Selasa, 20 November 2018

Masa SMA-ku By Hendra


Masa SMA-ku

By  Hendra



Saya merupakan anak sekolahan yang sekarang telah menduduki bangku SMA. Masa-masa sebagai murid SMA memang menjadi masa yang paling lengkap dalam hal persahabatan, kegembiraan, kesedihan, dan kebersamaan yang mungkin tidak akan saya jumpai di masa yang akan datang. Meski selalu merasa ingin terus bersama, tetapi kami harus berpisah demi meraih cita-cita kami masing-masing.
Pertama kali saya memasuki SMA tepatnya di SMAN 12 BOMBANA kurang lebih 2,5 tahun yang lalu. Saya berpikir bahwa  hari-hari di Sekolah akan di penuhi dengan ketegangan dan kesibukan. Namun setelah menjalani masa pembelajaran, anggapanku ternyata salah. Di sekolah ini aku bertemu dan menjumpai berbagai macam sifat dan cara mengajar guru yang berbeda-beda. Ya, seperti yang kalian tahu, ada guru yang membuat kita sangat senang dan betah di kelas karena candaan dan cara mengajar yang kreatif. Lalu, ada pula guru yang ketika masuk dikelas, kelas langsung jadi seperti rumah kosong tak berpenghuni. Bukan karna fokus mengikuti pelajaran, tapi fokus menunggu, menunggu waktu pelajaran selesai 😁.
Bukan hanya guru, teman-teman murid yang lain juga beragam tampilan dan isinya, bukan hanya TOPLES wafer saja yang beragam. Saya sendiri memiliki beberapa teman lama dari SMP yang sama dan beberapa teman yang baru. Bukan hanya sifat teman baru yang membuat saya kaget, kagum, dan heran. Namun teman lama bahkan lebih mengejutkan, perubahan yang sangat besar terjadi pada sebagian teman lamaku. Mungkin karena pengaruh lingkungan persahabatan atau mungkin keluarga. Entahlah, saya tidak mau pusing memikirkan hal tersebut, cukup saya tetap menerima dia sebagai teman. Kecuali teman konyolku yang tidak pernah berubah sama sekali dan selalu membuat orang ketawa, walaupun terkadang juga ada yang sedikit heran sih.
Di sekolah ini juga ada 3 kali perombakan kelas. Dan pada akhir perombakan itu, saya berada di kelas x-1. Pada masa awal pembelajaran, dikelasku kedatangan siswa baru. Dia sangat pendiam, namanya juga siswa baru pasti begitu. Lama kelamaan kami semua akrab dan seperti biasa, kami juga saling ejek. Eiiits, tapi Cuma sekedar bercanda dan itu merupakan bumbu pelengkap pertemanan bagi kami.
Namun, kebersamaan itu bertahan 1 tahun. Sebab, kami sudah harus memilih jurusan masing-masing. Kelas jadi seperti kedatangan murid baru lagi dan seperti dulu, keadaan itu hanya bertahan beberapa hari saja. Di kelas xi ini saya kembali ikut serta dalam kegiatan OSIS. Sewaktu kelas x saya bertugas sebagai bendahara. Bukan bundahara yaa!  Karena itu panggilan temanku kepada ibunya kalau dia sedang butuh uang hehe. Kemudian  Pada kelas xi saya terpilih menjadi ketua OSIS. Sebenarnya saya tidak mau, karena tanggung jawabnya besar. Tapi saya malah di daftarkan oleh teman lamaku, sangat lama, bahkan bisa di bilang teman yang sudah berjamur. Karena saya sudah berteman dari TK hingga SMA selalu dalam kelas yang sama dan terpisah di kelas xi ini, Namanya Erwin dan Gusti. Teman yang satu kadang kencang kadang kendor, satu lagi malah kendor terus. Saya bukan bahas masalah karet yaa!!  Tapi sifat mereka yang suka buat orang ketawa meskipun dalam keadaan  tertindas.
Menjalani tugas sebagai ketua OSIS memang berat, tapi untungnya ketua OSIS-nya ada dua. Saya sebagai Ketua OSIS 2 dan Gusti sebagai ketua OSIS 1.  Saya juga heran, kenapa  suara yang memilih jumlahnya bisa sama, akhirnya yang diangkat menjadi ketua OSIS jadi 2 orang. Saya juga tidak tahu apakah di sekolah lain juga pernah kejadian hal yang sama atau tidak. menurutku ini hal yang aneh di mana ada dua pemimpin. Tapi saya juga sedikit senang, karena tugas ketua OSIS jadi terbagi dua, sehingga tugasku jadi lebih mudah. Hari-hariku sebagai ketua OSIS tidak terlalu mencolok dan hanya menjalankan tugas yang biasa-biasa saja, tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik.
Hari-hariku di kelas dua di isi dengan berbagai kesenangan bersama teman dan kesibukan dalam menyelesaikan tugas dari sekolah. Saya berangkat ke sekolah dari jam 6.15 hingga 6.25am dan saya tiba di sekolah sebelum pukul 7.35, oleh karena itu saya sama sekali belum pernah terlambat ke sekolah. Sebab bel apel pagi baru berbunyi pada pukul 7.45am. Tapi saya bukan siswa yang paling pertama tiba di sekolah, karena saya memiliki banyak teman yang rajin. Bahkan pukul 6.25am banyak yang sudah di kelas, apalagi jika ada tugas. Hmmm jangan di tanya lagi! Hampir seluruh siswa berubah jadi rajin dan sudah stanby di kelas berdiskusi dan saling bertukar jawaban. Sungguh pemandangan yang lucu bila di kenang-kenang lagi.  Apalagi ketika ulangan, ada yang membuka jimat-jimat, ada yang tiba-tiba jadi jerapah, ada yang seperti mau menyebrangi jalan yang menoleh kesana kemari tidak jelas. Meskipun sedang ulangan, saya masih sempat melihat lihat situasi seperti itu dikelas dengan berbagai ekspresi yang membuat saya menahan tawa. Pada saat ulangan saya juga berubah, berubah jadi sedikit tuli, yaaa setidaknya itulah kata teman-temanku yang sedikit menerima jawaban. Padahalkan saya juga mendengarkan mereka hanya saja saya lebih memilih fokus mengerjakan soal, bagaimana jadinya kalau fokus kita jadi terbagi-bagi. Perhatian untuk kalian saja tidak mau di bagi-bagi, apalagi rasa fokus. Pada saat pembagian hasil ulangan, untungnya nilaiku cukup bagus. Meskipun ada beberapa nilai mata pelajaran yang menurun di banding semester lalu. Namun nilaiku sangat meningkat di mata pelajaran bahasa indonesia. Huh, untungnya saya tertolong dengan nilai bahasa indonesia yang sangat tinggi.  Singkat cerita, kami menghadapi penaikan kelas. Terlebih dahulu pada pagi hari pengumuman juara umum dan saya mendapat juara 3 padahal semester lalu saja mendapat juara 1. Meskipun peringkat saya menurun akan tetapi nilai saya masih ada peningkatan.  Setelah itu, barulah kami memasuki kelas masing-masing untuk menerima laporan hasil belajar kami selama 1 semester. Alhamdulillah, kami semua naik ketingkat kelas yang lebih tinggi.  
Sebelum penaikan kelas, di sekolah diadakan porseni antar kelas. Saya merupakan siswa yang kurang tertarik dalam bidang olahraga maupun seni, utamanya bernyanyi. Bagaimana tidak, bernyanyi di kelas saja baru 1 baris lagu semua malah tertawa. Apalagi jika harus bernyanyi di hadapan ratusan siswa dan beberapa guru. Di kelasku sangat sedikit yang berminat dalam olahraga. Akhirnya, pada saat pembacaan juara lomba di tiap cabang. Kelasku hanya memegang 4 juara.
Sekarang saya menduduki bangku kelas xii bersama teman-teman yang lain.  Mengawali hari-hari di kelas xii dengan semangat belajar baru dan cita-cita yang semakin bulat untuk kami wujudkan. Di kelas, kami semua saling membantu dan menolong satu sama lain dan beberapa kali kelas xii ipa2 tempatku mendapat pujian dari guru-guru karena kebersihan dan ketertiban, meskipun masih ada 1 atau 2 siswa yang sering melanggar.
Namun, Kami semua tetaplah bersahabat dan tak butuh kata-kata indah seperti kata dalam puisi “senja untuk pacarku” untuk bisa selalu mengahargai. Meskipun kadang saling caci, tapi kami tak pernah mengeluarkan kata-kata mengecewakan yang menyakitkan seperti  dalam puisi “jawaban alina”. Itulah kisah singkat masa SMAku. Itulah kami yang sekarang berada di kelas xii  ipa 2.






 

 






1 komentar:

  1. Keren!! Saya selalu tertarik pada cerita sekolahan atau anak remaja, ingin mengenal lebih dalam kemeriahan masa masa ini.

    BalasHapus

Mengelola Informasi dalam Ceramah

 BAB III 1. Mengelola Informasi dalam Ceramah          Pernahkan kamu mendengar ceramah?          Apakah kamu suka ketika mendengar ceramah?...