"CINTA SI PENGAMEN KECIL UNTUK
MALAIKAT PENOLONGNYA"
By Erwin
Pagi yang cerah terpercik dan masuk ke sela sela rumah gardus
yang sederhana yang mungkin sewaktu waktu akan rubuh oleh terpaan angin . Silau matahari pagi membuat
anak perempuan yang bernama andrea yang
berumur 11 tahun tersebut terbangun dari tidurnya yang tampak amat
lelah. Dia tinggal bersama dengan ibu dan adik laki lakinya yang berumur 7
tahun. Sepeninggalan ayah nya mereka terpaksa menghadapi hidup yang pahit di
dunia buas ini.
Pagi itu andrea memakai seragam nya yang kumuh untuk pergi ke
sekolah . Dia adalah pelajar SEKOLAH DASAR. Dia selalu giat belajar agar dapat
mengangkat derajat keluarganya.
Sepulangnya dari sekolah dia
langsung pulang dan mengganti baju seragamnya dengam baju sehari hari. Tapi
baju itu jauh dari kata layak tapi apalah yang hendak di kata jika tuhan telah menwntukan takdir
ini.
Bersama adik laki lakinya yang kerap di sapa
angga , mereka berjalan menyusuri
jalan dan mencari orang yang berbaik hati untuk memberikan mereka uang receh
dengan mendengarkan suara mereka yang tidak begitu indah. Hanya rasa kasihan
yang membuat orang orang mau memberikan uang kepada mereka. Sinar matahari
mulai menyengat kulit mereka yang hanya di lapisi kain yang sangat tipis dan
tak layak pakai. Hingga andrea melihat angga sudah lelah berjalan dan tampak
lesu . Dan andrea pun mengatakan " angga apa kau lapar"katanya .
" iya kak" jawab angga dengan cepat. Maka andrea pun memilih berteduh
dan mencari makanan untuk adik kesayangannya itu. Setelah begitu lama berada di
pinggir jalan . Matahari pun mulai tampak remang remang di langit barat. Maka
andrea pun memutuskan untuk naik bus agar bisa mengamen di dalam bus tersebut.
Tak lama waktu berlalu maka
singgahlah sebuah bis berwarna biru dan masuklah andrea bersama adiknya. Tentu
mreka tampak berbeda dengan orang orang yang ada dalam bis . Tampilan mereka
dengan baju compang campignya dan tanpa alas kaki dan kulit yang berwarna sawo matang membuat
mereka tampak dekil di mata orang orang. Tapi andrea tak memperdulikan
perbedaan itu , dia hanya memikirkan bagaimna caranya agar bisa hidup di dunia
yang buas ini.
Di dalam bis itu andrea mulai
menggoyangkan alat musik nya yang
terbuat dari tutup minuman. Hanya bunyi krincing krincing yang menjadi
melodi lagu mereka dan mereka mulai bernyanyi dan terus bernyanyi hingga di
akhir lagu , angga mulai mengitari dalam bis dan menyodorkan sekantong plastik
untuk upah nya bernyanyi dari setiap orang. Ternyata mereka beruntung hari
ini , mereka mendapatkan cukup banyak
rejeki. Wajah mereka tampak gembira dan mereka pun berencana turun dari bis.
Ketika andrea melangkahkan kaki nya ke 4 kalinya dia merasa kakinya tertusuk
paku tindis tapi meskipun itu paku tindis itu cukup melukai kaki andrea yang
telanjang . Kaki andrea pun tampak mengalir darah yang cukup banyak , tapi
andrea adalah sosok yang kuat dia tetap menahan sakit. Dia mencabut paku tindis
itu dari kakinya. Tapi darah dari kakinya tak mau berhenti hingga datanglah
seseorang yang langsung tunduk dan memegang kakinya yang bersimba darah dan
kotor . Andrea pun menoleh dia melihat sosok seorang lelaki yang berumur
sekitar 23 tahun dengan penampilan
bersih dan terawar. Dalam pikiran andrea pun terlintas apakah orang ini tidak
jijik memegang kakinya yang kotor dan dekil itu. Lelaki itu hendak membalut
kaki andrea dengan sapu tangan nya yang putih dan amat bersih. Dengan tangkas
andrea menarik kakinya dan melarang lelaki itu membalut kakinya . " kaki
ku ini kotor, nanti sapu tangan anda bisa kotor saya tidak sanggup mengganti
nya" kata andrea maka bersahut lah
lelaki tersebut " tak apa kaki mu lebih berharga ini hanya sapu tangan
biasa " kata lelaki itu dengan suara
yan ceria dan meyakinkan.
Andrea pun kembali menyodorkan kakinya
dan lelaki itu mulai membalut kakinya. Sementara lelaki itu membalut kakinya
andrea terus menatap wajah lelaki itu , ia berpikir apakah ini adalah malaikat
penolongnya yang akan membawa kebahagiaan di dunia yang kejam ini. Setelah
membalut kaki andrea mereka pun keluar dari bus dan andrea pun bertanya "
kakak namanya siapa"maka lelaki itu menjawab nama saya
Nanda"balasnya.
Setelah perbincangan mereka nanda menawarkan untuk
mengantar mereka pulang , andrea pun cukup senang maka mereka pun bergegas .
Sesampainya di rumah , ibu andrea sudah
menunggu mereka , ibu andrea bekerja sebagai buruh cuci harian , dan ibu
langsung bertanya " andrea siapa ini ??" Sebelum andrea menjawab
nanda sudah memperkenalkan diri terlebih dahulu " halllo bu saya nanda ,
saya ketemu mereka tadi di bis!!" Ucap nanda. Kemudian ibu andrea
mempersilahkan nanda masuk ke rumah sederhana nya itu , lalu mereka berbincang
dan nanda menawarkan agar andrea tetap lanjut sekolah , urusan biaya akan di
tangani nya. Ibu andrea pun tampak ragu menerima nya tapi nanda menyakinkan nya
" ibu pendidikan itu penting dan saya melakukan ini karena saya menyayagi
mereka dan saya merindukan sosok seorang ibu". Akhirnya ibu andrea pun mengiyakan
hal tersebut. Maka pada minggu pagi andrea bersiap untuk pergi ke toko untuk
membeli peralatan sekolah bersama nanda termasuk seragam karena seragam nya
sudah tak layak pakai. Ketika nanda sudah datang , berteriaklah angga "
ibu ibu! Kak nanda sudah datang" teriak angga . Dan ibu andrea pun
mengantar mereka samapai masuk ke dalam mobil dan pergi lah mereka .
Dengan bantuan biaya dari nanda
akhirnya andrea lulus sd dan lanjut ke
jenjang smp . Di sore hari itu ketika
andrea sedang belajar di bawah pohon gersen maka datanglah kak nanda dan
mengajak nya mengobrol dan tertawa bersama . mereka berdua terus berbincang
hingga lupa waktu pun sudah malam dan nanda pun pamit pulang kepada ibu andrea
, sebelum pulang nanda memberikan seamplop uang untuk modal bagi ibu andrea
dan ibu andrea pun menerimanya dan
mengucapkan "terima kasih dan nanda
kamu boleh menganggap saya sebagai ibu mu" ucapnya. Nanda pulang dengan
mobilnya , suara mobilnya semakin jauh semakin tak menghilang dan meninggalkan
mereka dari kejauhan dan hanya tersisa sunyinya malam di lahan kosong dengan
rumah sederhana tunggalnya. Tak terasa cinta andrea tumbuh perlahan untuk kak
nanda. Setelah andrea masuk jenjang sma
, mereka pun mulai pindah rumah karena usaha kue ibunya sudah mencukupi untuk
menyewa rumah yang lebih layak. Kak nanda pun setiap hari datang ke rumah
andrea layaknya seorang kakak. Hingga suatu waktu andrea merasa aneh karena kak
nanda sudah jarang datang . Tapi malam
itu terdengar suara mobil yang parkir di depan rumahnya dan dia pun langsung
membuka pintu dan di depan pintu sudah ada kak nanda dengan teman wanitanya
yang bernama Nisa. Hal itu membuat cemburu andrea , dia berpikir apakah dia
terlalu serakah jika menginginkan
malaikat penolongnya menjadi kekasihnya.
Tapi andrea tak tahu apakah kak nanda juga menyukainya atau kah hanya menganggap sebagai pengamen kecil yang di
bantunya . Ketika andrea sudah di kelas
3 sma , masalah datang kembali menghampirinya , suatu waktu kita dia pulang
sekolah dia langsung mengetuk pintu rumah nya tapi tak ada yang menjawab dan
suasana rumah tampak sunyi tak seperti biasanya. Lalu andrea berinisiatif untuk
bertanya ke tetangga dan tetangga pun memberitahu andrea bahwa ibunya tadi
pingsan dan di bawa ke rumah sakit. Tanpa berpikir panjang dia langsung ke rumah sakit di sana sudah ada
kak nanda , nisa dan angga . Lalu andrea langsung bertanya kepada kak
nanda dan kak nanda memberitahukan bahwa
" bersabar lah andrea , ibu mu sudah meninggal . Seketika tubuh andrea terjatuh dan tangis
pun sentak mengisi ruang tunggu tersebut.
Setelah pemakaman ibunya , andrea
tampak lesu dan kak nanda menhapiri
andrea dan menawarkan untuk tinggal dengan dirinya. Tanpa berpikir panjang
andrea pun mengangguk dengan lemah. Bagaimna tidak andrea tampak lesu , baru
saja dia meraskan kebahagian tapi sudah datang masalah berat tersebut. Andrea
menjalani hari hari nya di rumah kak
nanda , biasanya dia membantu kak nanda mengajar anak anak yang kurang mampu . Ia berpikir
bahwa anak anak itu adalah cerminan dirinya. Setelah lulus sma , kak nanda
menyarankan agar andrea kuliah di
singapura tapi andrea berat meninggalkan adiknya tapi demi janjinya kepada
ibunya untuk menempuh pendidikan sampai selesai maka ia pun menyetujuinya maka
pergilah ia ke singapura. Setelah melewati 3 tahun tibalah di hari wisudanya
, ia berharap agar kak nanda datang di
hari wisudanya. Sekaligus dia mau menyampaikan perasaan nya selama ini kepada
kak nanda. Ketika hari H nya sudah datang ia pun di nobatkan sebagai mahasiswa
lulusan terbaik , ia pun naik ke podium dan melihat seluruh orang yang datang
tapi tak terlihat kak nanda dan angga. Dia pun mengucapkan " ibu , gelar ini ku persembahkan untukmu" maka terdengarlah suara tepuk tangan dari pojok ruangan , ternyata itu adalah kak nanda . Maka
selesai lah upacara wisuda dan kak nanda memberikan ucapan selamat kepada
andrea , tapi tak di sangka kak nanda datang bersama angga dan kak nisa . Kak nisa memberitahukan andrea agar datang ke
pernikahan mereka , andrea pun terkejut dan merasa kecewa. Karena kekecewaan
yang berat andrea pun tak menghadiri pernikahan mereka. Hingga sebulan
kemudian andrea bertanya kepada angga
yang sekarang sudah remaja , dia bertanya " apakah kak nanda sudah menikah
" dan angga mengatakan " iya kak memangnya kenapa!!" Hingga suatu hari andrea pun mendapatkan
email dari kak nisa " hallo andrea apakah kamu baik ? kalu aku tak baik , hubungan rumah
tangga ku tidak harmonis , sifat nanda berubah dia sering meninggalkan
rumah dan hanya diam jika aku ajak bicara"
andrea melihat email itu merasa kasihan dan langsung pulang ke indonesia
untuk menjenguk mereka.
Hingga sampailah ia di Indonesia , dia langsung menuju ke rumah kak nanda dan
dia pun bertemu angga di depan rumah dan langsung bertanya kak nanda mana, tapi
angga menjawab kak nanda sudah pindah ke
rumah baru karena dia sudah menikah.
Andrea pun istirahat di halaman belakang di kursi kayu dan terdengarlah
suara mobil parkir di halaman rumah
tertanya itu kak nanda , kak nanda tanpa sadar langsung ke taman belakang dan
dia kaget melihat andrea ada di Indonesia. Nanda pun bertanya " kapan kamu
pulang ??" Andrea menjawab " kemarin kak " . Suasana diantara
mereka sangat canggung . Hingga pamitlah kak nanda pulang. Lalu andrea bertanya
kepada angga tentang hubungan kak nanda dan kak nisa. Angga pun menceritakan
semua, di malam yang sunyi itu " ketika kak nanda mau menikah dia menunggu
kakak agar datang , hingga suatu hari
dia bertengkar dengan kak nisa . Ketika sudah bertengkar , kak nanda sering
memandangi foto kakak , itu yang nanda tahu tentang kak nanda dan kak nisa
selama mereka tinggal di rumah ini , setelah merek pindah , angga sudah tidak
tahu lagi. Oh iya kak nanda juga masih sering datang ke lahan kosong tempat
rumah lama kita dulu dia sering melamun di bawah pohon gersen. Setelah bercerita semua , terdengar suara
telfon "kring kring" , andrea pun mengangkat nya ternyata itu dari
kak nisa " hallo andrea , kakak dengar kamu ada di Indonesia , kakak menelfon kamu mau bertanya apakah kak
nanda ada di situ " lalu andrea menjawab " tidak ada kak " .
Lalu kak nisa berkata " aku
sudah tidak tahan andrea malam ini aku akan pulang ke rumah orang tua ku aku
capek andrea , nanda kalau pulang tidak pernah berbicara dan sering keluar
malam , dan jika aku bertanya dia tak
menjawab padahal aku sedang hamil , aku
sedang membutuhkan perhatiannya. Jika
memang dia mau berpisah aku akan menunggu talaknya " mendengar semua itu
andrea merasa bersalah dia pun langsung menutup telfon .
Andrea pun pergi ke lahan kosong tempat
di mana dia tinggal dulu , lahan itu
tidak terlalu jauh hanya beberapa menit
dia pun sampai dia hanya berlari seperti orang bodoh dengan sepoi angin
mengibarkan rambutnya yang terurai . Tak lama kemudian sampailah ia di lahan
itu. Dia mencari kak nanda , ternyata feeling nya tidak salah dia menemukan
seorang lelaki yang di kenalinya , duduk di bawah pohon gersen sambil memegang
dan melihat daun gersen . Tempat itu dulu adalah tempat dimana ia bercanda ,
dan berbincang berdua bersama kak nanda. Maka berdirilah andrea di depan kak nanda , nanda pun terkejut dan langsung
tersentak berdiri. Andrea pun berkata " kenapa kak nanda tak mengatakanya
dulu kalau kak nanda menyukai diri ku padahal saya menyukai kak nanda . Nanda
pun berdiri diam kaku tak menjawab , seandainya kak nanda mengatakanya kak
nanda tak akan semenderita ini. Kak nanda sudah menjadi suami orang saya harap
kak nanda tak menyiksa diri kak nanda , sebaiknya kak nanda menjalani hidup
seperti biasanya karena kak nisa sudah mengandung , dia membutuhkan kasih
sayang dan perhatian dari kakak. Andrea
pun meninggalkan nandabersama angin malam yang dingin setelah mengatakan itu
semua. Andrea pun kembali menjalani hari
harinya seperti biasanya tapi dia memiliki kebiasaan tidak bisa naik bis karena
jika dia naik bis ia takut akan teringat kak nanda. Dia berusaha menghilangkan rasa cinta bersama
hujan yang turun di tengah malam. Begitulah andrea tak bisa memiliki malaikat penolongnya.
πEND π

Tidak ada komentar:
Posting Komentar