Masa SMA-ku
By Hendra
Saya merupakan anak
sekolahan yang sekarang telah menduduki bangku SMA. Masa-masa sebagai murid
SMA memang menjadi masa yang paling lengkap dalam hal persahabatan, kegembiraan,
kesedihan, dan kebersamaan yang mungkin tidak akan saya jumpai di masa yang
akan datang. Meski selalu merasa ingin terus bersama, tetapi kami harus
berpisah demi meraih cita-cita kami masing-masing.
Pertama kali saya memasuki
SMA tepatnya di SMAN 12 BOMBANA kurang lebih 2,5 tahun yang lalu. Saya berpikir
bahwa hari-hari di Sekolah akan di
penuhi dengan ketegangan dan kesibukan. Namun setelah menjalani masa
pembelajaran, anggapanku ternyata salah. Di sekolah ini aku bertemu dan
menjumpai berbagai macam sifat dan cara mengajar guru yang berbeda-beda. Ya,
seperti yang kalian tahu, ada guru yang membuat kita sangat senang dan betah
di kelas karena candaan dan cara mengajar yang kreatif. Lalu, ada pula guru
yang ketika masuk dikelas, kelas langsung jadi seperti rumah kosong tak
berpenghuni. Bukan karna fokus mengikuti pelajaran, tapi fokus menunggu, menunggu
waktu pelajaran selesai π.
Bukan hanya guru,
teman-teman murid yang lain juga beragam tampilan dan isinya, bukan hanya TOPLES
wafer saja yang beragam. Saya sendiri memiliki beberapa teman lama dari SMP
yang sama dan beberapa teman yang baru. Bukan hanya sifat teman baru yang
membuat saya kaget, kagum, dan heran. Namun teman lama bahkan lebih
mengejutkan, perubahan yang sangat besar terjadi pada sebagian teman lamaku.
Mungkin karena pengaruh lingkungan persahabatan atau mungkin keluarga.
Entahlah, saya tidak mau pusing memikirkan hal tersebut, cukup saya tetap
menerima dia sebagai teman. Kecuali teman konyolku yang tidak pernah berubah
sama sekali dan selalu membuat orang ketawa, walaupun terkadang juga ada yang
sedikit heran sih.
Di sekolah ini juga ada
3 kali perombakan kelas. Dan pada akhir perombakan itu, saya berada di kelas
x-1. Pada masa awal pembelajaran, dikelasku kedatangan siswa baru. Dia sangat
pendiam, namanya juga siswa baru pasti begitu. Lama kelamaan kami semua akrab
dan seperti biasa, kami juga saling ejek. Eiiits, tapi Cuma sekedar bercanda
dan itu merupakan bumbu pelengkap pertemanan bagi kami.
Namun, kebersamaan itu
bertahan 1 tahun. Sebab, kami sudah harus memilih jurusan masing-masing. Kelas
jadi seperti kedatangan murid baru lagi dan seperti dulu, keadaan itu hanya bertahan
beberapa hari saja. Di kelas xi ini saya kembali ikut serta dalam kegiatan
OSIS. Sewaktu kelas x saya bertugas sebagai bendahara. Bukan bundahara
yaa! Karena itu panggilan temanku
kepada ibunya kalau dia sedang butuh uang hehe. Kemudian Pada kelas xi saya terpilih menjadi ketua
OSIS. Sebenarnya saya tidak mau, karena tanggung jawabnya besar. Tapi saya
malah di daftarkan oleh teman lamaku, sangat lama, bahkan bisa di bilang teman
yang sudah berjamur. Karena saya sudah berteman dari TK hingga SMA selalu dalam
kelas yang sama dan terpisah di kelas xi ini, Namanya Erwin dan Gusti. Teman
yang satu kadang kencang kadang kendor, satu lagi malah kendor terus. Saya
bukan bahas masalah karet yaa!! Tapi
sifat mereka yang suka buat orang ketawa meskipun dalam keadaan tertindas.
Menjalani tugas
sebagai ketua OSIS memang berat, tapi untungnya ketua OSIS-nya ada dua. Saya
sebagai Ketua OSIS 2 dan Gusti sebagai ketua OSIS 1. Saya juga heran, kenapa suara yang memilih jumlahnya bisa sama,
akhirnya yang diangkat menjadi ketua OSIS jadi 2 orang. Saya juga tidak tahu
apakah di sekolah lain juga pernah kejadian hal yang sama atau tidak. menurutku
ini hal yang aneh di mana ada dua pemimpin. Tapi saya juga sedikit senang,
karena tugas ketua OSIS jadi terbagi dua, sehingga tugasku jadi lebih mudah. Hari-hariku
sebagai ketua OSIS tidak terlalu mencolok dan hanya menjalankan tugas yang
biasa-biasa saja, tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik.
Hari-hariku di kelas
dua di isi dengan berbagai kesenangan bersama teman dan kesibukan dalam
menyelesaikan tugas dari sekolah. Saya berangkat ke sekolah dari jam 6.15
hingga 6.25am dan saya tiba di sekolah sebelum pukul 7.35, oleh karena itu
saya sama sekali belum pernah terlambat ke sekolah. Sebab bel apel pagi baru
berbunyi pada pukul 7.45am. Tapi saya bukan siswa yang paling pertama tiba di
sekolah, karena saya memiliki banyak teman yang rajin. Bahkan pukul 6.25am
banyak yang sudah di kelas, apalagi jika ada tugas. Hmmm jangan di tanya lagi!
Hampir seluruh siswa berubah jadi rajin dan sudah stanby di kelas berdiskusi
dan saling bertukar jawaban. Sungguh pemandangan yang lucu bila di
kenang-kenang lagi. Apalagi ketika
ulangan, ada yang membuka jimat-jimat, ada yang tiba-tiba jadi jerapah, ada
yang seperti mau menyebrangi jalan yang menoleh kesana kemari tidak jelas.
Meskipun sedang ulangan, saya masih sempat melihat lihat situasi seperti itu
dikelas dengan berbagai ekspresi yang membuat saya menahan tawa. Pada saat
ulangan saya juga berubah, berubah jadi sedikit tuli, yaaa setidaknya itulah
kata teman-temanku yang sedikit menerima jawaban. Padahalkan saya juga mendengarkan
mereka hanya saja saya lebih memilih fokus mengerjakan soal, bagaimana jadinya
kalau fokus kita jadi terbagi-bagi. Perhatian untuk kalian saja tidak mau di
bagi-bagi, apalagi rasa fokus. Pada saat pembagian hasil ulangan, untungnya
nilaiku cukup bagus. Meskipun ada beberapa nilai mata pelajaran yang menurun
di banding semester lalu. Namun nilaiku sangat meningkat di mata pelajaran
bahasa indonesia. Huh, untungnya saya tertolong dengan nilai bahasa indonesia
yang sangat tinggi. Singkat cerita, kami
menghadapi penaikan kelas. Terlebih dahulu pada pagi hari pengumuman juara
umum dan saya mendapat juara 3 padahal semester lalu saja mendapat juara 1.
Meskipun peringkat saya menurun akan tetapi nilai saya masih ada peningkatan. Setelah itu, barulah kami memasuki kelas
masing-masing untuk menerima laporan hasil belajar kami selama 1 semester. Alhamdulillah,
kami semua naik ketingkat kelas yang lebih tinggi.
Sebelum penaikan
kelas, di sekolah diadakan porseni antar kelas. Saya merupakan siswa yang
kurang tertarik dalam bidang olahraga maupun seni, utamanya bernyanyi. Bagaimana
tidak, bernyanyi di kelas saja baru 1 baris lagu semua malah tertawa. Apalagi
jika harus bernyanyi di hadapan ratusan siswa dan beberapa guru. Di kelasku
sangat sedikit yang berminat dalam olahraga. Akhirnya, pada saat pembacaan
juara lomba di tiap cabang. Kelasku hanya memegang 4 juara.
Sekarang saya
menduduki bangku kelas xii bersama teman-teman yang lain. Mengawali hari-hari di kelas xii dengan
semangat belajar baru dan cita-cita yang semakin bulat untuk kami wujudkan. Di
kelas, kami semua saling membantu dan menolong satu sama lain dan beberapa kali
kelas xii ipa2 tempatku mendapat pujian dari guru-guru karena kebersihan dan
ketertiban, meskipun masih ada 1 atau 2 siswa yang sering melanggar.
Namun, Kami semua
tetaplah bersahabat dan tak butuh kata-kata indah seperti kata dalam puisi
“senja untuk pacarku” untuk bisa selalu mengahargai. Meskipun kadang saling caci,
tapi kami tak pernah mengeluarkan kata-kata mengecewakan yang menyakitkan
seperti dalam puisi “jawaban alina”. Itulah
kisah singkat masa SMAku. Itulah kami yang sekarang berada di kelas xii ipa 2.
|
|
|
|


