Senin, 26 November 2018

PENGGEMAR RAHASIA By Andi Jusni

  PENGGEMAR RAHASIA
By Andi Jusni



  panas matahari siang ini sebenarnya bisa membuat cucian basah di jemuran kering dalam sekejap. Tapi Andika mengiakan juga ajakan Ronald untuk melihat Citra, cewek itu sudah diincar Ronald sejak 2 bulan lalu sayangnya Citra masih kelas 3 SMP jadi Ronald belum mau PDKT Iya menunggu Citra masuk SMA.
         karena belum bisa PDKT itulah selama ini Ronald hanya melihat Citra dari jauh melihat memperhatikan mengamati kadang Ronal  "mengantar" cewek itu pulang mengantar dalam tanda kutip karena ia tidak pernah tahu ada cowok yang terkadang ikut naik bus yang ditumpanginya hanya karena ingin melihatnya lebih lama.
      setiap kali habis nongkrong di depan sekolah Citra. Besoknya pasti akan bercerita panjang lebar dan sering banget ceritanya itu nggak penting. Nggak penting untuk orang yang ia paksa untuk mendengarkan dalam hal ini Andika misalnya.
       "  Citra itu manis banget, dik. mirip artis Korea yang namanya Jang Nara"
      "  Jang Nara?" Andika mengerutkan kening" yang mana ya?"
     meskipun petunjuk paling komplit yang bisa menggambarkan betapa manisnya Citra ternyata tidak diketahui Andika itu tidak menghalangi Ronald terus menceritakan  gebetannya Itu.
    " tu cewek kalau pakai baju olahraga cakep banget dik. Seksi, imut", Puji Ronald suatu hari dengan mata berbinar-binar
     " imut apa seksi?" tanya Andika.
     "seksinya imut. bukan seksi yang menggoda, gitu. Pokoknya manis deh,sumpah!"

" imut,seksi atau  manis yang jelas dong informasinya,"
" imut! seksi!  Manis!" tanda's Ronald.
 info nggak penting lainnya......
" Citra Kalo lagi keringetan, terus rambutnya berantakan cakep banget
! lainnya lagi masih nggak penting juga....
"  kemarin dia olahraga pakai biru biru kaos biru sama celana pendek biru ternyata cewek kalau pakai biru-biru jadi kelihatan cakep ya?"
   tapi pernah juga ada info yang penting-penting untuk bahan renungan Andika bahwa jika suatu saat nanti dirinya Jatuh Cinta Ada kemungkinan akan jadi gila juga seperti sahabatnya itu isi infonya sendiri sih masih tetap nggak penting
     
"  namanya Citra Dewi kelas 3 SMP pelajaran yang disenanginya biologi sama matematika, warna favorit biru, olahraga yang disenangi enggak ada, Jadi kalau lagi jam olahraga tuh cewek lebih sering nongkrong-nongkrong atau ngisengin teman-temannya. Gue pernah merhatiin main basket, main voli nya juga parah banget ancur, dan main bulutangkis asal-asalan. satu satunya olahraga yang dia jago cuma lari, itu cewek cepet banget larinya Apa karena dia suka ngisengin orang ya Jadi kudu bisa lari  cepat biar nggak dijitak rame-rame.
   sejak Ronald berhenti membaca catatannya ia tertawa geli
" makanan favorit, kalau yang berat somay sama bakso. kalau yang enteng: bakwan sama tahu isi. Sama kayak gue!" serunya kemudian dengan girang. berarti kami jodoh! "
  Andika mengendus. "cuma sama-sama seneng bakwan sama tahu isi aja kok jodoh," gerutunya.
   tapi Ronal tidak  peduli Ia teruskan membaca catatannya.
" kalau lagi belajar senengnya sambil dengerin radio kalau enggak dengerin radio dia jadi ngantuk. Genre film  yang dia senangi:  Roman komedi Dia benci banget film horor.  dia penggila komik Jepang.  Dia pernah nge-fans sama Peterpan, tapi sekarang udah nggak lagi sejak Nidji muncul.  dia juga pernah ngefans berat sama Aa Gym. Katanya,  nggak deh. Makasih karena ternyata Aa  penganut poligami. makanya Citra punya cita-cita pengen jadi menteri ham atau menteri pemberdayaan perempuan, biar punya kuasa bikin undang-undang agar suami yang kawin lagi di penjara aja"
   kepala Ronald menyembul dari sisi kertas yang sedang di bacanya, yang selama ini menghalangi mukanya dari pandangan Andika.
 "  feminis radikal. Jawa juga" Ronald tertawa geli.
 Andika ternganga." Gimana caranya lo bisa dapat informasi-informasi itu?" tanyanya takjub.
 pokoknya gue tau," jawab Ronald pendek.
 banyak lagi info nggak penting tentang Citra yang selalu disampaikan Ronald kepada Andika,  yang terpaksa terus menyimak atas nama persahabatan.
    masalahnya adalah, saat detik-detik menjelang  Citra tamat  SMP ini, frekuensi pengamatan Ronald semakin tinggi lagi.  bahkan Ronald sama sekali tak peduli cerita itu baru saja diceritakannya tadi pagi. panjang lebar pula.
  " ini serunya, " katanya kalem, bodo amat sama tampang bete Andika.
  Andika tahu Ronald Merasa punya alasan kuat untuk memaksanya mendengarkan semua cerita tentang Citra, karena alasan itu pernah dikatakannya.
 "elo belum pernah tahu anaknya sih, Coba kalau udah tahu, pasti lu ngerti kenapa Gue suka banget sama dia dan selalu pengen cerita tentang dia."
 
" udah. lu kan punya foto-fotonya, biasa aja tuh."
" kesannya pasti beda kalau lo udah ngelihat langsung."
 Ronald memang menyimpan banyak foto Citra yang di shootnya  secara diam-diam. untung foto-foto itu cuma disimpan nya di kamar, nggak dibawa-bawa. karena menurut Andika, bawa-bawa foto cewek yang kita taksir atau kita incar Tapi masih belum ketauan  tu cewek Naksir juga apa Nggak, cuma berlaku kalau kita ngincer artis. Jadi kalau ternyata entar ditolak, ya biasa aja. nggak malu-maluin.
   makanya Andika berharap banget Ronald mengajaknya dalam pengamatan Citra berikutnya. supaya besok-besok kalau Ronald bercerita tentang Citra dengan berapi-api dan bermenit-menit, dirinya tidak perlu mendengarkan keseluruhan cerita. Cukup dua tiga kalimat, kemudian bisa langsung di -cut
"Gue udah tauuuuu! "
   harapan Andika terkabul pagi ini, mendadak Ronald mengajak sahabat sekaligus teman sebangkunya itu menemaninya melihat Citra.
   "mau!" Andika langsung menjawab dengan nada seperti akan diajak liburan gratis ke Bali.

" semangat amat sih lu?" Ronald jadi  agak heran.
" gue jadi penasaran. kayak apa sih itu cewek? soalnya elo ceritanya heboh mulu, " Andika menjawab sambil menyeringai lebar.

  begitu bel pulang berbunyi, mengabaikan panas matahari yang sudah dijelaskan di awal cerita bisa mengeringkan cucian bahasa dalam sekejap keduanya segera meninggalkan sekolah. Ronald takut Citra keburu pulang, karena mereka masih harus naik bus kira-kira 15 menit untuk sampai ke sekolah cewek itu.
   turun dari bus, Ronald langsung mengajak Andika ke taman yang ada di depan sekolah Citra. tidak Berapa lama terdengar bunyi bel disusul siswa-siswa yang berhamburan keluar dari pintu-pintu kelas.    Ronald langsung gelisah. lehernya terjulur panjang. sepasang matanya bergerak cepat, mencari cari.
  Tapi, sampai kerumunan cowok cewek berseragam putih biru itu berkurang, terus berkurang, dan akhirnya habis sama sekali ditelan bajaj,  mobil jemputan, mobil pribadi, atau menghilang di ujung-ujung jalan di kiri kanan, orang yang mereka tunggu-tunggu tidak kelihatan sama sekali. muka Ronald yang tadinya cerah langsung mendung pekat.

" kok dia nggak ada ya? jangan-jangan nggak masuk,"
 suaranya yang penuh semangat, berisik karena nggak berhenti ngoceh, kini mendadak lemah. jadi begitu kecewa. begitu sedih, begitu gelisah, begitu muram. jadi patah semangat. sebentar-bentar Ronald menarik nafas panjang, bolak-balik mendecakkan lidah, bikin Andika menahan tawa.
  " ada pelajaran tambahan, kali?  anak kelas 3 biasanya kan gitu? " hiburnya.
  " Oh,  iya ya"  mendung di wajah Ronald seketika tersapu bersih. wajah itu menjadi berseri-seri lagi.
    Andika Jadi menyesal sudah melontarkan kalimat itu, karena sampai 1 jam kemudian Citra masih belum juga kelihatan Sementara panas matahari yang terik nya bisa bikin kulit gosong itu kegarangannya  belum juga berkunjung belum juga berkunjung. namun Ronald tetap segar bugar tatapannya masih tertuju lurus ke bangunan sekolah di depannya. Masih penuh semangat di sebelah nya , Andika nyaris kering  karena bete dan dehidrasi akut.  Akhirnya cowok itu tidak sanggup lagi.
   " kita di sini sampe kapan nih?  Entar malem apa besok pagi?
Ronal menoleh kaget. Langsung  disarankan nya aurat bete yang melingkupi Andika Andika sangat berbeda dengan Aura cinta yang dirasakannya dari bangunan sekolah di depannya. Ronald menyeringai, merasa bersalah karena telah melupakan orang yang sedari tadi sudah menemani nya.
      satu jam lagi deh, kalau sampai 1 jam lagi dia belum nongol juga, berarti dia emang gak masuk.
       satu jam lagi ya?, Andika mengerutkan keningnya dalam dalam, pura-pura berpikir. Ok deh, Kayaknya pas.
 Apanya yang pas? Ronald menatap sahabatnya itu dengan pandangan heran.
     tingkat ke kisut-annya,  jawab Andika enteng. Iya mengatakan itu sambil senyum-senyum. senyum-senyum Sumir,   singkat dan nggak jelas." karena satu jam lagi kayaknya gue bakalan sekering mumi mumi Firaun Mesir kuno. kalau lo tanya ke orang yang lewat siapa yang mati duluan, gue apa Firaun Firaun itu, pasti nggak ada yang bisa jawab. malah bisa jadi mereka  nyangka yang ada di Mesir sana itu mumi nya Ramses II,  sementara yang di sebelah ini, mumi nya Ramses I.
   sejenak Ronald ternganga, kemudian tertawa geli.
   " bilang aja haus, gitu. ribet amat pakai sampai ke Mesir kuno segala."
    " lagian, lo tu emang gak tau terima kasih bange,  ya?
 udah minta ditemenin nyatronin  gebetan pas panas abis kayak gini, gue dianggurin, lagi. enggak dijajanin sama sekali. beliin es apa kek gitu. biar gue nggak garing. gue udah dehidrasi banget nih.
     " iya, iya. Sorry, Dik. " Ronald merogoh saku kemeja sekolahnya. dikeluarkannya selembar Rp5.000 lalu diberikannya pada Andika. "Nih"
   muka Andika jadi agak cerah.  Iya bangkit berdiri dan segera berjalan menuju warung makan Tak membawa 2 kantong plastik berisi es teh manis dan plastik gorengan. dikeluarkannya es teh bagian Ronald.
     Karena perut sudah terisi dan ada penangkal ancaman kekeringan, Andika jadi tenang. namun sampai batas waktu yang ditentukan Ronald sudah habis, Citra belum juga kelihatan. kali ini sepertinya dugaan Ronald benar. Citra tidak masuk. jam pulang sekolah sudah lama lewat dan tidak ada lagi siswa yang keluar dari sekolah itu. muka Ronaldo langsung Mendung lagi lebih pekat daripada tadi.
  " bener kan dia nggak masuk.....," desahnya berat.
  " Ya udah kalau gitu Yuk, balik. udah sore nih, Andika bangkit berdiri. dikibas-kibaskan nya kaos olahraga nya yang sejak tadi dia gunakan untuk alas duduk Ronald mengikuti dengan ogah-ogahan .
  " Kenapa dia nggak masuk ya? jangan-jangan sakit? Desahnya, suaranya begitu sarat dengan kecemasan
 mudah-mudahan aja nggak Paling dia kecapekan gara-gara belajar di forsir,  yuk balik" Andika merangkul bahu Ronaldo memaksa Sya'ban itu pergi dari situ

 Karena kemarin tidak berhasil melihat Citra siang nanti Ronald berniat kembali lagi ke sekolah cewek itu.
 " gue takut dia sakit, katanya. Bukan suaranya aja yang cemas, ekspresi wajahnya juga. seakan-akan mereka sudah saling kenal dan akrab pula. Andika jadi menahan seringnya geli yang sudah hampir tercetak di bibirnya.
   " Biarin ajalah sakit juga ada orang tuanya
.  " Emang kalau ada orang tuanya terus gue nggak boleh khawatir gitu?
 khawatir juga percuma orang kerjaan lo selama ini cuma ngeliatin doang
 Ronald jadi meringis
 Iya sih tapi boleh kan gue kuatir India ,ntar ikut lagi nggak dik?
 ikut deh jadi penasaran!
 namun saat menjelang bel pulang berbunyi mendadak turun hujan lebat
" jadi nggak,Ron? ujan nih,  bisik Andika,  sambil tetap menyala materi pelajaran biologi ke buku catatannya.
 jadi dong! "Tandas Ronald, juga dengan berbisik.
 dan begitu bel pulang berbunyi beberapa gelintir siswa nekat  menerobos lebatnya hujan termasuk Ronald dan Andhika. keduanya berlari cepat menuju halte tidak jauh dari sekolah tapi ternyata hujan lebih tidak turun terlalu lama ketika mereka turun di halte dekat sekolah Citra hujan sudah benar-benar berhenti menyisakan udara sejuk dan bau tanah basah.
   keduanya bergerak menuju taman di seberang sekolah Citra belum lama keduanya berdiri di depan pagar Taman terdengar bunyi bel dari gedung sekolah Citra tak lama pintu-pintu kelas terbuka dan siswa siswi berseragam putih biru berhamburan keluar dari sana guru dan siswa itu kemudian berhenti di trotoar depan sekolah.  hujan lebat Tadi hanya turun sebentar tapi cukup membuat sisi jalan di depan sekolah Citra tergenang air
    sebagian anak memilih jalan memutar menghindari genangan sementara sebagian lagi memilih menyusuri gendangan itu dengan perlahan dan hati-hati di tempat yang paling dangkal
   tiba-tiba orang yang mereka tunggu-tunggu sejak kemarin muncul. Menyeruak  begitu saja di antara kerumunan Ronald terpanas se saat ia cuma bisa menatap kita lurus lurus tanpa bicara.
      rambut Citra yang sedikit melewati bahu diikat ekor kuda ikatan yang asal-asalan sehingga beberapa helai rambut tipis dan tengkuknya. wajahnya juga seperti yang sering dilihat Ronald sedang tersenyum lebar atau tertawa.
" itu anaknya!" seru Ronald tertahan. diteguknya lengan Andika.
" mana? Andika langsung mencari-cari sososk citra,  tak lama ia mencari akhirnya iya menemukan sosok citra itu.

***

Cinta tanpa wujud by Jumria


Cinta Tanpa Wujud
by Jumria



               Begitulah hari yang terus berlalu. dia tak pernah berhenti mencinta bunga, gadis yang memiliki nama yang paling indah menurutnya. Dia tak pernah tau mengapa perasaannya tak bisa lepas dari bunga. Bunga yang telah bisa mengubah perasaannya. Perasaan yang entah kapan datang setelah bertemu dengan bunga.
               Dia begitu mencintai bunga. Gadis yang membuat jantungnya seakan berpacu bagai dalam perlombaan lari maraton. Dia seakan ingin berbisik di telinga indah bunga, bahwa ia telah berhasil membuat dia begitu mencintainya. Tapi dia sadar, bunga telah di miliki orang lain, orang yang paling dia benci karena telah membuat bunga jatuh cinta padanya. Dia kadang ingin memberikan sesuatu pada bunga. Sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang tak pernah orang itu berikan pada bunga. Agar bunga akan beralih untuk mencintai dia. Tapi pikiran dia seakan melarang. Melarang untuk mengambil bunga dari orang itu. Bunga terlihat bahagia dengan orang itu. Dia tak ingin orang itu merasa bahwa dirinya jahat karena telah merebut bunganya.
               Di bawah terpaan angin dingin yang menusuk kulitnya. Pikiran dia seakan tak ingin lepas dari bayangan bunga, gadis dengan sejuta kelebihan. Cinta dia saat ini tak berarti apa-apa, tanpa wujud. Dia tak bisa memberikan sesuatu pada bunga sebagai wujud cintanya. Hingga saat ini, dia tak ingin jauh dari bunga. Dia ingin melihat bunga meskipun dari jauh. Seakan ada tali yang mengikat matanya untuk melihat bunga, karena hal ini dia sering dianggap sebagai orang yang cabul karena selalu memandangi bunga. Tapi itu tak masalah. Dia seakan tuli jika itu mengenai dirinya. Dia tak perduli, asalkan matanya selalu bisa memandang bunga.
             Dia tak pernah tau kehidupan yang akan datang seperti apa. Tapi bolehkah dia berharap suatu saat bunga akan melihat dia dan mencintainya. Dia akan selalu mencintai bunga, akan selalu menyimpan rasa itu untuk bunga meskipun perasaan itu tak akan sempurna untuk waktu yang akan datang. Dia tau bunga telah di miliki orang lain. Tapi apakah salah? Semua orang punya hak untuk mencintai. Mencintai orang lain. meskipun orang yang di cintai telah di miliki orang lain. Hingga suatu ketika, cintanya seakan memudar setelah dia mendengar bahwa bunga akan menikah. Kata "menikah" tak pernah di pikirkan oleh dia. Kata yang akan membuat cintanya dengan mudah memudar begitu saja. Dia sakit, kecewa tak tau mengapa cintanya harus berakhir tanpa wujud yang tak akan pernah diberitahu kepada bunga.
              Di malam yang gelap, hujan turun tanpa aba-aba, membawa semua cinta yang di miliki oleh dia untuk bunga. Cinta yang selama ini dia simpan. Sekarang ini hancur tak berbentuk. Dia seakan gila karena cintanya kini hanya kesia-siaan. Dia tak tau haruskah dia benar-benar berhenti mencintai bunga tanpa wujud ataukah terus mencintainya dalam kesakitan yang entah kapan harus merasakan sakit dan kecewa. Hujan semakin deras dan dia semakin merasakan sakit. Entahlah pikiran dia seakan kosong. Dia berjalan sempoyongan, tak tau dimana dia harus menceritakan sakitnya.
           Hari berganti hari, tak terasa seminggu berlalu. Dia tak pernah lagi melihat bunga. Matanya seakan sakit jika harus melihat bunga yang akan menjadi istri orang lain. Dia tak tau cintanya kepada bunga apakah masih ada atau sudah hilang bersama hujan. Hatinya seakan ingin bergerak, berjalan mencari bunga. Untuk membuktikan apakah hatinya masih sama. Masih sama mencintai bunga atau sudah tak lagi. Tapi kakinya seakan kaku, seakan baru saja keluar dari pendingin es. Bunga tak tau cinta itu telah membekas dihati dia, bahkan untuk menghapusnya begitu sulit. Dinding-dinding hati dia seakan rusak, karena terlalu berusaha menghapusnya. Cinta itu menyakitkan baginya. Dia tak tau mengapa dia begitu mencintai bunga. Kenapa dia bisa sebodoh itu, seharusnya dia sadar, tapi dia malah terus mengulangi kesalahan itu. 
            Kini dia tak bisa berkutik, berdiam di lingkaran yang mengerikan, lalu di pandang dengan senyum yang menyedihkan. Lalu bunga? Berdiri tegap tak tau apa yang terjadi dengan lelaki yang mengaguminya, hidup bahagia lalu pergi.
           Di sebuah kursi panjang yang tersedia di taman, dia duduk. Di hadapannya banyak anak-anak yang sedang bermain bersama teman-temannya. Dia seakan bermimpi suatu saat dia akan memiliki keluarga bersama bunga, gadis pujaannya dan memiliki keluarga yang bahagia bersama anak-anaknya. Tapi perlahan tapi pasti, mimpi itu seakan hilang bak di telan bumi.  Mimpi itu tak akan bisa menjadi nyata, karena bunga akan menjadi istri dari orang lain. Dia sadar, itu semua terjadi karena kebodohannya sendiri. Dia tak pernah bisa untuk memberitahukan kepada bunga bahwa dia mencintainya. Tapi kini, dia hanya dapat menyesali semua kebodohan yang pernah dia lakukan. Kini dia harus diam, cintanya sudah tak lagi sama terhadap bunga. Dia sadar, dia tak boleh lagi mencintai istri orang lain. Dan sekarang dia akan menunggu bahwa suatu hari cinta akan datang untuknya bahkan akan lebih besar meskipun bukan dengan wanita yang sama.
          Kata orang, cinta pertama biasanya akan gagal. Dulu dia tak pernah percaya dengan kata-kata itu. Hingga suatu ketika kata-kata itu menjadi suatu kenyataan. Kata-kata itu seakan terngiang di otaknya. Dia pernah berharap cintanya tak akan hilang untuk bunga. Tapi harapan itu seketika hancur karena satu kata yaitu "menikah". Dia benci dengan kata itu. Karena kata-kata itulah cintanya kini hancur dan hilang tanpa jejak dan tak kembali meskipun dia telah mencarinya.
           Sudah satu tahun sejak dia melupakan cintanya untuk bunga. Gadis dengan kecantikan yang tak ada duanya, menurutnya. Dia kini duduk di atas pasir dan di hadapannya telah disuguhkan pantai dengan angin yang segar. Dia seketika diam ketika mengingat semua kisah cintanya tanpa wujud yang sudah mati satu tahun lamanya. Dia tak lagi menjadi dirinya satu tahun yang lalu. Dia telah berubah menjadi orang yang dingin, kaku tanpa ekspresi. Hatinya telah berubah menjadi batu yang tak tau siapa yang akan bisa melelehkan hatinya yang beku karena cinta masa lalunya. Dia tak lagi bisa menarik bibirnya untuk memperlihatkan senyumannya kepada orang lain. Senyumannya telah hilang bak di telan bumi. Telinganya tak lagi bisa mendengar apa yang di bicarakan orang lain, meskipun itu hal baik untuknya. Telinganya seakan tuli, sejak dia mendengar bahwa bunga akan menikah.
          Hingga suatu ketika, cinta yang telah lama hilang itu kembali hadir dengan gadis yang berbeda. Cinta itu datang lagi tanpa permisi. Dia tak pernah tau, mengapa waktu membawanya bertemu dengan gadis yang berbeda tetapi cinta sama. Cinta yang sama-sama besar. Yang entahlah apakah cinta itu akan bertahan lama ataukah hanya akan datang lalu pergi tanpa tau apakah hati yang ditinggalkan sakit atau tidak. Entah kenapa gadis itu membuat dia seakan tak mau lepas untuk berhenti memandangnya sama seperti dengan bunga, gadis yang entah sekarang kabarnya tak terdengar lagi. Entah doa siapa, cintanya kini sangatlah berharga bagi dia. Cinta yang diberikan oleh gadis itu. Gadis itu seakan telah membuang bunga dari hati dia. Gadis itu telah berhasil mencairkan hati yang telah beku karna cinta lamanya.



TIGA HATI DALAM SEKEJAP by Faisal


TIGA HATI DALAM SEKEJAP
by Faisal



                Sejak senja mulai menkerut, sejak senja mulai memanas,sejak jiwa mulai ku ikuti, sejak hati berbalik menjadi duri, semenjak itu pula dapat ku rasakan kejolak cinta dan indahnya mencintai. Pada awalnya rasa ini bagaikan rasa yang tak mau tenang, seperti angan yang akan muncul pada relung hati ku yang seakan mengguncang tenangnya jiwa yang mula tak terbiasa, seakan ku tak sabar untuk mengumbarnya ke semua orang hingga kepada dunia.
                Pada awalnya aku hanya mengenalnya hanya sebagai teman biasa, tapi seiring berjalannya waktu kenapa rasa cinta yang tak pernah kusangka akan muncul membuatku gila yang tak searah, namun kusadari bahwa semua itu hanya angan yang tak mungkin ku capai. Tapi entah mengapa tingka lakunya buat ku tak bisa menahan diri, ingin rasanya ku mendekapnya dalam pelukan hangat ku yang membuatnya tak bisa melupakan besarnya cintaku. Waktu mulai berlalu yang pada awalnya ku hanya menjalani seperti terbiasa dan menutupinya, akan tetapi mata dan senyumannya memberiku keberanian untuk ungkapka semua yang ingin keluar dan akan menembus bendungan hati yang tak bisa ku paksakan. Waktu mendukung dan berada di pihakku sehingga memberanikan ku untuk mendekati dan mengungkapkan peluapan cintaku yang memiliki daya tak terbatas dalam rumus fisika.
                 Pada akhirnya dia menerimaku dengan apa adanya sebagai kekasih hidupnya, aku merasa bahagia seakan dunia ini milikku seorang dan merasa tak ada orang yang sebahagia diriku. Tiada kusangka diriku yang selalu berteman dengan sepi bisa menjadi kekasih seseorang yang tak pernah ku sangka isi hatinya yang begitu besar dan memiliki banyak ruang untuk menampung semua kekurangan ku. Malam ,siang, hingga senja mulai tiba, disitulah ku merasa  seakan aku tidak sendiri lagi meskipun hanya menggunakan media sosial, aku sudah merasa puas dengan apa yang kumiliki saat ini serta jiwaku penuh rasa syukur kepada tuhan yang telah memberikan nikmat yang tiada batas bagiku.
                Hariku mulai berlalu dengan sejalan dan searah tanpa gelombanng atau resistor yang menghalangi, dan akhirnya tanpa kusadari dirinya telah mulai bosan, dan akhirnya akupun mulai berfikir dan mulai timbul rasa tak nyaman serta rasa yang tak ingin ku rasakan. Tibanya pagi hari ang cerah dengan embun yang begitu berkilauan bagaikan mutiara penyejuk hati di pagi hari, berlalunya embun yang di hangauskan oleh radiasi dari cahaya fajar yang menghangatkan jiwa yang beku bagai salju. Detik mulai berlalu, kupegang hp,dan kusambungkan dengan angin yang membawa dunia luas, ku coba untuk memberinya kabar”lagi apa sayang” tapi jerawat hati mulai muncul di karenakan sang pujaan hatiku takmembalas pesan singkatku yang sangat bermakna bagiku.
                Aku mulai merasa curiga dan seakan jerawat tadi membesar seakan ingin menjadi bisul. Tapi hal itu terobati dengan balasan yang sangat menyentuh nafsu dari pesan singkat yang tak akan ku lupa yaitu”iye naik motorka sayang maaf sa nda balas soalnya baru juga saya pegang hp ku”hari itu aku merasa tenang.
               

Tangga 19 desember 2018 adalah hari lahirku kedunia ini dan dia adalah orang yang pertama kali memberiku ucapan selamat, pada pukul 12:04”hbd sayang ku yang baik semuga sehat selalu dan menjadi yang terbaik di hatiku, sekali lagi hbd pacarku maaf kalau telat” hari itu aku merasa orang yang paling beruntung memiliki kekasih yang sangat mecintaku. Senja mulai muncul, bertepatan dengan itu aku mendapatkan berita yang sangat membakar emosi, tapi aku masih menyimpannya dan melampiaskannya kepada sahabatku di sekolah, esok harinya berita itu makin memanas dan ku ambil keputusan untuk menanyakannya kepada kekasihku, dengan pipi memerah dengan mata yang berkaca kaca hingga meneteskan air mata menjawab”iya maafkan aku sayang ini kehendak orang tuaku yang ingin melupakan aku jika aku tak menuruti  mereka”aku merasa bersalah yang di iringi kekesalan mendengar jawabannya yang sangat mengiris hati.
Pada akhirnya kata sayang menjadi kamu aku. Sebelum itu aku masih sempat mengatakan bahwa “jujur aku sangat sayang kepadamu , kata putus bukan lah kata hatiku tapi kata dari hal yang tak menginginkan kita bersatu”dengan air mata yang berlinang dia berlalu pergi dan meninggalkan ku terbalut dalam kepedihan, dalam hati ku bertanya kepada TUHAN”YA Tuhan inikah nikmat mu yang selamaini memberiku penyesalan yang tak ada ujungnya”. Kisahku mulai ku lupaka meskipun luka itu terus saja terkupas, hingga akhirnya kucoba untuk membuka hatiku untuk wanita lain.
Dengan usahaku untuk melupakannya aku berhasil menemukan kekasih baru yang ku anggap lebih baik, aku dengannya menjalani hari hari yang sangat indah, tapi tetap saja aku tak bisa melupakannya, manis senyumannya dan tatapannya yang dapat melehkan kerasnya es yang ada di kutub. Sehingga dalam sekejap mata ku mengakhiri hubungan ku bersama wanita tadi secepatnya agar dia tidak terlalu merasakan sakit jika terlalu lama ku jalani bersamanya. Ku katakan padanya”maaf saya tidak bisa menyakitimu lagi, jadi sebaiknya kita akhiri hubungan kita sekarang, maaf beribu maaf dariku”wanita itu membalasnya dengan pesan singkat”iya maaf juga kalau saya terlalu berharap darimu”.
Meniggalkan kisa tersebut, aku kembali dekat dengan orang yang tak pernah ku lupakan, tetapi hanya sebagai teman, tapi entah mengapa aku tak berani menatap matanya yang begitu indah. Dengan tegar aku mencoba menatap matanya dan mencoba untuk berkomunikasi dengan dia, setelah itu kami menjadi sahabat yang sederhana tanpa ada rasa cinta, ternyata tiada kusanggka dengan cara ini aku bisa melupakannya dan menganggapnya teman biasa.seiring dengan itu waktu berlalu begitu cepat bagai sekejap mata, aku telah menemukan pengganti  yang menjadi wanita yang aku damba dan cintai yang biasa ku panggil SINAR dia adalah seorang wanita yang sangat mencintaiku dan selalu mengingatkan ku tentang cara menikati hidup dengan TAUBAT KEPADA ALLAH, dialah wanita yang membuatku dapat sadar akan indahnya cinta dalam kata kata.
Saat pertama kali dia berargumen tentang hubungan kita”janganki tinggalkan ka, karena ku sayang sekaliki”dari itu aku berjanji akan selalu bersamanya dan setia padanya walaupun badai yang menerpa dan tembok menghadang walaupun dunia menentang aku akan tetap bersamanya san selalu ada untuknya.

 Pada awalnya SINAR adalah sesososk wanita yang cantik, mengerti agama,  pandai bersajak dan gampang sekali membuatnya menangis, sehingga jika aku berkomunikasi padanya aku harus menyusun bahasa yang yang tidak membuatnya tersinggung, namun dalam waktu seminggu aku berhubungan dengan SINAR, aku berhasil mengubahnya menjadi wanita yang kuat dan berhasil mengeluarkannya dari kesendirian. Baru aku sadari ternyata lebih baik dicintai daripada mencintai, sehingga aku menjadi sangat mencintainya seiring waktu berjalan.

Mengelola Informasi dalam Ceramah

 BAB III 1. Mengelola Informasi dalam Ceramah          Pernahkan kamu mendengar ceramah?          Apakah kamu suka ketika mendengar ceramah?...