Senin, 26 November 2018

Cinta tanpa wujud by Jumria


Cinta Tanpa Wujud
by Jumria



               Begitulah hari yang terus berlalu. dia tak pernah berhenti mencinta bunga, gadis yang memiliki nama yang paling indah menurutnya. Dia tak pernah tau mengapa perasaannya tak bisa lepas dari bunga. Bunga yang telah bisa mengubah perasaannya. Perasaan yang entah kapan datang setelah bertemu dengan bunga.
               Dia begitu mencintai bunga. Gadis yang membuat jantungnya seakan berpacu bagai dalam perlombaan lari maraton. Dia seakan ingin berbisik di telinga indah bunga, bahwa ia telah berhasil membuat dia begitu mencintainya. Tapi dia sadar, bunga telah di miliki orang lain, orang yang paling dia benci karena telah membuat bunga jatuh cinta padanya. Dia kadang ingin memberikan sesuatu pada bunga. Sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang tak pernah orang itu berikan pada bunga. Agar bunga akan beralih untuk mencintai dia. Tapi pikiran dia seakan melarang. Melarang untuk mengambil bunga dari orang itu. Bunga terlihat bahagia dengan orang itu. Dia tak ingin orang itu merasa bahwa dirinya jahat karena telah merebut bunganya.
               Di bawah terpaan angin dingin yang menusuk kulitnya. Pikiran dia seakan tak ingin lepas dari bayangan bunga, gadis dengan sejuta kelebihan. Cinta dia saat ini tak berarti apa-apa, tanpa wujud. Dia tak bisa memberikan sesuatu pada bunga sebagai wujud cintanya. Hingga saat ini, dia tak ingin jauh dari bunga. Dia ingin melihat bunga meskipun dari jauh. Seakan ada tali yang mengikat matanya untuk melihat bunga, karena hal ini dia sering dianggap sebagai orang yang cabul karena selalu memandangi bunga. Tapi itu tak masalah. Dia seakan tuli jika itu mengenai dirinya. Dia tak perduli, asalkan matanya selalu bisa memandang bunga.
             Dia tak pernah tau kehidupan yang akan datang seperti apa. Tapi bolehkah dia berharap suatu saat bunga akan melihat dia dan mencintainya. Dia akan selalu mencintai bunga, akan selalu menyimpan rasa itu untuk bunga meskipun perasaan itu tak akan sempurna untuk waktu yang akan datang. Dia tau bunga telah di miliki orang lain. Tapi apakah salah? Semua orang punya hak untuk mencintai. Mencintai orang lain. meskipun orang yang di cintai telah di miliki orang lain. Hingga suatu ketika, cintanya seakan memudar setelah dia mendengar bahwa bunga akan menikah. Kata "menikah" tak pernah di pikirkan oleh dia. Kata yang akan membuat cintanya dengan mudah memudar begitu saja. Dia sakit, kecewa tak tau mengapa cintanya harus berakhir tanpa wujud yang tak akan pernah diberitahu kepada bunga.
              Di malam yang gelap, hujan turun tanpa aba-aba, membawa semua cinta yang di miliki oleh dia untuk bunga. Cinta yang selama ini dia simpan. Sekarang ini hancur tak berbentuk. Dia seakan gila karena cintanya kini hanya kesia-siaan. Dia tak tau haruskah dia benar-benar berhenti mencintai bunga tanpa wujud ataukah terus mencintainya dalam kesakitan yang entah kapan harus merasakan sakit dan kecewa. Hujan semakin deras dan dia semakin merasakan sakit. Entahlah pikiran dia seakan kosong. Dia berjalan sempoyongan, tak tau dimana dia harus menceritakan sakitnya.
           Hari berganti hari, tak terasa seminggu berlalu. Dia tak pernah lagi melihat bunga. Matanya seakan sakit jika harus melihat bunga yang akan menjadi istri orang lain. Dia tak tau cintanya kepada bunga apakah masih ada atau sudah hilang bersama hujan. Hatinya seakan ingin bergerak, berjalan mencari bunga. Untuk membuktikan apakah hatinya masih sama. Masih sama mencintai bunga atau sudah tak lagi. Tapi kakinya seakan kaku, seakan baru saja keluar dari pendingin es. Bunga tak tau cinta itu telah membekas dihati dia, bahkan untuk menghapusnya begitu sulit. Dinding-dinding hati dia seakan rusak, karena terlalu berusaha menghapusnya. Cinta itu menyakitkan baginya. Dia tak tau mengapa dia begitu mencintai bunga. Kenapa dia bisa sebodoh itu, seharusnya dia sadar, tapi dia malah terus mengulangi kesalahan itu. 
            Kini dia tak bisa berkutik, berdiam di lingkaran yang mengerikan, lalu di pandang dengan senyum yang menyedihkan. Lalu bunga? Berdiri tegap tak tau apa yang terjadi dengan lelaki yang mengaguminya, hidup bahagia lalu pergi.
           Di sebuah kursi panjang yang tersedia di taman, dia duduk. Di hadapannya banyak anak-anak yang sedang bermain bersama teman-temannya. Dia seakan bermimpi suatu saat dia akan memiliki keluarga bersama bunga, gadis pujaannya dan memiliki keluarga yang bahagia bersama anak-anaknya. Tapi perlahan tapi pasti, mimpi itu seakan hilang bak di telan bumi.  Mimpi itu tak akan bisa menjadi nyata, karena bunga akan menjadi istri dari orang lain. Dia sadar, itu semua terjadi karena kebodohannya sendiri. Dia tak pernah bisa untuk memberitahukan kepada bunga bahwa dia mencintainya. Tapi kini, dia hanya dapat menyesali semua kebodohan yang pernah dia lakukan. Kini dia harus diam, cintanya sudah tak lagi sama terhadap bunga. Dia sadar, dia tak boleh lagi mencintai istri orang lain. Dan sekarang dia akan menunggu bahwa suatu hari cinta akan datang untuknya bahkan akan lebih besar meskipun bukan dengan wanita yang sama.
          Kata orang, cinta pertama biasanya akan gagal. Dulu dia tak pernah percaya dengan kata-kata itu. Hingga suatu ketika kata-kata itu menjadi suatu kenyataan. Kata-kata itu seakan terngiang di otaknya. Dia pernah berharap cintanya tak akan hilang untuk bunga. Tapi harapan itu seketika hancur karena satu kata yaitu "menikah". Dia benci dengan kata itu. Karena kata-kata itulah cintanya kini hancur dan hilang tanpa jejak dan tak kembali meskipun dia telah mencarinya.
           Sudah satu tahun sejak dia melupakan cintanya untuk bunga. Gadis dengan kecantikan yang tak ada duanya, menurutnya. Dia kini duduk di atas pasir dan di hadapannya telah disuguhkan pantai dengan angin yang segar. Dia seketika diam ketika mengingat semua kisah cintanya tanpa wujud yang sudah mati satu tahun lamanya. Dia tak lagi menjadi dirinya satu tahun yang lalu. Dia telah berubah menjadi orang yang dingin, kaku tanpa ekspresi. Hatinya telah berubah menjadi batu yang tak tau siapa yang akan bisa melelehkan hatinya yang beku karena cinta masa lalunya. Dia tak lagi bisa menarik bibirnya untuk memperlihatkan senyumannya kepada orang lain. Senyumannya telah hilang bak di telan bumi. Telinganya tak lagi bisa mendengar apa yang di bicarakan orang lain, meskipun itu hal baik untuknya. Telinganya seakan tuli, sejak dia mendengar bahwa bunga akan menikah.
          Hingga suatu ketika, cinta yang telah lama hilang itu kembali hadir dengan gadis yang berbeda. Cinta itu datang lagi tanpa permisi. Dia tak pernah tau, mengapa waktu membawanya bertemu dengan gadis yang berbeda tetapi cinta sama. Cinta yang sama-sama besar. Yang entahlah apakah cinta itu akan bertahan lama ataukah hanya akan datang lalu pergi tanpa tau apakah hati yang ditinggalkan sakit atau tidak. Entah kenapa gadis itu membuat dia seakan tak mau lepas untuk berhenti memandangnya sama seperti dengan bunga, gadis yang entah sekarang kabarnya tak terdengar lagi. Entah doa siapa, cintanya kini sangatlah berharga bagi dia. Cinta yang diberikan oleh gadis itu. Gadis itu seakan telah membuang bunga dari hati dia. Gadis itu telah berhasil mencairkan hati yang telah beku karna cinta lamanya.



TIGA HATI DALAM SEKEJAP by Faisal


TIGA HATI DALAM SEKEJAP
by Faisal



                Sejak senja mulai menkerut, sejak senja mulai memanas,sejak jiwa mulai ku ikuti, sejak hati berbalik menjadi duri, semenjak itu pula dapat ku rasakan kejolak cinta dan indahnya mencintai. Pada awalnya rasa ini bagaikan rasa yang tak mau tenang, seperti angan yang akan muncul pada relung hati ku yang seakan mengguncang tenangnya jiwa yang mula tak terbiasa, seakan ku tak sabar untuk mengumbarnya ke semua orang hingga kepada dunia.
                Pada awalnya aku hanya mengenalnya hanya sebagai teman biasa, tapi seiring berjalannya waktu kenapa rasa cinta yang tak pernah kusangka akan muncul membuatku gila yang tak searah, namun kusadari bahwa semua itu hanya angan yang tak mungkin ku capai. Tapi entah mengapa tingka lakunya buat ku tak bisa menahan diri, ingin rasanya ku mendekapnya dalam pelukan hangat ku yang membuatnya tak bisa melupakan besarnya cintaku. Waktu mulai berlalu yang pada awalnya ku hanya menjalani seperti terbiasa dan menutupinya, akan tetapi mata dan senyumannya memberiku keberanian untuk ungkapka semua yang ingin keluar dan akan menembus bendungan hati yang tak bisa ku paksakan. Waktu mendukung dan berada di pihakku sehingga memberanikan ku untuk mendekati dan mengungkapkan peluapan cintaku yang memiliki daya tak terbatas dalam rumus fisika.
                 Pada akhirnya dia menerimaku dengan apa adanya sebagai kekasih hidupnya, aku merasa bahagia seakan dunia ini milikku seorang dan merasa tak ada orang yang sebahagia diriku. Tiada kusangka diriku yang selalu berteman dengan sepi bisa menjadi kekasih seseorang yang tak pernah ku sangka isi hatinya yang begitu besar dan memiliki banyak ruang untuk menampung semua kekurangan ku. Malam ,siang, hingga senja mulai tiba, disitulah ku merasa  seakan aku tidak sendiri lagi meskipun hanya menggunakan media sosial, aku sudah merasa puas dengan apa yang kumiliki saat ini serta jiwaku penuh rasa syukur kepada tuhan yang telah memberikan nikmat yang tiada batas bagiku.
                Hariku mulai berlalu dengan sejalan dan searah tanpa gelombanng atau resistor yang menghalangi, dan akhirnya tanpa kusadari dirinya telah mulai bosan, dan akhirnya akupun mulai berfikir dan mulai timbul rasa tak nyaman serta rasa yang tak ingin ku rasakan. Tibanya pagi hari ang cerah dengan embun yang begitu berkilauan bagaikan mutiara penyejuk hati di pagi hari, berlalunya embun yang di hangauskan oleh radiasi dari cahaya fajar yang menghangatkan jiwa yang beku bagai salju. Detik mulai berlalu, kupegang hp,dan kusambungkan dengan angin yang membawa dunia luas, ku coba untuk memberinya kabar”lagi apa sayang” tapi jerawat hati mulai muncul di karenakan sang pujaan hatiku takmembalas pesan singkatku yang sangat bermakna bagiku.
                Aku mulai merasa curiga dan seakan jerawat tadi membesar seakan ingin menjadi bisul. Tapi hal itu terobati dengan balasan yang sangat menyentuh nafsu dari pesan singkat yang tak akan ku lupa yaitu”iye naik motorka sayang maaf sa nda balas soalnya baru juga saya pegang hp ku”hari itu aku merasa tenang.
               

Tangga 19 desember 2018 adalah hari lahirku kedunia ini dan dia adalah orang yang pertama kali memberiku ucapan selamat, pada pukul 12:04”hbd sayang ku yang baik semuga sehat selalu dan menjadi yang terbaik di hatiku, sekali lagi hbd pacarku maaf kalau telat” hari itu aku merasa orang yang paling beruntung memiliki kekasih yang sangat mecintaku. Senja mulai muncul, bertepatan dengan itu aku mendapatkan berita yang sangat membakar emosi, tapi aku masih menyimpannya dan melampiaskannya kepada sahabatku di sekolah, esok harinya berita itu makin memanas dan ku ambil keputusan untuk menanyakannya kepada kekasihku, dengan pipi memerah dengan mata yang berkaca kaca hingga meneteskan air mata menjawab”iya maafkan aku sayang ini kehendak orang tuaku yang ingin melupakan aku jika aku tak menuruti  mereka”aku merasa bersalah yang di iringi kekesalan mendengar jawabannya yang sangat mengiris hati.
Pada akhirnya kata sayang menjadi kamu aku. Sebelum itu aku masih sempat mengatakan bahwa “jujur aku sangat sayang kepadamu , kata putus bukan lah kata hatiku tapi kata dari hal yang tak menginginkan kita bersatu”dengan air mata yang berlinang dia berlalu pergi dan meninggalkan ku terbalut dalam kepedihan, dalam hati ku bertanya kepada TUHAN”YA Tuhan inikah nikmat mu yang selamaini memberiku penyesalan yang tak ada ujungnya”. Kisahku mulai ku lupaka meskipun luka itu terus saja terkupas, hingga akhirnya kucoba untuk membuka hatiku untuk wanita lain.
Dengan usahaku untuk melupakannya aku berhasil menemukan kekasih baru yang ku anggap lebih baik, aku dengannya menjalani hari hari yang sangat indah, tapi tetap saja aku tak bisa melupakannya, manis senyumannya dan tatapannya yang dapat melehkan kerasnya es yang ada di kutub. Sehingga dalam sekejap mata ku mengakhiri hubungan ku bersama wanita tadi secepatnya agar dia tidak terlalu merasakan sakit jika terlalu lama ku jalani bersamanya. Ku katakan padanya”maaf saya tidak bisa menyakitimu lagi, jadi sebaiknya kita akhiri hubungan kita sekarang, maaf beribu maaf dariku”wanita itu membalasnya dengan pesan singkat”iya maaf juga kalau saya terlalu berharap darimu”.
Meniggalkan kisa tersebut, aku kembali dekat dengan orang yang tak pernah ku lupakan, tetapi hanya sebagai teman, tapi entah mengapa aku tak berani menatap matanya yang begitu indah. Dengan tegar aku mencoba menatap matanya dan mencoba untuk berkomunikasi dengan dia, setelah itu kami menjadi sahabat yang sederhana tanpa ada rasa cinta, ternyata tiada kusanggka dengan cara ini aku bisa melupakannya dan menganggapnya teman biasa.seiring dengan itu waktu berlalu begitu cepat bagai sekejap mata, aku telah menemukan pengganti  yang menjadi wanita yang aku damba dan cintai yang biasa ku panggil SINAR dia adalah seorang wanita yang sangat mencintaiku dan selalu mengingatkan ku tentang cara menikati hidup dengan TAUBAT KEPADA ALLAH, dialah wanita yang membuatku dapat sadar akan indahnya cinta dalam kata kata.
Saat pertama kali dia berargumen tentang hubungan kita”janganki tinggalkan ka, karena ku sayang sekaliki”dari itu aku berjanji akan selalu bersamanya dan setia padanya walaupun badai yang menerpa dan tembok menghadang walaupun dunia menentang aku akan tetap bersamanya san selalu ada untuknya.

 Pada awalnya SINAR adalah sesososk wanita yang cantik, mengerti agama,  pandai bersajak dan gampang sekali membuatnya menangis, sehingga jika aku berkomunikasi padanya aku harus menyusun bahasa yang yang tidak membuatnya tersinggung, namun dalam waktu seminggu aku berhubungan dengan SINAR, aku berhasil mengubahnya menjadi wanita yang kuat dan berhasil mengeluarkannya dari kesendirian. Baru aku sadari ternyata lebih baik dicintai daripada mencintai, sehingga aku menjadi sangat mencintainya seiring waktu berjalan.

Aku bahagia memilikinya by Nur Aina

Aku bahagia memilikinya
by Nur Aina


     Nur Aina, biar lebih akrab panggil saja aku Aina. Aku berumur 15 tahun, aku baru saja duduk di bangku SMA kelas XI. Dulu aku tinggal di kampung bersama keluargaku tapi sekarang aku pindah di tmpat yang jaraknya dekat dengan sekolahku.Aku hanya tergolong dalam keluarga yang sederhana namun aku selalu bahagia bersama keluargaku,aku tinggal bersama ibu,ayah,nenek dan satu adikku. Oh iya, satu yang tidak ku lupakan yaitu sahabtku, mereka Riska,Ayu,dan Erin. Tapi Erin lah yang selalu berbagi cerita dengan aku entah itu kisahnya sedih ataupun bahagia.
    Hari ini adalah hari penerimaan siswa baru dan juga hari pertama buat mereka mengikuti kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa). Semua orang sibuk dengan kegiatan nya, ada yang mengurus siswa baru, ada yang menggosip, ada yang menonton dan lain-lain. Itulah kebiasaan mereka saat hari dimana tidak ada kegiatan belajar. Aku hanya diam tanpa kata, memandangi mereka dengan kegiatan nya dan mungkin sesekali mereka juga memandangiku namun aku tidak memperdulikan itu.
    Beberapa hari telah berlalu dengan kegiatan yang sama. hingga keadaan kembali normal, kita belajar seperti biasa, guru masuk bergantian di dalam kelas mengajari kita entah semuanya mengerti atau tidak tapi yah jalani saja. hingga tidak di sadari bel pulang berbunyi, semua orang bersorak riang "Yeehh Pulang"..
"haha kaya anak SD saja" kataku dalam hati.
    Pagi itu setelah mengikuti apel, aku duduk di depan kelas bersama Erin. Tiba tiba aku melihat salah satu cowok di antara siswa baru yang kelasnya tepat di samping kelas ku.
"Rin liat dia, itu yang agak tinggi" kataku
"Kereen" jawab Erin
lalu aku diam memandangi dia dengan hati hati karena aku takut ketahuan. dia yang terus berjalan menuju kelasnya tanpa menoleh.
"Siapa yah nama nya?" tanyaku dalam hati
   Hari demi hari berlalu aku selalu memperhatikan dia,mencuri pandang dengan nya, dan aku sangat malu jika dia tiba2 mengetahui kalau aku sedang memandangi nya. "Aahh sial" kataku dengan senyum malu dan salah tingkah. Suasana ini sering terjadi dan aku suka merasakan nya. Namun seiring berjalan nya waktu, aku mendengar seseorang memanggil nya. "Wandi" panggil orang itu
"ternyata nama dia " Wandi" kataku tanpa sadar. tiba2 Erin menepuk lenganku
"Na, tadi kamu bilang apa?" tanya nya.
"oh, tidak apa apa" jawab ku
    Selama beberapa minggu, aku hanya bisa memperhatikan dia dari kejauhan, terkadang mata kita saling berpapasan kemudian masing2 melempar senyuman. selama ku perhatikan, dia orang nya unik dan aku suka memandanginya, tapi entah hal unik apa yang ada dalam dirinya sehingga dia sangat menarik perhatian ku.  Tapi aku tidak tau bagaimana dia terhadap ku.
"Dia sama ngga yah seperti aku" tanyaku dalam hati
    Waktu terus berlalu, hingga pada malam hari aku sedang memainkan handphone ku sambil membuka facebook ku. aku membuka daftar permintaan pertemanan ku dan ku lihat akun nya
"Dika Wandi" bisikku
 yang kemudian tanpa berfikir aku langsung mengkonfirmasi pertemanan ku dengan nya. Aku merasa senang saat itu, aku merasa punya peluang untuk bisa berbicara dengan dia meskipun itu melalui chat.  Aku diam2 men stalking akun nya, membuka album2 fotonya dan juga melihat semua status unggahan nya.
    Selama beberapa waktu hal ini terjadi, tiba2 aku melihat salah satu unggahan nya dan kemudian ku komentari itu. Aku hanya mengomentari dengan kata singkat karena aku tidak berani berkata banyak apalagi ngechat dia,oh tidak.  Dan karena komentar ku, itu menjadi awalan kita saling mengenal, semenjak itu, setiap hari aku selalu chatan dengan dia. Jika kita ketemu di sekolah, aku masih agak malu,dan aku belum bisa berbicara biasa2 saja dengan nya. Kadang dia menghampiriku saat aku duduk entah itu aku sendiri atau sedang bersama teman2ku. Aku tidak bisa menjelaskan perasaan ku jika aku dekat dengan dia. Entah lah bagaimana rasanya.
   Seiring berjalan nya waktu rasanya kita semakin dekat, namun itu dekat di chatting an aja. klo ketemu yah ngga juga...Tapi semakin lama aku memperhatikan dia ternyata ada satu hal, dia selalu di dekati oleh banyak cewe entah dia di gandeng, tangan nya di pegang, dia disandari dan duduk dengan cewe2 itu... Tapi aku hanya diam saja, toh aku bukan siapa2nya. meskipun sebenarnya perasaanku sedikit ngga enak. tapi biarkan lah. aku hanya mengikuti alur cerita di antara kita, bertemu yah bertemu, saling menyapa dan juga chatan.
    Pada suatu hari, aku mendengar sedikit tentang dia, katanya sih dia suka sama aku. tapi aku tidak tau itu benar atau tidak. dia serius atau hanya sekedar main2... aku tidak tau itu tapi aku tetap bersikap biasa2 saja di depan nya...  Oh iya, dia itu orang nya perhatian dan aku suka dengan semua sifat sikapnya selama ini. hingga kita semakin dekat dan dia mengungkap kan perasaan nya ke aku, awalnya aku menolaak tapi setelah beberapa hari aku sadar aku tidak bisa tanpa dia. aku selalu ingin nge chat dia, dan tau kabar dia. Kita masih sering chatan meskipun aku pernah menolak dia bahkan tetap seperti biasanya. Tapi hingga suatu hari dia hilang tanpa kabar, aku ngga tau sebab apa dia seperti itu, aku juga hanya diam saja dan seakan akan tidak menghiraukan nya. Tapi jujur aku tidak tahan dengan keadaan ini sampai aku berani ngchat dia duluan. dia tetap membalas nya seakan akan ngga ada yang pernah terjadi.
     Tanggal 14 januari 2018 tepatnya malam minggu. aku chatan dengan dia dengan pembahasan yang ada ada saja. entah apa saja yang kita bahas dan membuat dia mengungkapkan perasaan nya yang kedua kalinya.. Kali ini aku tidak menolak lagi, aku menerima perasaan itu . Dan malam itu adalah malam yang tidak bisa ku ceritakan. dia terus membuat perasaan ku berbunga bunga hingga rasanya aku melayang dengan rayuan nya... memang aku akui, banyak yang suka dengan nya dan salah satu yang sangat aku gembira kan adalah dia memilihku di antara orang orang yang dekat dengan nya.
    Seminggu telah berlalu semenjak malam itu, kita masih menyembunyikan status kita, kelakuan kita di sekolah biasa2 saja bahkan kita seakan akan tidak mengenal tapi entah dari mana kabar tersebar bahwa kita berpacaran. aku tidak tau dari mana kabar itu, intinya orang orang di sekolah heboh dengan kabar itu, Semua orang bertanya tanya tentang itu .entah mereka menanyakan nya dengan ku atau dengan wandi.
"Apa benar kabar itu"
Tapi aku tidak menjawab dengan kata "Iya" yang ku katakan hanya "Tidak, aku tidak tau"
Selama beberapa hari setelah itu, orang seakan akan tidak menyangka ini terjadi, karena pada awalnya mereka melihat kita seakan akan tidak saling mengenal dan juga "Wandi" dia sering jalan dengan cewe lain, tiba2 ada kabar kalau kita telah berpacaran, bagaimana tidak membingungkan kan...Sebenarnya aku juga tidak menyangka, tidak pernah membayangkan ini terjadi dan aku selalu berkata "tidak mungkin".. tapi pada akhirnya ini terjadi juga...
    waktu terus berjalan, hari demi hari berlalu.kita menjalin hubungan yang biasa-biasa saja, seperti pada umumnya yang di lakukan orang-orang saat berpacaran. Kadang-kadang kita bertemu, jalan bersama,makan bersama, hingga kita berbagi cerita diikuti dengan canda gurau kita... aku tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku selama ini, mungkin campur aduk, entah bagaimana menjelaskan nya. Karena jujur aku baru pertama kalinya seperti ini, punya pacar satu sekolah bahkan jaraknya dekat dengan aku. ternyata hubungan seperti ini jauh lebih indah dibanding dengan hubungan cinta jarak jauh..
   14 Maret 2018 , Malam tanggal jadian nya kita, kata orang orang itu Unniversary. Malam itu Aku dan dia juga teman-teman aku pergi dibukit, entah bukit apa namanya, aku menghabiskan malam di sana,iya di atas bukit, tanpa ada pepohonan,tanpa ada rumah, tanpa tidur dan duduk hanya dengan satu bangku yang agak panjang, di kelilingi bintang yang berkelip kelip, di temani dengan suasana kesunyian, cahaya rembulan, dan suara canda ria teman-teman yang lain.
   Sepanjang malam aku tidak bisa menjelaskan kejadian yang tidak di sangka sangka dan entah terulang atau tidak, aku juga tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaan ku malam itu, entahlah, intinya aku tidak bisa melupakan nya.
    Waktu terus berjalan tanpa aku sadari aku dan dia telah menjalin hubungan selama 6 bulan. Selama itu hubungan kita baik-baik saja,Tapi Secara tidak sengaja aku melakukan suatu kesalahan yang tanpa aku sadari telah melukai hatinya. dia menghilang tanpa kabar, akupun bingung mengapa dia tidak mengabari  aku selama beberapa hari. Di SMS  tidak membalas, di telvon tidak menjawab dan di meseg pun tidak online. Aku terdiam sejenak memikirkan apa sebenarnya kesalahan ku, tetapi aku merasa diriku terlalu bodoh sampai-sampai aku tidak menyadari kesalahan ku yang telah melukai hatinya. Akupun berkeputusan untuk mencari nya, dan menanyakan dirinya kepada teman-teman sekelas nya.
"Sis,Wandi masuk sekolah ngga" tanyaku kepada salah satu temannya
"Ngga tuh, Beberapa hari ini dia ngga masuk, katanya sih ada urusan" Jawab Siska
"Oh, makasih yah" Jawabku dengan nada kecewa lalu pergi meninggalkan kelas nya.
Setelah beberapa hari tidak mendapat kabar darinya, aku nekad untuk pergi mencari dia di rumah nya dan akhirnya aku bisa menemuinya. Disitu kita membicarakan masalah yang terjadi, aku berusaha meyakinkan nya kembali
"Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya" Kataku dengan nada lemah
"Iya, tapi janji jangan mengulangi nya" Jawabnya dengan halus
"Iya aku janji" kataku
Kemudian dia memelukku lalu aku mengatakan
"Terima kasih" Kataku dengan nada terharu
suasana hening terjadi selama beberapa detik kemudian dia mengatakan
"Aku menyayangi mu"
"Iya, aku juga" Jawabku

Mengelola Informasi dalam Ceramah

 BAB III 1. Mengelola Informasi dalam Ceramah          Pernahkan kamu mendengar ceramah?          Apakah kamu suka ketika mendengar ceramah?...