Selasa, 20 November 2018

"CINTA SI PENGAMEN KECIL UNTUK MALAIKAT PENOLONGNYA" By Erwin


"CINTA SI PENGAMEN KECIL UNTUK MALAIKAT PENOLONGNYA"
By Erwin






          Pagi yang cerah  terpercik dan masuk ke sela sela rumah gardus yang sederhana yang mungkin sewaktu waktu akan rubuh oleh  terpaan angin . Silau matahari pagi membuat anak perempuan yang bernama andrea yang  berumur 11 tahun tersebut terbangun dari tidurnya yang tampak amat lelah. Dia tinggal bersama dengan ibu dan adik laki lakinya yang berumur 7 tahun. Sepeninggalan ayah nya mereka terpaksa menghadapi hidup yang pahit di dunia buas ini.

         Pagi itu andrea  memakai seragam nya yang kumuh untuk pergi ke sekolah . Dia adalah pelajar SEKOLAH DASAR. Dia selalu giat belajar agar dapat mengangkat derajat keluarganya.  Sepulangnya  dari sekolah dia langsung pulang dan mengganti baju seragamnya dengam baju sehari hari. Tapi baju itu jauh dari kata layak tapi apalah yang hendak  di kata jika tuhan telah menwntukan takdir ini.

         Bersama adik laki lakinya yang  kerap di sapa  angga  , mereka berjalan menyusuri jalan dan mencari orang yang berbaik hati untuk memberikan mereka uang receh dengan mendengarkan suara mereka yang tidak begitu indah. Hanya rasa kasihan yang membuat orang orang mau memberikan uang kepada mereka. Sinar matahari mulai menyengat kulit mereka yang hanya di lapisi kain yang sangat tipis dan tak layak pakai. Hingga andrea melihat angga sudah lelah berjalan dan tampak lesu . Dan andrea pun mengatakan " angga apa kau lapar"katanya . " iya kak" jawab angga dengan cepat. Maka andrea pun memilih berteduh dan mencari makanan untuk adik kesayangannya itu. Setelah begitu lama berada di pinggir jalan . Matahari pun mulai tampak remang remang di langit barat. Maka andrea pun memutuskan untuk naik bus agar bisa mengamen di dalam bus tersebut.

        Tak lama waktu berlalu maka singgahlah sebuah bis berwarna biru dan masuklah andrea bersama adiknya. Tentu mreka tampak berbeda dengan orang orang yang ada dalam bis . Tampilan mereka dengan baju compang campignya dan tanpa alas kaki  dan kulit yang berwarna sawo matang membuat mereka tampak dekil di mata orang orang. Tapi andrea tak memperdulikan perbedaan itu , dia hanya memikirkan bagaimna caranya agar bisa hidup di dunia yang buas ini.

        Di dalam bis itu andrea mulai menggoyangkan alat musik nya yang  terbuat dari tutup minuman. Hanya bunyi krincing krincing yang menjadi melodi lagu mereka dan mereka mulai bernyanyi dan terus bernyanyi hingga di akhir lagu , angga mulai mengitari dalam bis dan menyodorkan sekantong plastik untuk upah nya bernyanyi dari setiap orang. Ternyata mereka beruntung hari ini  , mereka mendapatkan cukup banyak rejeki. Wajah mereka tampak gembira dan mereka pun berencana turun dari bis. Ketika andrea melangkahkan kaki nya ke 4 kalinya dia merasa kakinya tertusuk paku tindis tapi meskipun itu paku tindis itu cukup melukai kaki andrea yang telanjang . Kaki andrea pun tampak mengalir darah yang cukup banyak , tapi andrea adalah sosok yang kuat dia tetap menahan sakit. Dia mencabut paku tindis itu dari kakinya. Tapi darah dari kakinya tak mau berhenti hingga datanglah seseorang yang langsung tunduk dan memegang kakinya yang bersimba darah dan kotor . Andrea pun menoleh dia melihat sosok seorang lelaki yang berumur sekitar 23 tahun dengan  penampilan bersih dan terawar. Dalam pikiran andrea pun terlintas apakah orang ini tidak jijik memegang kakinya yang kotor dan dekil itu. Lelaki itu hendak membalut kaki andrea dengan sapu tangan nya yang putih dan amat bersih. Dengan tangkas andrea menarik kakinya dan melarang lelaki itu membalut kakinya . " kaki ku ini kotor, nanti sapu tangan anda bisa kotor saya tidak sanggup mengganti nya" kata andrea maka  bersahut lah lelaki tersebut " tak apa kaki mu lebih berharga ini hanya sapu tangan biasa " kata lelaki itu dengan suara  yan ceria dan meyakinkan.

         Andrea pun kembali menyodorkan kakinya dan lelaki itu mulai membalut kakinya. Sementara lelaki itu membalut kakinya andrea terus menatap wajah lelaki itu , ia berpikir apakah ini adalah malaikat penolongnya yang akan membawa kebahagiaan di dunia yang kejam ini. Setelah membalut kaki andrea mereka pun keluar dari bus dan andrea pun bertanya " kakak namanya siapa"maka lelaki itu menjawab nama saya Nanda"balasnya.


         Setelah  perbincangan mereka nanda menawarkan untuk mengantar mereka pulang , andrea pun cukup senang maka mereka pun bergegas . Sesampainya di rumah  , ibu andrea sudah menunggu mereka , ibu andrea bekerja sebagai buruh cuci harian , dan ibu langsung bertanya " andrea siapa ini ??" Sebelum andrea menjawab nanda sudah memperkenalkan diri terlebih dahulu " halllo bu saya nanda , saya ketemu mereka tadi di bis!!" Ucap nanda. Kemudian ibu andrea mempersilahkan nanda masuk ke rumah sederhana nya itu , lalu mereka berbincang dan nanda menawarkan agar andrea tetap lanjut sekolah , urusan biaya akan di tangani nya. Ibu andrea pun tampak ragu menerima nya tapi nanda menyakinkan nya " ibu pendidikan itu penting dan saya melakukan ini karena saya menyayagi mereka dan saya merindukan sosok seorang ibu". Akhirnya ibu andrea pun mengiyakan hal tersebut. Maka pada minggu pagi andrea bersiap untuk pergi ke toko untuk membeli peralatan sekolah bersama nanda termasuk seragam karena seragam nya sudah tak layak pakai. Ketika nanda sudah datang , berteriaklah angga " ibu ibu! Kak nanda sudah datang" teriak angga . Dan ibu andrea pun mengantar mereka samapai masuk ke dalam mobil dan pergi lah mereka .

           Dengan bantuan biaya dari nanda akhirnya  andrea lulus sd dan lanjut ke jenjang smp  . Di sore hari itu ketika andrea sedang belajar di bawah pohon gersen maka datanglah kak nanda dan mengajak nya mengobrol dan tertawa bersama . mereka berdua terus berbincang hingga lupa waktu pun sudah malam dan nanda pun pamit pulang kepada ibu andrea , sebelum pulang nanda memberikan seamplop uang untuk modal bagi ibu andrea dan  ibu andrea pun menerimanya dan mengucapkan "terima kasih  dan nanda kamu boleh menganggap saya sebagai ibu mu" ucapnya. Nanda pulang dengan mobilnya , suara mobilnya semakin jauh semakin tak menghilang dan meninggalkan mereka dari kejauhan dan hanya tersisa sunyinya malam di lahan kosong dengan rumah sederhana tunggalnya. Tak terasa cinta andrea tumbuh perlahan untuk kak nanda.  Setelah andrea masuk jenjang sma , mereka pun mulai pindah rumah karena usaha kue ibunya sudah mencukupi untuk menyewa rumah yang lebih layak. Kak nanda pun setiap hari datang ke rumah andrea layaknya seorang kakak. Hingga suatu waktu andrea merasa aneh karena kak nanda sudah jarang datang  . Tapi malam itu terdengar suara mobil yang parkir di depan rumahnya dan dia pun langsung membuka pintu dan di depan pintu sudah ada kak nanda dengan teman wanitanya yang bernama Nisa. Hal itu membuat cemburu andrea , dia berpikir apakah dia terlalu serakah jika  menginginkan malaikat penolongnya menjadi  kekasihnya. Tapi andrea tak tahu apakah kak nanda juga menyukainya atau kah hanya  menganggap sebagai pengamen kecil yang di bantunya .  Ketika andrea sudah di kelas 3 sma , masalah datang kembali menghampirinya , suatu waktu kita dia pulang sekolah dia langsung mengetuk pintu rumah nya tapi tak ada yang menjawab dan suasana rumah tampak sunyi tak seperti biasanya. Lalu andrea berinisiatif untuk bertanya ke tetangga dan tetangga pun memberitahu andrea bahwa ibunya tadi pingsan dan di bawa ke rumah sakit. Tanpa berpikir panjang  dia langsung ke rumah sakit di sana sudah ada kak nanda , nisa dan  angga .   Lalu andrea langsung bertanya kepada kak nanda dan kak nanda memberitahukan bahwa  " bersabar lah andrea , ibu mu sudah meninggal  . Seketika tubuh andrea terjatuh dan tangis pun sentak mengisi ruang tunggu tersebut.

        Setelah pemakaman ibunya , andrea tampak lesu  dan kak nanda menhapiri andrea dan menawarkan untuk tinggal dengan dirinya. Tanpa berpikir panjang andrea pun mengangguk dengan lemah. Bagaimna tidak andrea tampak lesu , baru saja dia meraskan kebahagian tapi sudah datang masalah berat tersebut. Andrea menjalani  hari hari nya di rumah kak nanda , biasanya dia membantu kak nanda mengajar  anak anak yang kurang mampu . Ia berpikir bahwa anak anak itu adalah cerminan dirinya. Setelah lulus sma , kak nanda menyarankan agar  andrea kuliah di singapura tapi andrea berat meninggalkan adiknya tapi demi janjinya kepada ibunya untuk menempuh pendidikan sampai selesai maka ia pun menyetujuinya maka pergilah ia ke singapura. Setelah melewati 3 tahun tibalah di hari wisudanya ,  ia berharap agar kak nanda datang di hari wisudanya. Sekaligus dia mau menyampaikan perasaan nya selama ini kepada kak nanda. Ketika hari H nya sudah datang ia pun di nobatkan sebagai mahasiswa lulusan terbaik , ia pun naik ke podium dan melihat seluruh orang yang datang tapi tak terlihat kak nanda dan angga. Dia pun mengucapkan "  ibu , gelar ini ku persembahkan untukmu"  maka terdengarlah suara tepuk tangan  dari pojok ruangan  , ternyata itu adalah kak nanda . Maka selesai lah upacara wisuda dan kak nanda memberikan ucapan selamat kepada andrea , tapi tak di sangka kak nanda datang bersama angga dan kak nisa .  Kak nisa memberitahukan andrea agar datang ke pernikahan mereka , andrea pun terkejut dan merasa kecewa. Karena kekecewaan yang berat andrea pun tak menghadiri pernikahan mereka. Hingga sebulan kemudian  andrea bertanya kepada angga yang sekarang sudah remaja , dia bertanya " apakah kak nanda sudah menikah " dan angga mengatakan " iya kak memangnya kenapa!!"    Hingga suatu hari andrea pun mendapatkan email dari kak nisa " hallo andrea apakah kamu  baik ? kalu aku tak baik , hubungan rumah tangga ku  tidak harmonis ,  sifat nanda berubah dia sering meninggalkan rumah dan hanya diam jika aku ajak bicara"  andrea melihat email itu merasa kasihan dan langsung pulang ke indonesia untuk menjenguk mereka.

       Hingga sampailah ia di Indonesia ,  dia langsung menuju ke rumah kak nanda dan dia pun bertemu angga di depan rumah dan langsung bertanya kak nanda mana, tapi angga menjawab kak nanda sudah pindah  ke rumah baru karena dia sudah menikah.  Andrea pun istirahat di halaman belakang di kursi kayu dan terdengarlah suara mobil parkir di  halaman rumah tertanya itu kak nanda , kak nanda tanpa sadar langsung ke taman belakang dan dia kaget melihat andrea ada di Indonesia. Nanda pun bertanya " kapan kamu pulang ??" Andrea menjawab " kemarin kak " . Suasana diantara mereka sangat canggung . Hingga pamitlah kak nanda pulang. Lalu andrea bertanya kepada angga tentang hubungan kak nanda dan kak nisa. Angga pun menceritakan semua, di malam yang sunyi itu " ketika kak nanda mau menikah dia menunggu kakak agar datang  , hingga suatu hari dia bertengkar dengan kak nisa . Ketika sudah bertengkar , kak nanda sering memandangi foto kakak , itu yang nanda tahu tentang kak nanda dan kak nisa selama mereka tinggal di rumah ini , setelah merek pindah , angga sudah tidak tahu lagi. Oh iya kak nanda juga masih sering datang ke lahan kosong tempat rumah lama kita dulu dia sering melamun di bawah pohon gersen.  Setelah bercerita semua , terdengar suara telfon "kring kring" , andrea pun mengangkat nya ternyata itu dari kak nisa " hallo andrea , kakak dengar kamu ada di Indonesia ,  kakak menelfon kamu mau bertanya apakah kak nanda ada di situ " lalu andrea menjawab " tidak ada kak " .

           Lalu kak nisa berkata " aku sudah tidak tahan andrea malam ini aku akan pulang ke rumah orang tua ku aku capek andrea , nanda kalau pulang tidak pernah berbicara dan sering keluar malam  , dan jika aku bertanya dia tak menjawab  padahal aku sedang hamil , aku sedang membutuhkan perhatiannya.  Jika memang dia mau berpisah aku akan menunggu talaknya " mendengar semua itu andrea merasa bersalah dia pun langsung menutup telfon .
   
       Andrea pun pergi ke lahan kosong tempat di mana dia tinggal dulu ,  lahan itu tidak terlalu jauh  hanya beberapa menit dia pun sampai dia hanya berlari seperti orang bodoh dengan sepoi angin mengibarkan rambutnya yang terurai . Tak lama kemudian sampailah ia di lahan itu. Dia mencari kak nanda , ternyata feeling nya tidak salah dia menemukan seorang lelaki yang di kenalinya , duduk di bawah pohon gersen sambil memegang dan melihat daun gersen . Tempat itu dulu adalah tempat dimana ia bercanda , dan berbincang berdua bersama kak nanda. Maka berdirilah andrea di depan  kak nanda , nanda pun terkejut dan langsung tersentak berdiri. Andrea pun berkata " kenapa kak nanda tak mengatakanya dulu kalau kak nanda menyukai diri ku padahal saya menyukai kak nanda . Nanda pun berdiri diam kaku tak menjawab , seandainya kak nanda mengatakanya kak nanda tak akan semenderita ini. Kak nanda sudah menjadi suami orang saya harap kak nanda tak menyiksa diri kak nanda , sebaiknya kak nanda menjalani hidup seperti biasanya karena kak nisa sudah mengandung , dia membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari kakak.  Andrea pun meninggalkan nandabersama angin malam yang dingin setelah mengatakan itu semua.  Andrea pun kembali menjalani hari harinya seperti biasanya tapi dia memiliki kebiasaan tidak bisa naik bis karena jika dia naik bis ia takut akan teringat kak nanda.  Dia berusaha menghilangkan rasa cinta bersama hujan yang turun di tengah malam. Begitulah andrea  tak bisa memiliki malaikat penolongnya.


                                                 πŸ˜€END πŸ˜€

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengelola Informasi dalam Ceramah

 BAB III 1. Mengelola Informasi dalam Ceramah          Pernahkan kamu mendengar ceramah?          Apakah kamu suka ketika mendengar ceramah?...