Senin, 17 Desember 2018

kumpulan puisi





Kesempurnaan cinta
By Anggun Afril Q.

Zona tempat di mana paket lengkap tersedia
Suka, duka, tawa juga haru
Dinaungi sebuah ruang kecil yang hangat
Keluarga telah tercipta oleh waktu
Kita punya batin yang terikat erat
Cinta terselip di antaranya

Ada jiwa-jiwa tegar yang siap meluncurkan pengorbanan tanpa batas
Pelukan yang senantiasa menenangkan pupusnya harapan
Senyum yang caikan gugupnya menghadapi dunia luar
Ada mata yang siap menerawang lilitan masalah
Telinga yang siap mendengar rintihan kelelahan
Juga telapak tangan yang terus menghantarkan doa dan harapan

Adalah keluarga
Dan aku berada di tengah-tengah zona itu
Jika pohon adalah pena dan lautan adalah tintanya
Maka tak mampu menuliskan nikmat yang telah kudapat
Dunia beserta seluruh isinya juga tak cukup mewakili syukurku

Keluarga adalah berlian
Yang kujaga tak kubiarkan hilang
Remuk berlianku remuk juga diriku
Kita manusia tahu, taka da keluarga yang sempurna
Tapi kita akan sempurna
Dengan hadirnya keluarga.



SAHABAT SETIA
By Erwin

senja baru saja meremang
aku kembali bercerita dalam secarik kertas
aku mulai menorehkan kenangan kita melalui penaku
dimana hari-hariku terasa begitu indah

ingat!!!
Kita pernah saliang berkeluh kesah
Kita pernah menangisi hal yang kecil
Kita selalu melangkah bersama melewati waktu
Dimana waktu itu akan kurindukan

Sahabatku…
Tetaplah menjadi tempatku bersandar
Jika aku mulai letih mempelajari kehidupan ini
Tetaplah bangkitkan aku jika aku terjatuh
Rangkul aku jika aku tak sanggup berdiri

Sahabatku…
Kita selalu melangkah bersama
Melewati manisnya hidup dan duri-duri kehidupan
Telingamu tidak pernah bosan mendengarkan keluh kesahku
Mulutmu tak pernah diam demi manasihatiku

Sahabatku
Kita begitu takut saling melepas diri
Meski tahu
Suatu hari nanti waktu akan memisahkan
Dan jarak akan membentang di antara kita
Tapi itu bukanlah masalah besar
Yang menjadi masalah jika kita saling melupakan
Rindupun hadir di hati di kala tak bertemu

Sahabatku
Kenangan kita bukanlah ilusi
Sahabatku yang setia..
Kau ibarat pewangi yang mengharumkan
Ku harap kita bisa saling mengingat
Sampai maut menjemput kita




UNTUKMU SAHABATKU
By Gusti Komang Arini

Jumpa pertama kita
Tatap muka pertama kita
Kata pertama kita
Adalah hal yang paling canggung
Yang pernah kita lakukan

Namun aku tahu
Itu akan menjadi sebuah jalan baru
Jalan yang akan membawa kita
Terus beriringan bersama

Walau kini kuresah
Karena kita kan berpisah
Tapi biarlah kalbu terus berbunga rindu
Aku tak mau memberimu air mata
Jika itu berarti perpisahan

Teman..
Kamu bukan hanya temanku
Atau hanya sahabatku
Kalian adalah diriku
Maka izinkanlah aku mencintaimu
Seperti Tuhan mencintaiku
Izinkan aku menyayangimu
Seperti aku menyayangi diriku

Tetaplah berada di sampingku
Seperti tangan yang akan selalu berdua
Seperti kita yang akan selalu bersama.



SAHABAT
By Komang Kharisma Utari

Sosok orang-orang ceria yang kutemui setiap hari
Ialah sahabat…
Teman bercerita
Teman tertawa
Teman berbagi keluh dan kesah

Terkadang suatu pertengkaran terjadi
Hanya karena hilangnya sebuah pulpen
Kadang juga terjadi karena banyaknya orang yang mengadu domba

Namun sahabat yang sesungguhnya
Tidak akan koyak hanya karena adanya masalah
Sahabat bisa melaluinya
Dengan senyuman dan tanpa rasa dendam

Bertahun-tahun telah kita lalui bersama
Suka duka telah kita lewati bersama
Hingga saat berpisah semakin dekat
Tapi kita tetaplah sahabat..




SAHABAT
By Dwi Kiswanti

Saat melihat kalian tertawa
Mengingatkan saat pertama kali bertemu
Aku mengenal kalian tanpa sengaja
Aku yang awalnya tidak mengenal kalian
Mencoba akrab dengan kalian
Dan pada akhirnya..
Kita menjalin sebuah persahabatan yang hampir 3 tahun

Kita jalani hari demi hari bersama
Terkadang kita bertengkar
Hanya karena hal yang sepele
Namun pertengkaran itu tidak berlangsung lama
Sebab kita saling mengerti
Saling melengkapi satu sama lain

Kita selalu bersama layaknya sebuah keluarga
Kalian selalu menghadirkan tawa
Meski hati sedang bimbang
Kalian selalu memberi solusi
Saat aku menghadapi masalah
Kalian mengubah air mata menjadi senyum indah

Kalianlah lading hatiku
Yang ditaburi dengan rasa kasih dan sayang
Dan dipanen dengan rasa terima kasih
Kalianlah naungan dan pandanganku.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengelola Informasi dalam Ceramah

 BAB III 1. Mengelola Informasi dalam Ceramah          Pernahkan kamu mendengar ceramah?          Apakah kamu suka ketika mendengar ceramah?...