Dunia kita berbeda
by clausia fernata mandala keturunan belanda alias (Dwi Kiswanti) 😎😎
Matahari mulai terbangun . Angin membelai lembut rambut indah Winda yang sedang menikmati udara di sekeliling bunga-bunga yang sedang bermekaran .Winda adalah salah seorang temanku yang pintar , cantik , dan asyik . Kulangkahkan kakiku mendejati gadis mungil itu . “ Doorr !! “ gertakku padanya yang sedang melamun . “ Eeeee… “ kagetnya saat ku gertak . “ Hahahaha , apa yang sedang kau lakukan di sini Win ? “ tanyaku . “ Huuh , aku iri dengan mereka . Mereka yang terlihat bahagia dengan kekasihnya “ jawabnya dengan suara lirih . Aku mencoba menghiburnya dengan candaan yang aku lontarkan kepadanya .
“ Tik – Tik – Tik “ waktu berdetik dengan cepatnya , hingga Kelvin datang dalam kehodupan temanku , Winda . “ Rara , aku merasa hari-hariku lebih berwarna ketika dia datang . Dia datang membawa senyum untukku “ Winda curhat dengan riangmya . “ Dia ? Siapa ? “ tanyaku . “ Kelvin anak 9H , dia anak yang rajin , mandiri , baik , dan dia perhatian kepadaku . “ jawabnya .
Dua minggu sudah mereka berdua melakukan pendekatan . “ Winda , bolehkah aku menjadikanmu seorang yang special di hatiku ? “ ucap Kelvin sambil memandang mata kecil Winda yang berwarna biru . Winda hanya bisa tersenyum malu dengan pipi diwajahnya ketika mendengar pertanyaan Kelvin itu . Hingga pada akhirnya mereka resmi berpacaran .
“ Kreeeeng …. “ bel sekolah berbunyi , tanda waktu pulang sekolah tiba . Ku kemasi buku-buku yang berada di meja ku , dan bergegas untuk keluar dari pintu kelas . Winda dengan semangatnya menarik tanganku agar cepat keluar dari ruangan itu , seakan-akan ada yang ingin dia tunjukan kepadaku .
“ Rara , Rara , kamu tahu gak sih ? aku sudah jadian sama K lho “ dengan senyum malunya . Aku hanya terdiam dan berpikir , “ K “ ? itulah yang terngiang di otakku . “ Kelvin ! “ jawabnya karena tak sabar menunggu responku . “ Oh ya ? Kapan ? Wah kayaknya bakal ada bakso gratis nih . Hahaha “ candaku . “ Ah kamu , bisa aja deh , aku kan jadi malu “
Hari demi hari mereka lalui bersama . Winda sadar bahwa Kelvin ternyata orangnya pengengkang . Kemanapun Winda pergi , Winda harus pamit dengan Kelvin . Hingga pada suatu hari , Winda pergi berkumpul dengan anak alumni 8C , yaitu Aku , Maulida , Wulan , Sari, Andin , Fita , Fikril , Yusnian , Wisnu , dan teman-teman yang lain . Karena asyik berkumpul , Winda lupa untuk pamit dengan Kelvin . Kelvin pun marah dan mnyuruh Winda untuk cepat pulang . “ Pergi kemana kamu ? Kenapa tidak pamit ? Pulang sekarang ! “ kalimat yang ia kirim ke seluler Winda disela-sela waktu kita sedang bercanda . “ Aduh , maaf teman , aku harus pulang sekarang “ Winda panik . “ Kenapa Win ? Kenapa kamu terlihat panik dan terburu-buru ? “ tanyaku . “ iya Win . Kenapa ? Baru saja kamu datang ke rumahku , sudah mau pergi lagi . “ sahut Fita dengan lirikan khas yang ia lakukan kepada Winda . “ Aku harus pulang teman . “
Hari telah berganti , Winda mengawali harinya dengan senyuman . “ Kamu tahu ? Hari apakah ini ? Hari ini adalah hari spesial , karena pada hari ini aku sedang berulang tahun . “ gumamnya dalam hati saat membuka jendela kamarnya dan menyapa indahnya dunia .
Jam dinding tua yang terletak di sudut ruangan itu , menunjukkan pukul 05.30 WIB . Winda bergegas ke kamar mandi untuk menikmati dinginnnya guyuran air yang jatuh dari gayungnya . Winda bersiap-siap untuk berangkat sekolah . Tepat pukul 06.45 WIB , ia sampai di sekolah . “ Selamat ulang tahun , Winda “ kata itulah yang ia dengar sepanjang jalan menuju kelasnya . Banyak ucapan yang ia dapat dari sahabat-sahabatnya . “ Kelvin ! “ tegur winda ketika bertemu dengan Kelvin . “ Iya Winda , ada apa ? “ tanyanya . “ Apa kamu lupa hari ini hari apa ? “ . “ Sekarang hari senin , memangnya kenapa Win ? “ jawab Kelvin . “ Tak apa , lupakan saja .
Mungkin memang tidak penting . “ ujar Winda dengan perasaan kecewa melihat Kelvin tidak ingat dengan hari ulang tahun Winda . Pulang sekolah , tiba-tiba Kelvin sudah berada di depan kelas Winda . Winda terkejut melihat Kelvin . “ Selamat ulang tahun gembul “ ucapnya sambil memanggil nama kesayangan yang ia buat untuk Winda . Winda tersenyum mendengar kalimat itu . Mereka pun pulang berdua dan berhenti di suatu tempat dengan tumbuhan hijau di sekeliling mereka , dan ditemani hembusan angin sepoi-sepoi . “ Aku capek Win . Aku lelah menghadapi hidup ini . Maafkan aku jika selama ini aku tidak bisa membuatmu bahagia . “ ucap Kelvin dengan menyenderkan kepalanya di bahu Winda . Winda hanya mengerutkan keningnya karena tak tahu apa yang dimaksud Kelvin .
Pada malam harinya , Kelvin bersama dengan empat temannya pergi ke sawah mencari katak . Kebiasaan orang desa. Mereka pun berpisah , Kelvin bersama dengan Arif ke arah timur dan tiga temannya ke arah selatan . Kelvin dan Arif dengan asyiknya mencari katak , hingga mereka tak sadar bahwa terdapat kawat besi yang dialiri arus listrik yang digunakan para petani sebagai penjebak tikus .
Nasibnya , mereka berdua menginjak kawat tersebut , hingga nafas yang keluar dari hidungnya terhenti . Keesokan harinya , petani pemilik sawah terkejut melihat dua jasad kaku yang tergeletak dengan lumpur sawah yang melumuri tubuh kedua jasat tersebut . Tepat pukul 09.00 WIB , kabar itu terdengar sampai telinga Winda . Tetes air membasahi pipinya , dengan meronta-ronta Winda memanggil nama Kelvin disela tangisnya . Lalu , Winda bergegas ke BK untuk meminta izin melayat ke rumah Kelvin . Sesampainya dirumah Kelvin , begitu kagetnya Winda melihat Kelvin sudah tergeletak kaku ditikar dengan selembar kain putih yang membungkus tubuh Kelvin dan kapas yang menutupi hidungnya . Isak tangis pun terjadi pada keluarga Kelvin .
Suasana duka menyelimuti rumah Kelvin .
Sejak kematian Kelvin , Winda menjadi pendiam , pemurung , dan suka melamun . Ia selalu mendapat motivasi dari sahabat-sahabatnya . Hingga ia mampu berusaha untuk ikhlas menghadapi kenyataan bahwa Kelvin telah meninggalkannya untuk selamanya.
“ Kelvin , cintamu abadi .
Dan cintamu selalu hidup di hatiku , kini kita telah berbeda alam . Semua kenangan indah bersamamu , telah kusimpan dengan indah pula di hati dan fikiranku . “ Winda melepas senyum di depan batu nisan yang terukir nama Kelvin .Kita Berbeda Alam
Matahari mulai terbangun . Angin membelai lembut rambut indah Winda yang sedang menikmati udara di sekeliling bunga-bunga yang sedang bermekaran .Winda adalah salah seorang temanku yang pintar , cantik , dan asyik . Kulangkahkan kakiku mendejati gadis mungil itu . “ Doorr !! “ gertakku padanya yang sedang melamun . “ Eeeee… “ kagetnya saat ku gertak . “ Hahahaha , apa yang sedang kau lakukan di sini Win ? “ tanyaku . “ Huuh , aku iri dengan mereka . Mereka yang terlihat bahagia dengan kekasihnya “ jawabnya dengan suara lirih . Aku mencoba menghiburnya dengan candaan yang aku lontarkan kepadanya .
“ Tik – Tik – Tik “ waktu berdetik dengan cepatnya , hingga Kelvin datang dalam kehodupan temanku , Winda . “ Rara , aku merasa hari-hariku lebih berwarna ketika dia datang . Dia datang membawa senyum untukku “ Winda curhat dengan riangmya . “ Dia ? Siapa ? “ tanyaku . “ Kelvin anak 9H , dia anak yang rajin , mandiri , baik , dan dia perhatian kepadaku . “ jawabnya .
Dua minggu sudah mereka berdua melakukan pendekatan . “ Winda , bolehkah aku menjadikanmu seorang yang special di hatiku ? “ ucap Kelvin sambil memandang mata kecil Winda yang berwarna biru . Winda hanya bisa tersenyum malu dengan pipi diwajahnya ketika mendengar pertanyaan Kelvin itu . Hingga pada akhirnya mereka resmi berpacaran .
“ Kreeeeng …. “ bel sekolah berbunyi , tanda waktu pulang sekolah tiba . Ku kemasi buku-buku yang berada di meja ku , dan bergegas untuk keluar dari pintu kelas . Winda dengan semangatnya menarik tanganku agar cepat keluar dari ruangan itu , seakan-akan ada yang ingin dia tunjukan kepadaku . “ Rara , Rara , kamu tahu gak sih ? aku sudah jadian sama K lho “ dengan senyum malunya . Aku hanya terdiam dan berpikir , “ K “ ? itulah yang terngiang di otakku . “ Kelvin ! “ jawabnya karena tak sabar menunggu responku . “ Oh ya ? Kapan ? Wah kayaknya bakal ada bakso gratis nih . Hahaha “ candaku . “ Ah kamu , bisa aja deh , aku kan jadi malu “ Winda merundukkan kepalanya dengan tersenyum malu .
Hari demi hari mereka lalui bersama . Winda sadar bahwa Kelvin ternyata orangnya pengengkang . Kemanapun Winda pergi , Winda harus pamit dengan Kelvin . Hingga pada suatu hari , Winda pergi berkumpul dengan anak alumni 8C , yaitu Aku , Maulida , Wulan , Sari, Andin , Fita , Fikril , Yusnian , Wisnu , dan teman-teman yang lain .
Karena asyik berkumpul , Winda lupa untuk pamit dengan Kelvin . Kelvin pun marah dan mnyuruh Winda untuk cepat pulang . “ Pergi kemana kamu ? Kenapa tidak pamit ? Pulang sekarang ! “ kalimat yang ia kirim ke seluler Winda disela-sela waktu kita sedang bercanda . “ Aduh , maaf teman , aku harus pulang sekarang “ Winda panik . “ Kenapa Win ? Kenapa kamu terlihat panik dan terburu-buru ? “ tanyaku . “ iya Win . Kenapa ? Baru saja kamu datang ke rumahku , sudah mau pergi lagi . “ sahut Fita dengan lirikan khas yang ia lakukan kepada Winda . “ Aku harus pulang teman . "
Hari telah berganti , Winda mengawali harinya dengan senyuman . “ Kamu tahu ? Hari apakah ini ? Hari ini adalah hari spesial , karena pada hari ini aku sedang berulang tahun . “ gumamnya dalam hati saat membuka jendela kamarnya dan menyapa indahnya dunia . Jam dinding tua yang terletak di sudut ruangan itu , menunjukkan pukul 05.30 WIB . Winda bergegas ke kamar mandi untuk menikmati dinginnnya guyuran air yang jatuh dari gayungnya . Winda bersiap-siap untuk berangkat sekolah . Tepat pukul 06.45 WIB , ia sampai di sekolah . “ Selamat ulang tahun , Winda “ kata itulah yang ia dengar sepanjang jalan menuju kelasnya . Banyak ucapan yang ia dapat dari sahabat-sahabatnya . “ Kelvin ! “ tegur winda ketika bertemu dengan Kelvin . “ Iya Winda , ada apa ? “ tanyanya . “ Apa kamu lupa hari ini hari apa ? “ . “ Sekarang hari senin , memangnya kenapa Win ? “ jawab Kelvin . “ Tak apa , lupakan saja . Mungkin memang tidak penting . “ ujar Winda dengan perasaan kecewa melihat Kelvin tidak ingat dengan hari ulang tahun Winda . Pulang sekolah , tiba-tiba Kelvin sudah berada di depan kelas Winda . Winda terkejut melihat Kelvin . “ Selamat ulang tahun gembul “ ucapnya sambil memanggil nama kesayangan yang ia buat untuk Winda . Winda tersenyum mendengar kalimat itu . Mereka pun pulang berdua dan berhenti di suatu tempat dengan tumbuhan hijau di sekeliling mereka , dan ditemani hembusan angin sepoi-sepoi . “ Aku capek Win . Aku lelah menghadapi hidup ini . Maafkan aku jika selama ini aku tidak bisa membuatmu bahagia . “ ucap Kelvin dengan menyenderkan kepalanya di bahu Winda . Winda hanya mengerutkan keningnya karena tak tahu apa yang dimaksud Kelvin .
Pada malam harinya , Kelvin bersama dengan empat temannya pergi ke sawah mencari katak . Kebiasaan orang desa. Mereka pun berpisah , Kelvin bersama dengan Arif ke arah timur dan tiga temannya ke arah selatan . Kelvin dan Arif dengan asyiknya mencari katak , hingga mereka tak sadar bahwa terdapat kawat besi yang dialiri arus listrik yang digunakan para petani sebagai penjebak tikus . Nasibnya , mereka berdua menginjak kawat tersebut , hingga nafas yang keluar dari hidungnya terhenti . Keesokan harinya , petani pemilik sawah terkejut melihat dua jasad kaku yang tergeletak dengan lumpur sawah yang melumuri tubuh kedua jasat tersebut . Tepat pukul 09.00 WIB , kabar itu terdengar sampai telinga Winda . Tetes air membasahi pipinya , dengan meronta-ronta Winda memanggil nama Kelvin disela tangisnya . Lalu , Winda bergegas ke BK untuk meminta izin melayat ke rumah Kelvin . Sesampainya dirumah Kelvin , begitu kagetnya Winda melihat Kelvin sudah tergeletak kaku ditikar dengan selembar kain putih yang membungkus tubuh Kelvin dan kapas yang menutupi hidungnya . Isak tangis pun terjadi pada keluarga Kelvin . Suasana duka menyelimuti rumah Kelvin .
Sekian Dan Terimakasih