Selasa, 20 November 2018

Masa SMA-ku By Hendra


Masa SMA-ku

By  Hendra



Saya merupakan anak sekolahan yang sekarang telah menduduki bangku SMA. Masa-masa sebagai murid SMA memang menjadi masa yang paling lengkap dalam hal persahabatan, kegembiraan, kesedihan, dan kebersamaan yang mungkin tidak akan saya jumpai di masa yang akan datang. Meski selalu merasa ingin terus bersama, tetapi kami harus berpisah demi meraih cita-cita kami masing-masing.
Pertama kali saya memasuki SMA tepatnya di SMAN 12 BOMBANA kurang lebih 2,5 tahun yang lalu. Saya berpikir bahwa  hari-hari di Sekolah akan di penuhi dengan ketegangan dan kesibukan. Namun setelah menjalani masa pembelajaran, anggapanku ternyata salah. Di sekolah ini aku bertemu dan menjumpai berbagai macam sifat dan cara mengajar guru yang berbeda-beda. Ya, seperti yang kalian tahu, ada guru yang membuat kita sangat senang dan betah di kelas karena candaan dan cara mengajar yang kreatif. Lalu, ada pula guru yang ketika masuk dikelas, kelas langsung jadi seperti rumah kosong tak berpenghuni. Bukan karna fokus mengikuti pelajaran, tapi fokus menunggu, menunggu waktu pelajaran selesai 😁.
Bukan hanya guru, teman-teman murid yang lain juga beragam tampilan dan isinya, bukan hanya TOPLES wafer saja yang beragam. Saya sendiri memiliki beberapa teman lama dari SMP yang sama dan beberapa teman yang baru. Bukan hanya sifat teman baru yang membuat saya kaget, kagum, dan heran. Namun teman lama bahkan lebih mengejutkan, perubahan yang sangat besar terjadi pada sebagian teman lamaku. Mungkin karena pengaruh lingkungan persahabatan atau mungkin keluarga. Entahlah, saya tidak mau pusing memikirkan hal tersebut, cukup saya tetap menerima dia sebagai teman. Kecuali teman konyolku yang tidak pernah berubah sama sekali dan selalu membuat orang ketawa, walaupun terkadang juga ada yang sedikit heran sih.
Di sekolah ini juga ada 3 kali perombakan kelas. Dan pada akhir perombakan itu, saya berada di kelas x-1. Pada masa awal pembelajaran, dikelasku kedatangan siswa baru. Dia sangat pendiam, namanya juga siswa baru pasti begitu. Lama kelamaan kami semua akrab dan seperti biasa, kami juga saling ejek. Eiiits, tapi Cuma sekedar bercanda dan itu merupakan bumbu pelengkap pertemanan bagi kami.
Namun, kebersamaan itu bertahan 1 tahun. Sebab, kami sudah harus memilih jurusan masing-masing. Kelas jadi seperti kedatangan murid baru lagi dan seperti dulu, keadaan itu hanya bertahan beberapa hari saja. Di kelas xi ini saya kembali ikut serta dalam kegiatan OSIS. Sewaktu kelas x saya bertugas sebagai bendahara. Bukan bundahara yaa!  Karena itu panggilan temanku kepada ibunya kalau dia sedang butuh uang hehe. Kemudian  Pada kelas xi saya terpilih menjadi ketua OSIS. Sebenarnya saya tidak mau, karena tanggung jawabnya besar. Tapi saya malah di daftarkan oleh teman lamaku, sangat lama, bahkan bisa di bilang teman yang sudah berjamur. Karena saya sudah berteman dari TK hingga SMA selalu dalam kelas yang sama dan terpisah di kelas xi ini, Namanya Erwin dan Gusti. Teman yang satu kadang kencang kadang kendor, satu lagi malah kendor terus. Saya bukan bahas masalah karet yaa!!  Tapi sifat mereka yang suka buat orang ketawa meskipun dalam keadaan  tertindas.
Menjalani tugas sebagai ketua OSIS memang berat, tapi untungnya ketua OSIS-nya ada dua. Saya sebagai Ketua OSIS 2 dan Gusti sebagai ketua OSIS 1.  Saya juga heran, kenapa  suara yang memilih jumlahnya bisa sama, akhirnya yang diangkat menjadi ketua OSIS jadi 2 orang. Saya juga tidak tahu apakah di sekolah lain juga pernah kejadian hal yang sama atau tidak. menurutku ini hal yang aneh di mana ada dua pemimpin. Tapi saya juga sedikit senang, karena tugas ketua OSIS jadi terbagi dua, sehingga tugasku jadi lebih mudah. Hari-hariku sebagai ketua OSIS tidak terlalu mencolok dan hanya menjalankan tugas yang biasa-biasa saja, tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik.
Hari-hariku di kelas dua di isi dengan berbagai kesenangan bersama teman dan kesibukan dalam menyelesaikan tugas dari sekolah. Saya berangkat ke sekolah dari jam 6.15 hingga 6.25am dan saya tiba di sekolah sebelum pukul 7.35, oleh karena itu saya sama sekali belum pernah terlambat ke sekolah. Sebab bel apel pagi baru berbunyi pada pukul 7.45am. Tapi saya bukan siswa yang paling pertama tiba di sekolah, karena saya memiliki banyak teman yang rajin. Bahkan pukul 6.25am banyak yang sudah di kelas, apalagi jika ada tugas. Hmmm jangan di tanya lagi! Hampir seluruh siswa berubah jadi rajin dan sudah stanby di kelas berdiskusi dan saling bertukar jawaban. Sungguh pemandangan yang lucu bila di kenang-kenang lagi.  Apalagi ketika ulangan, ada yang membuka jimat-jimat, ada yang tiba-tiba jadi jerapah, ada yang seperti mau menyebrangi jalan yang menoleh kesana kemari tidak jelas. Meskipun sedang ulangan, saya masih sempat melihat lihat situasi seperti itu dikelas dengan berbagai ekspresi yang membuat saya menahan tawa. Pada saat ulangan saya juga berubah, berubah jadi sedikit tuli, yaaa setidaknya itulah kata teman-temanku yang sedikit menerima jawaban. Padahalkan saya juga mendengarkan mereka hanya saja saya lebih memilih fokus mengerjakan soal, bagaimana jadinya kalau fokus kita jadi terbagi-bagi. Perhatian untuk kalian saja tidak mau di bagi-bagi, apalagi rasa fokus. Pada saat pembagian hasil ulangan, untungnya nilaiku cukup bagus. Meskipun ada beberapa nilai mata pelajaran yang menurun di banding semester lalu. Namun nilaiku sangat meningkat di mata pelajaran bahasa indonesia. Huh, untungnya saya tertolong dengan nilai bahasa indonesia yang sangat tinggi.  Singkat cerita, kami menghadapi penaikan kelas. Terlebih dahulu pada pagi hari pengumuman juara umum dan saya mendapat juara 3 padahal semester lalu saja mendapat juara 1. Meskipun peringkat saya menurun akan tetapi nilai saya masih ada peningkatan.  Setelah itu, barulah kami memasuki kelas masing-masing untuk menerima laporan hasil belajar kami selama 1 semester. Alhamdulillah, kami semua naik ketingkat kelas yang lebih tinggi.  
Sebelum penaikan kelas, di sekolah diadakan porseni antar kelas. Saya merupakan siswa yang kurang tertarik dalam bidang olahraga maupun seni, utamanya bernyanyi. Bagaimana tidak, bernyanyi di kelas saja baru 1 baris lagu semua malah tertawa. Apalagi jika harus bernyanyi di hadapan ratusan siswa dan beberapa guru. Di kelasku sangat sedikit yang berminat dalam olahraga. Akhirnya, pada saat pembacaan juara lomba di tiap cabang. Kelasku hanya memegang 4 juara.
Sekarang saya menduduki bangku kelas xii bersama teman-teman yang lain.  Mengawali hari-hari di kelas xii dengan semangat belajar baru dan cita-cita yang semakin bulat untuk kami wujudkan. Di kelas, kami semua saling membantu dan menolong satu sama lain dan beberapa kali kelas xii ipa2 tempatku mendapat pujian dari guru-guru karena kebersihan dan ketertiban, meskipun masih ada 1 atau 2 siswa yang sering melanggar.
Namun, Kami semua tetaplah bersahabat dan tak butuh kata-kata indah seperti kata dalam puisi “senja untuk pacarku” untuk bisa selalu mengahargai. Meskipun kadang saling caci, tapi kami tak pernah mengeluarkan kata-kata mengecewakan yang menyakitkan seperti  dalam puisi “jawaban alina”. Itulah kisah singkat masa SMAku. Itulah kami yang sekarang berada di kelas xii  ipa 2.






 

 






"CINTA SI PENGAMEN KECIL UNTUK MALAIKAT PENOLONGNYA" By Erwin


"CINTA SI PENGAMEN KECIL UNTUK MALAIKAT PENOLONGNYA"
By Erwin






          Pagi yang cerah  terpercik dan masuk ke sela sela rumah gardus yang sederhana yang mungkin sewaktu waktu akan rubuh oleh  terpaan angin . Silau matahari pagi membuat anak perempuan yang bernama andrea yang  berumur 11 tahun tersebut terbangun dari tidurnya yang tampak amat lelah. Dia tinggal bersama dengan ibu dan adik laki lakinya yang berumur 7 tahun. Sepeninggalan ayah nya mereka terpaksa menghadapi hidup yang pahit di dunia buas ini.

         Pagi itu andrea  memakai seragam nya yang kumuh untuk pergi ke sekolah . Dia adalah pelajar SEKOLAH DASAR. Dia selalu giat belajar agar dapat mengangkat derajat keluarganya.  Sepulangnya  dari sekolah dia langsung pulang dan mengganti baju seragamnya dengam baju sehari hari. Tapi baju itu jauh dari kata layak tapi apalah yang hendak  di kata jika tuhan telah menwntukan takdir ini.

         Bersama adik laki lakinya yang  kerap di sapa  angga  , mereka berjalan menyusuri jalan dan mencari orang yang berbaik hati untuk memberikan mereka uang receh dengan mendengarkan suara mereka yang tidak begitu indah. Hanya rasa kasihan yang membuat orang orang mau memberikan uang kepada mereka. Sinar matahari mulai menyengat kulit mereka yang hanya di lapisi kain yang sangat tipis dan tak layak pakai. Hingga andrea melihat angga sudah lelah berjalan dan tampak lesu . Dan andrea pun mengatakan " angga apa kau lapar"katanya . " iya kak" jawab angga dengan cepat. Maka andrea pun memilih berteduh dan mencari makanan untuk adik kesayangannya itu. Setelah begitu lama berada di pinggir jalan . Matahari pun mulai tampak remang remang di langit barat. Maka andrea pun memutuskan untuk naik bus agar bisa mengamen di dalam bus tersebut.

        Tak lama waktu berlalu maka singgahlah sebuah bis berwarna biru dan masuklah andrea bersama adiknya. Tentu mreka tampak berbeda dengan orang orang yang ada dalam bis . Tampilan mereka dengan baju compang campignya dan tanpa alas kaki  dan kulit yang berwarna sawo matang membuat mereka tampak dekil di mata orang orang. Tapi andrea tak memperdulikan perbedaan itu , dia hanya memikirkan bagaimna caranya agar bisa hidup di dunia yang buas ini.

        Di dalam bis itu andrea mulai menggoyangkan alat musik nya yang  terbuat dari tutup minuman. Hanya bunyi krincing krincing yang menjadi melodi lagu mereka dan mereka mulai bernyanyi dan terus bernyanyi hingga di akhir lagu , angga mulai mengitari dalam bis dan menyodorkan sekantong plastik untuk upah nya bernyanyi dari setiap orang. Ternyata mereka beruntung hari ini  , mereka mendapatkan cukup banyak rejeki. Wajah mereka tampak gembira dan mereka pun berencana turun dari bis. Ketika andrea melangkahkan kaki nya ke 4 kalinya dia merasa kakinya tertusuk paku tindis tapi meskipun itu paku tindis itu cukup melukai kaki andrea yang telanjang . Kaki andrea pun tampak mengalir darah yang cukup banyak , tapi andrea adalah sosok yang kuat dia tetap menahan sakit. Dia mencabut paku tindis itu dari kakinya. Tapi darah dari kakinya tak mau berhenti hingga datanglah seseorang yang langsung tunduk dan memegang kakinya yang bersimba darah dan kotor . Andrea pun menoleh dia melihat sosok seorang lelaki yang berumur sekitar 23 tahun dengan  penampilan bersih dan terawar. Dalam pikiran andrea pun terlintas apakah orang ini tidak jijik memegang kakinya yang kotor dan dekil itu. Lelaki itu hendak membalut kaki andrea dengan sapu tangan nya yang putih dan amat bersih. Dengan tangkas andrea menarik kakinya dan melarang lelaki itu membalut kakinya . " kaki ku ini kotor, nanti sapu tangan anda bisa kotor saya tidak sanggup mengganti nya" kata andrea maka  bersahut lah lelaki tersebut " tak apa kaki mu lebih berharga ini hanya sapu tangan biasa " kata lelaki itu dengan suara  yan ceria dan meyakinkan.

         Andrea pun kembali menyodorkan kakinya dan lelaki itu mulai membalut kakinya. Sementara lelaki itu membalut kakinya andrea terus menatap wajah lelaki itu , ia berpikir apakah ini adalah malaikat penolongnya yang akan membawa kebahagiaan di dunia yang kejam ini. Setelah membalut kaki andrea mereka pun keluar dari bus dan andrea pun bertanya " kakak namanya siapa"maka lelaki itu menjawab nama saya Nanda"balasnya.


         Setelah  perbincangan mereka nanda menawarkan untuk mengantar mereka pulang , andrea pun cukup senang maka mereka pun bergegas . Sesampainya di rumah  , ibu andrea sudah menunggu mereka , ibu andrea bekerja sebagai buruh cuci harian , dan ibu langsung bertanya " andrea siapa ini ??" Sebelum andrea menjawab nanda sudah memperkenalkan diri terlebih dahulu " halllo bu saya nanda , saya ketemu mereka tadi di bis!!" Ucap nanda. Kemudian ibu andrea mempersilahkan nanda masuk ke rumah sederhana nya itu , lalu mereka berbincang dan nanda menawarkan agar andrea tetap lanjut sekolah , urusan biaya akan di tangani nya. Ibu andrea pun tampak ragu menerima nya tapi nanda menyakinkan nya " ibu pendidikan itu penting dan saya melakukan ini karena saya menyayagi mereka dan saya merindukan sosok seorang ibu". Akhirnya ibu andrea pun mengiyakan hal tersebut. Maka pada minggu pagi andrea bersiap untuk pergi ke toko untuk membeli peralatan sekolah bersama nanda termasuk seragam karena seragam nya sudah tak layak pakai. Ketika nanda sudah datang , berteriaklah angga " ibu ibu! Kak nanda sudah datang" teriak angga . Dan ibu andrea pun mengantar mereka samapai masuk ke dalam mobil dan pergi lah mereka .

           Dengan bantuan biaya dari nanda akhirnya  andrea lulus sd dan lanjut ke jenjang smp  . Di sore hari itu ketika andrea sedang belajar di bawah pohon gersen maka datanglah kak nanda dan mengajak nya mengobrol dan tertawa bersama . mereka berdua terus berbincang hingga lupa waktu pun sudah malam dan nanda pun pamit pulang kepada ibu andrea , sebelum pulang nanda memberikan seamplop uang untuk modal bagi ibu andrea dan  ibu andrea pun menerimanya dan mengucapkan "terima kasih  dan nanda kamu boleh menganggap saya sebagai ibu mu" ucapnya. Nanda pulang dengan mobilnya , suara mobilnya semakin jauh semakin tak menghilang dan meninggalkan mereka dari kejauhan dan hanya tersisa sunyinya malam di lahan kosong dengan rumah sederhana tunggalnya. Tak terasa cinta andrea tumbuh perlahan untuk kak nanda.  Setelah andrea masuk jenjang sma , mereka pun mulai pindah rumah karena usaha kue ibunya sudah mencukupi untuk menyewa rumah yang lebih layak. Kak nanda pun setiap hari datang ke rumah andrea layaknya seorang kakak. Hingga suatu waktu andrea merasa aneh karena kak nanda sudah jarang datang  . Tapi malam itu terdengar suara mobil yang parkir di depan rumahnya dan dia pun langsung membuka pintu dan di depan pintu sudah ada kak nanda dengan teman wanitanya yang bernama Nisa. Hal itu membuat cemburu andrea , dia berpikir apakah dia terlalu serakah jika  menginginkan malaikat penolongnya menjadi  kekasihnya. Tapi andrea tak tahu apakah kak nanda juga menyukainya atau kah hanya  menganggap sebagai pengamen kecil yang di bantunya .  Ketika andrea sudah di kelas 3 sma , masalah datang kembali menghampirinya , suatu waktu kita dia pulang sekolah dia langsung mengetuk pintu rumah nya tapi tak ada yang menjawab dan suasana rumah tampak sunyi tak seperti biasanya. Lalu andrea berinisiatif untuk bertanya ke tetangga dan tetangga pun memberitahu andrea bahwa ibunya tadi pingsan dan di bawa ke rumah sakit. Tanpa berpikir panjang  dia langsung ke rumah sakit di sana sudah ada kak nanda , nisa dan  angga .   Lalu andrea langsung bertanya kepada kak nanda dan kak nanda memberitahukan bahwa  " bersabar lah andrea , ibu mu sudah meninggal  . Seketika tubuh andrea terjatuh dan tangis pun sentak mengisi ruang tunggu tersebut.

        Setelah pemakaman ibunya , andrea tampak lesu  dan kak nanda menhapiri andrea dan menawarkan untuk tinggal dengan dirinya. Tanpa berpikir panjang andrea pun mengangguk dengan lemah. Bagaimna tidak andrea tampak lesu , baru saja dia meraskan kebahagian tapi sudah datang masalah berat tersebut. Andrea menjalani  hari hari nya di rumah kak nanda , biasanya dia membantu kak nanda mengajar  anak anak yang kurang mampu . Ia berpikir bahwa anak anak itu adalah cerminan dirinya. Setelah lulus sma , kak nanda menyarankan agar  andrea kuliah di singapura tapi andrea berat meninggalkan adiknya tapi demi janjinya kepada ibunya untuk menempuh pendidikan sampai selesai maka ia pun menyetujuinya maka pergilah ia ke singapura. Setelah melewati 3 tahun tibalah di hari wisudanya ,  ia berharap agar kak nanda datang di hari wisudanya. Sekaligus dia mau menyampaikan perasaan nya selama ini kepada kak nanda. Ketika hari H nya sudah datang ia pun di nobatkan sebagai mahasiswa lulusan terbaik , ia pun naik ke podium dan melihat seluruh orang yang datang tapi tak terlihat kak nanda dan angga. Dia pun mengucapkan "  ibu , gelar ini ku persembahkan untukmu"  maka terdengarlah suara tepuk tangan  dari pojok ruangan  , ternyata itu adalah kak nanda . Maka selesai lah upacara wisuda dan kak nanda memberikan ucapan selamat kepada andrea , tapi tak di sangka kak nanda datang bersama angga dan kak nisa .  Kak nisa memberitahukan andrea agar datang ke pernikahan mereka , andrea pun terkejut dan merasa kecewa. Karena kekecewaan yang berat andrea pun tak menghadiri pernikahan mereka. Hingga sebulan kemudian  andrea bertanya kepada angga yang sekarang sudah remaja , dia bertanya " apakah kak nanda sudah menikah " dan angga mengatakan " iya kak memangnya kenapa!!"    Hingga suatu hari andrea pun mendapatkan email dari kak nisa " hallo andrea apakah kamu  baik ? kalu aku tak baik , hubungan rumah tangga ku  tidak harmonis ,  sifat nanda berubah dia sering meninggalkan rumah dan hanya diam jika aku ajak bicara"  andrea melihat email itu merasa kasihan dan langsung pulang ke indonesia untuk menjenguk mereka.

       Hingga sampailah ia di Indonesia ,  dia langsung menuju ke rumah kak nanda dan dia pun bertemu angga di depan rumah dan langsung bertanya kak nanda mana, tapi angga menjawab kak nanda sudah pindah  ke rumah baru karena dia sudah menikah.  Andrea pun istirahat di halaman belakang di kursi kayu dan terdengarlah suara mobil parkir di  halaman rumah tertanya itu kak nanda , kak nanda tanpa sadar langsung ke taman belakang dan dia kaget melihat andrea ada di Indonesia. Nanda pun bertanya " kapan kamu pulang ??" Andrea menjawab " kemarin kak " . Suasana diantara mereka sangat canggung . Hingga pamitlah kak nanda pulang. Lalu andrea bertanya kepada angga tentang hubungan kak nanda dan kak nisa. Angga pun menceritakan semua, di malam yang sunyi itu " ketika kak nanda mau menikah dia menunggu kakak agar datang  , hingga suatu hari dia bertengkar dengan kak nisa . Ketika sudah bertengkar , kak nanda sering memandangi foto kakak , itu yang nanda tahu tentang kak nanda dan kak nisa selama mereka tinggal di rumah ini , setelah merek pindah , angga sudah tidak tahu lagi. Oh iya kak nanda juga masih sering datang ke lahan kosong tempat rumah lama kita dulu dia sering melamun di bawah pohon gersen.  Setelah bercerita semua , terdengar suara telfon "kring kring" , andrea pun mengangkat nya ternyata itu dari kak nisa " hallo andrea , kakak dengar kamu ada di Indonesia ,  kakak menelfon kamu mau bertanya apakah kak nanda ada di situ " lalu andrea menjawab " tidak ada kak " .

           Lalu kak nisa berkata " aku sudah tidak tahan andrea malam ini aku akan pulang ke rumah orang tua ku aku capek andrea , nanda kalau pulang tidak pernah berbicara dan sering keluar malam  , dan jika aku bertanya dia tak menjawab  padahal aku sedang hamil , aku sedang membutuhkan perhatiannya.  Jika memang dia mau berpisah aku akan menunggu talaknya " mendengar semua itu andrea merasa bersalah dia pun langsung menutup telfon .
   
       Andrea pun pergi ke lahan kosong tempat di mana dia tinggal dulu ,  lahan itu tidak terlalu jauh  hanya beberapa menit dia pun sampai dia hanya berlari seperti orang bodoh dengan sepoi angin mengibarkan rambutnya yang terurai . Tak lama kemudian sampailah ia di lahan itu. Dia mencari kak nanda , ternyata feeling nya tidak salah dia menemukan seorang lelaki yang di kenalinya , duduk di bawah pohon gersen sambil memegang dan melihat daun gersen . Tempat itu dulu adalah tempat dimana ia bercanda , dan berbincang berdua bersama kak nanda. Maka berdirilah andrea di depan  kak nanda , nanda pun terkejut dan langsung tersentak berdiri. Andrea pun berkata " kenapa kak nanda tak mengatakanya dulu kalau kak nanda menyukai diri ku padahal saya menyukai kak nanda . Nanda pun berdiri diam kaku tak menjawab , seandainya kak nanda mengatakanya kak nanda tak akan semenderita ini. Kak nanda sudah menjadi suami orang saya harap kak nanda tak menyiksa diri kak nanda , sebaiknya kak nanda menjalani hidup seperti biasanya karena kak nisa sudah mengandung , dia membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari kakak.  Andrea pun meninggalkan nandabersama angin malam yang dingin setelah mengatakan itu semua.  Andrea pun kembali menjalani hari harinya seperti biasanya tapi dia memiliki kebiasaan tidak bisa naik bis karena jika dia naik bis ia takut akan teringat kak nanda.  Dia berusaha menghilangkan rasa cinta bersama hujan yang turun di tengah malam. Begitulah andrea  tak bisa memiliki malaikat penolongnya.


                                                 πŸ˜€END πŸ˜€

Sebatas angan angan by Rahmiati Sasamita


Sebatas angan angan
by Rahmiati Sasamita


      
                Hari itu tepatnya tanggal 14 desember 2018 entah mengapa aku gugup mendapat balasan chat darinya. Entah habis tersambar petir dimana, ia mengirimkan pesan tak seperti biasanya
 pesan itu mengungkapkan semua isi hatinya padaku. Aku yang tadinya sudah mempersiapakan senjata candaan, sebelum melihat balasan pesan darinya kini berubah menjadi gugup seperti patung candi prambanan yang kokoh berdiri tegak tanpa kedipan mata.:*
                  Pesan itu, berisi ungakapan hatinya ternyata ia diam diam menyimpan perasaan padaku. Ntah mengapa aku tak berpikir panjang memberanikan diri membuka hati lagi untuk pria. setelah sebelumnya ketika teman temanku membahas tentang cinta perutku seketika terasa mules dan Anti dengan kata itu.hari itu mungkin aku sedang mimpi di siang bolong  aku  tiba tiba saja mengiyakan pesan cinta darinya artinya aku membalas perasaannya padaku ,,,,,cieeeeeee
Padahal sebelumnya, kami hanya berkenalan lewat sosial media Bbm dan facebook.boro boro mau berbincang  langsung  aku bahkan  belum pernah bertemu langsung dan bertatap muka dengannya.
                  Padahal statusku dengannya yang kata anak remaja sekarang istilah "pacaran".  yah ini adalah cinta online  begitulah aku  menyebutnya, Ketika orang lain  saling jatuh cinta pada padangan pertama dan menaruh rasa pada pertemuan awal kedua bola mata mereka  maka dalam kisahku aku akan menyebutnya sebagai  cinta yang datanya berasal dari profil Bbm... Wkwkw aneh kan?
            Kini  sudah hampir satu bulan aku menjalani hubungan dengannya  bercanda ,mengejek satu sama lain itulah kebiasan dan bahkan menjadi tradisi ketika chatingan dengannya karna dia termasuk laki laki yang humoris sehingga membuat siapa saja nyaman  ketika Mengenalnya. Satu bulan mungkin waktu yang cukup lama untukku memendam rasa penasaranku padanya menjalani hubungan tanpa wujud,saat itu aku memberanikan diri mengajaknya  bertemu secara langsung
Aku: piuu piuuuu  mas broo, sebentar sore ada job gk ya?
Dia : sepertinya ada si, mau meeting  dengan Lucita luna 
Aku : waduh Horor banget yak
Dia:  hahha iya lah emang kenapa pak? Tumben nanya- nanya
Aku: Lalu Secara blak blakan aku menggodanya memintanya untuk bertemu denganku.      

         Tentu saja  ia tidak  bisa menolak permintaanku dan kami sepakat bertemu di taman dekat rumahku  jam 4 sore.  Yah   Ini adalah hari  yang ku nanti nanti hari pertama aku bertatap muka dan melihatnya secara langsung gugup? Pasti iya itulah yang kurasakan saat itu dan  ketika di perjalanan jantungku seperti sedang berlomba lari dengan si ganteng Muh zohri dan tentu saja pemenangnya tetap saja muhammad zohri,,wkwk 
Kulihat dari kejauhan seorang pria dengan kaos hitam polos dan celana pendek sepanjang lutut lengkap dengan swallow hijau di kakinya tengah duduk santai memegang handphone di tangannya.
Aku terdiam sejenak, hal yang pertama terlintas dipikarannku apakah memang benar dia orangnya? Aku tidak salah orang kan? dimana kacamata ribenku? Pada saat itu aku masi saja bercanda dengan diriku sambil senyum senyum sok manis di depannya.
Bagaimana tidak, ini pertemuan pertama kita.  Dia   pria yang  menurutku sangat biasa saja jauh dari kriteria pria idaman wanita.  bagiku dia  tak memiliki daya tarik sedikitpun tapi  entah mengapa aku mau dengannya, Setelah hampir 2 jam kami berbincang kami hanya membicarakan Kaos yang kami kenakakan sangat tidak penting untuk pasangan yang baru bertemu langsung. Tapi itulah kenyataan yang  terjadi pada pertemuan pertamaku.
Hari terus berlalu, dan kini aku Merasa nyaman dengannya bahkan  ia  menjadi orang yang sangat ku banggakan dan  menaruh harapan penuh Padanya

           Waktu dengan cepatnya berlalu tak terasa hari ini genap satu tahun kami menjalani hubungan,ia mengirimkan ku pesan singkat ia tiba tiba  ingin bertemu denganku. Tentu saja aku memenuhi permintaannya dan berjanji akan datang di tempat  biasa.  Entah mengapa  perasaanku sangat  aneh tak seperti biasanya yang riang gembira apabila akan berjumpa dengannya, pikiranku seolah bertanya tanya apa yang akan terjadi? Apa bumi akan runtuh ? Dan gunung gunung akan bertebrangan? Pikiranku tak karuan ini jelas bukan diriku yang sesungguhnya..
 sekitar 12 menit aku menunggu  ia pun datang menghampiriku perlahan lahan dan duduk di sebelah ku . ada yang aneh dengannya ia tak seperti biasanya,cara berbicara dan tingkah lakunyapun  sangat berbeda dari sebelumnya aku seperti bertemu orang berbeda dan perlahan aku mulai mencairkan kembali susasana aku mulai melakukan beberapa lelucuon tetapi ia menanggapinya dengan sangat dingin,ini sangat berbeda dengan dirinya yang biasanya riang dan ramah senyum saat bertemu denganku. Tapi aku tak kehabisan akal dan kembali menggodanya dengan candaanku ia tersenyum kecil dan seketika  tangannya perlahan lahan  menggenggam tanganku, aku semakin gugup . ada apa ini?apa yang akan terjadi? Jantungku kembali breaksi  seolah olah akan Berlari keluar dalam tubuhku
   Ia mulai berbicara setelah sebelumnya hanya terdiam menanggapi tingkahku,  perlahan  lahan, kata demi kata keluar dari mulutnya seperti orang yang sedang menahan beban 10 ton saat mengeluarkan kata kata itu, Tangannya  gemetar dan tubuhnya dibasahi keringat tetapi ia tetap saja memberanikan diri. Ia mulai membungkuk di depanku seolah olah ingin memperlihatkan kejantanannya padaku
"Rani  Aku mencintaimu, aku ingin srius denganmu,aku ingin menjadikanmu ratu dalam hidupku, mauka kamu Menjadi istriku?
Mendengar kata itu jantungku seolah olah akan berhenti tubuhku terasa kaku seperti Mumi dalam peti piramida  mesir.
Aku tak tahu harus bereaksi bagaimana
Harus ka aku guling guling kegirangan? Atau aku  harus pura pura pingsan? Itulah terlintas dalam pikiranku
Tetapi tetap saja aku harus pura pura anggun di depannya karena ini adalah situasi yang srius. dan dengan tenangnya aku berkata" Jika kau srius denganku mintalah aku dengan orang tuaku" bawa keluargamu menemui keluargaku dan berbicara secara langsung" tetapi aku ingin kamu yang lebih dulu berbicara dengan orang tuaku. Ia pun menerima syarat dariku

         Dua hari setelah kejadian itu ia pun datang kerumahku berbicara empat mata dengan kedua orang tuaku . ku buka perlahan lahan pintu kamarku ingin mendengar apa yang tengah mereka bicarakan. dengan rasa sejuta penasaran aku mulai menguping pembicaraan mereka tetapi  hanya  suara nyamuk yang kudengar menari nari dengan pdenya di atas telingaku.
Aku tak tahan lagi dan memberanikan diri keluar dari kamarku dengan muka yang penuh Senyum kepedean aku berjalan perlahan lahan di depan mereka ku lihat dan ku  baca raut wajah mereka satu persatu mengapa suasananya sangat tidak enak dipandang? apa mereka sedang akting sinetron di depanku?  sekilas
Ku lihat wajahnya  ia tampak  kecewa dan diam seribu bahasa setelah melihatku, seketika aku tahu jawabannya  dan hanya bisa pasrah karna itulah keputusan orang tua ku.
            Setelah hari itu  aku sempat ingin mengakhiri hubungan dengannya tetapi ia tetap saja   mempertahankanku, ia tetap  menunjukkan keseriusannya padaku.meski kami tahu resiko yang akan kami  tanggung sangat berat karna bertentangan dengan Orang tuaku.
Entah bagaimana kelak akhirnya akankah cinta itu terwujud atau hanya sebatas angan angan,, tetapi aku berharap tidak mempertahankan orang yang salah 
       Sekian dan terima kasih πŸ˜‡

          

Mengelola Informasi dalam Ceramah

 BAB III 1. Mengelola Informasi dalam Ceramah          Pernahkan kamu mendengar ceramah?          Apakah kamu suka ketika mendengar ceramah?...