengan Dimas dan memutuskan untuk mencari lelaki lain. Wanita itu bernama Angel, sesuai dengan namanya ia memang wanita cantik yang pernah menjadi satu-satunya wanita yang selalu ada untuk Dimas, namun sekarang aku yang menjadi wanita yang akan selalu mendampingi Dimas. Aku berharap Angel tidak ada lagi dalam hati Dimas dan Dimas tidak menghianatiku. 
     Dimas memutuskan untuk melanjutkan study S2 di Newyork karena perintah Ayahnya. Dimas mengatakan padaku dengan begitu sedih dan aku serasa tidak sanggup untuk mendengarnya. Karin sayang, kekasihku maafkan aku , aku harus melanjutkan study s2 ku di Newyork. Ini bukan waktu yang lama, hanya dua tahun dan aku akan kembali ke jakarta untuk melamarmukata dimas. Newyork? Apa kamu tidak bisa melanjutkan study mu disini saja? ungkapku. Ini keinginan ayah dan ibuku , aku tidak bisa membantahnya.  Tenang lah sayang, Aku akan kembali lagi bersamamu.  Jaga dirimu baik-baik selama kamu jauh dariku, ini semua aku lakukan demi masa depan aku dan kamuungkap Dimas.
    Berangkatlah Dimas ke Newyork, kami berpisah di Bandara. Benar-benar perpisahan yang sangat menyedihkan, aku tidak sanggup lagi menahan air mataku, rasanya aku ingin ikut bersamanya dan menemaninya namun, apa boleh buat aku juga akan sibuk dengan kuliahku. Aku kemabali lagi menunggu bersama angin, andai angin adalah manusia sudah ku nikahi saja angin ini. Angin yang selalu setia menemani ku, cinta yang dulu kumiliki, sekarang telah pergi entah akan kembali atau pergi untuk selamanya. Namun aku tetap akan menunggu hujan datang bersama angin.
    Dua tahun telah berlalu, namun aku masih menunggu tanpa ada rasa ingin pergi. Selama dua tahun aku menahan rindu, jarak yang menjadi penghalang membuatku tidak bisa berbuat apa. Sudah satu minggu, Dimas tidak ada kabar aku tidak bisa menghubunginya. Entah apa yang terjadi dengannya saat ini, namun aku harap Dimas disana baik-baik saja tanpaku.
     Tanpa sengaja, aku melihat instastory Dimas, aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat, wanita itu menyandarkan Kepalanya di bahu dimas dengan captions Love you so much beib. Sontak aku merasa jatuh, jatuh yang sangat dalam. Ini bukan jatuh hati yang terasa sangat bahagia tetapi jatuh dalam perasaan yang sakit, aku tidak menyangka Dimas menghianatiku. Aku merasa sangat hancur, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, aku sakit, aku kecewa, aku benci laki-laki itu. Dimas, orang yang selama ini aku harapkan akan menjaga seperti ayahku menjagaku, kini menghianatiku. Hatiku sekeita remuk dan ini sakit yang paling sakit.
     Aku memutuskan untuk pergi ke Bandung kerumah Tante sarah untuk menenangkan diri. Aku pergi tanpa sepengetahuan Dimas. Aku ingin melupakan semua kenangan bersamanya walau aku tau itu tidaklah mudah. Tidak mungkin aku masih berada dihati lelaki yang telah menghinatiku. Menghapusnya dari hati dan pikiran kini menjadi tujuanku agar aku tidak selalu berada dalam perasaan yang akan membuatku hancur.
    Satu minggu sudah aku berada di Bandung, Aku telah menceritakan semuanya kepada tante sarah. Tante sarah menguatkan ku dan menyarankan ku itu mencaritahu yang sebenarnya,tapi aku sudah merasa terkhianati hingga aku memutuskan untuk tidak bertemunya lagi. Dibawah pohon aku bersama angin, menunggu hujan yang menghancurkan. Aku tidak boleh terlalut dalam kesedihan yang sangat lama. Aku harus kuat dan bisa menghadapi semuanya.
    Tiba-tiba Dimas datang kerumah tante sarah, Dimas mengetuk pintu kamarku aku terkejut saat melihat Dimas di pintu kamarku. Dimas tersenyum , senyuman manis itu yang  pertama kali aku lihat saat di taman, kini aku lihat kembali. Air mataku jatuh tanpa bisa aku kendalikan, rasa rindu yang aku tahan selama dua tahun kini hanyut oleh air mata. Dimas andai kau bisa kumiliki seperti dulu lagi. Dimas telah menceritakan semua yang terjadi kepada tante sarah dan ibuku, dan Dimas menceritakan semuanya padaku, ternyata wanita di instastory itu adalah teman kecilnya di Newyork. Aku telah salah paham padanya, aku merasa terkhianati ternyata aku yang bodoh karena telah dibodohi oleh instastory.
    Karin sayang, kekasihku aku kembali kepadamu memenuhi janjiku dulu, sudahlah sayang janganl bersedih, aku ada disini bersamamu dan akan menjagamu. Ungkao Dimas. Kamu jahat, kenapa kamu selama seminggu tidak mengabariku? Kemana saja kamu bersama teman kecilmu itu saat tidak bersmaaku?  Apa saja yang kamu lakukan bersamanya?  Kamu sudah membuat aku hancur tanpa sebab yang jelas Dimas. Ungkapku.  Maafkan aku karin sayang, kamu terlihat sangat cantik jika sedang marah-marah begini ungkapnya kembali. kamu bisa saja merayuku saat aku marah padamuungkapku.
     Dua bulan telah kita lewati bersama, aku kembali merasakn cinta yang dulu bersama Dimas. Aku sangat mencintainya, aku menyayanginya. Suka duka kita lewati bersama, Dimas membawaku bertemu ibunya kembali. Aku senang sekali, aku juga sangat merindukan Ibunya selain anaknya.
     Dimas meminta izin kepadaku untuk kembali ke Newyork, dengan alasan untuk merayakan ulangtahun ayahnya namun Dimas tidak mengajak ku, mungkin saja Dimas di Newyork tidak lama. Dimas pergi ke Newyork, Dimas mengatakan hanya pergi selama satu minggu, dan aku tidak merasa keberatan dengan hal itu.  Karin sayang, kekasihku aku pergi yaa,  aku tidak pergi untuk meninggalkan mu selamanya, namun jika aku meninggalkan mu untuk selamanya, jaga dirimu baik2 yaungkap Dimas.
    Satu bulan Dimas tidak ada kabar, aku tidak tahu mengapa Dimas belum kembali ke Jakarta. Aku berusaha menghubunginya, namun selalu sangat sulit aku coba hubungi ibunya tetap saja tidak bisa. Aku pergi menemui ibunya langsung ke rumahnya, tetapi tidak ada ibunya Dimas dirumahnya, hanya ada pembantu rumah tangganya. Aku bertanya pada pada pembantu itu ia mengatakan bahwa Dimas dan Ibunya telah pergi ke Newyork karena Dimas sakit. Sontak aku sangat terkejut mendengar berita itu, aku tidak pernah tahu kalau Dimas sedang sakit, Dimas mengidap penyakit Kelenjar getah bening stadium akhir. Dimas tidak pernah memberitahuku tentang penyakitnya ini, aku sangat sedih.
     Aku memutuskan untuk menyusul Dimas ke Newyork, pembatu rumah tangga itu memberiku alamat Dimas di Newyork. Dengan perasaan yang sangat kacau dan khawatir aku terbang ke Newyork. Aku sempat kebingungan mencari alamat Dimas, saat aku menemukan rumah Dimas ternyata Dimas berada di rumah sakit.  Aku pergi kerumah sakit tanpa sepengetahuan Dimas ataupun ibunya. Setelah tiba di rumah sakit, aku di sambut dengan tangisan oleh ibunya Dimas.  Karin mengapa kamu bisa ada disini? Siapa yang memberitahu mu bahwa Kami ada disini? ungakap ibunya Dimas.Dimana Dimas bu? Dimana Dimas sekarang bu?  Bagaimana keadaannya ungkapku.  Aku bertanya dengan deraian air mata di pipiku. 
     Aku melihat Dimas dari balik kaca dengan alat bantu hidupnya. Sungguh sangat hancur yang kurasakan melihat orang yang sangat aku sayangi kini terbaring lemah tanpa senyuman. Ibu apa yang terjadi pada Dimas? Mengapa ibu tidak memberitahu ku bu? ungkapku.  Sabar sayang, ini lah ujian terberatmuungkao ibu Dimas.
     Aku melangkah menuju ruangan, dengan tangisan yang tiada henti aku menggenggam Tangan Dimas. Dimas apa yang terjadi padamu sayang?  Mengapa kamu tidak pernah memberitahu ku tentang semua ini Dimas?  Aku sangat mengkhawatirkan muungkaku. Dimas hanya tersenyum sambil menggenggam erat tanganku dan berkata Karin sayang, kekasihku jangan bersedih sayang,  aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja sayang. Tenanglah aku disini bersamamu. Terimakasih sudah datang menjenguk ku. bagaimana mungkin kamu bilang bahwa kamu baik-baik saja dengan kondisi mu saat ini?  Dimas sayang aku tidak mau kehilanganmu untuk yang kedua kalinyaungkapku. 
    Aku memeluk erat tubuh Dimas, menggenggam erat tangannya dan merasakan besar cintanya kepadaku. Satu bulan aku merawat Dimas, setiap hari aku menjaganya, memberikan makan, mandi, tidur, aku menemaninya. Aku sangat takut kehilangannya. Hingga saat yang tidak pernah aku harapkan tiba. Detak jantung Dimas tidak terkontrol, akhinya Dimas pergi untuk selamanya. Aku menangis,bukan hanya sedih yang aku rasakan tetapi hancur berkeping -keping. Aku kehilangan cinta, akh kehilangan hujan. Bukan hanya aku yang kehilangan tetapi semua keluarganya.
    Dimas mengajarkan ku banyak hal, mulai dari kesabaran, kesetiaan , dan arti sebuah penantian. Dimas adalah hujan terindah yang telah diberikan Tuhan untukku. Terimakasih Tuhan, kau telah kirimkan aku Hujan yang indah untukku. Kini aku kembali bersama angin, angin itu kini adalah Dimas. Angin yang menemaniku setiap hari. Aku bersama angin, aku bersama Dimas. Dimas mengajarkan aku bahwa apapun yang kita miliki tidak selamanya bisa kita miliki, sewaktu-waktu semua yang kita miliki akan di ambil oleh Tuhan.
Selamat jalan kekasih terindahku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengelola Informasi dalam Ceramah

 BAB III 1. Mengelola Informasi dalam Ceramah          Pernahkan kamu mendengar ceramah?          Apakah kamu suka ketika mendengar ceramah?...