Selasa, 20 November 2018
Ikhlas Mencintaimu By Dwi Puspita
Ikhlas Mencintaimu
By Dwi Puspita
Matahari menampakan sinar kemerahan dari balik
awan, yang berarak disudut barat. Sinar matahari itu sayu,mencoba meneduhkan
hati ini yang sedang merindukannya. Aku adalah seorang kekasih yang merindukan
suatu hari dimana datang seorang pria, dengan membawa kerinduanku bersamanya.
Awalnya, aku mengira hidup sederhanaku ini sudah sempurna. Namun, nyatanya
tidak karena tanpa kehadirannya disisiku, hingga aku memutuskan untuk
menyusulnya ke Amerika.
Hari ini tepat pada tanggal 06
november 2018 adalah hari keberangkatanku ke Amerika dan aku segera bergegas
pergi kebandara. Aku sengaja datang lebih awal kebandara karena aku terlalu
bersemangat untuk segera bertemu dengan pria yang aku cintai. Setelah beberapa
lama menunggu akhirnya pesawat yang kutumpangi akan mengepakan sayapnya yang
terbang melawan arah angin. Betapa bahagianya aku membayangkan akan bertemu
dengan pria yang aku cintai. Beberapa jam berlalu akhirnya pesawat yang aku tumpangi
“Landing” di Bandar Udara Los Angeles.
Hal yang aku pikirkan pada saat itu adalah
ingin segera bertemu dengan pria yang aku cintai. Tanpa aku berpikir panjang,
aku segera pergi ke apartemen tempatnya tinggal. Aku membayangkan betapa
terkejutnya dia nanti melihatku ada disini, ya aku tak memberitahukan dia
tentang keberangkatan diriku menemui dirinya. Namun sayang beribu sayang hal
yang aku bayangkan tidak sesuai dengan yang aku harapkan. Dia tak ada di
apartemennya, aku berpikir positive, mungkin saja dia sedang masuk kuliah. Karena
kesalahanku juga, tak memberitahukan tentang keberangkatanku. 5 jam berlalu,
aku menuggu dirinya di depan apartemennya. Namun tak ada tanda-tanda dia akan
datang, aku memutuskan untuk menelponnya, namun dia tak kunjung menjawab
telponku. Hatiku mulai gelisah dan bertanya dalam hati “dimanakah dirimu sayang
kuharap dirimu baik-baik saja”.
Hingga aku, memutuskan untuk bertanya
dengan salah satu tetangga rumahnya. Aku menemui seorang wanita, yang sedang
duduk di halaman rumahnya dan bertanya “excuse me do you know the whereabouts of a men who lives
there” sambil menunjuk kearah apartemen pria yang aku cintai. Wanita itu
terdiam mematung, mendengar pertanyaanku, hingga keluar kalimat, yang sangat
menyedihkan dari mulutnya, dia berkata “the man was in the hospital due to an
accident that happened last night”. Kaki ini gemetar, mendengar kabar yang tak pernah
inginku dengar, butiran air mata membasahi pipiku, dan mulut ini tak bisa
berkata-kata lagi. Hal yang aku harapkan aku akan bertemu dengannya membagi
keluh kesahku selama aku jauh darinya. Hilang lenyap seketika bersama angin
malam yang berhembus. Dengan keadaan yang sangat kacau, aku pergi menemui pria
yang aku cintai di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, aku bertanya dengan
salah satu suster disana dan bertanya “excuse me if there is a patient who had
accident last night” suster berkata “wait a minute, I’il check it out. Please
apologize where the patient comes from”. Saya menjawab “he is from Asia
(Indonesian)”. Setelah beberapa lama
menunggu, akhirnya dia memberitahukan bahwa pria yang aku cintai itu berada
dikamar 324 lantai 3.
Tanpa aku rasa, kaki ini langsung
melangkah bergegas, menuju kamar itu dengan penuh air mata yang membasahi
pipiku. Aku membuka pintu kamar, tempat pria yang aku cintai dirawat. Aku
melihat tubuh seorang pria yang aku cintai terbaring lemah tak berdaya, dengan
penuh luka disekujur tubuhnya, dan begitu banyak kabel yang terpasang
ditubuhnya. Aku menangis histeris, melihat keadaannya seperti itu. Dan aku
bertanya-tanya ”mengapa semua ini terjadi pada dirimu, aku tak sanggup melihat
keadaanmu seperti ini”. Seorang pria datang menepuk pundakku, dan berkata
“tenangkan dirimu semua akan baik-baik saja, sambil menghapus air mataku” dia
Andre, kakak dari pria yang aku cintai. Dia mengajakku untuk duduk, dan dia
bertanya “kapan kamu datang kesini, mengapa kamu tidak memberitahu kakak jika
kamu akan datang kesini”. Aku menjawab “aku datang tadi kak, aku ingin memberikan
kejutan kepada adik kakak”. Dan saya bertanya balik kepada kak Andre “mengapa
kakak tak memberitahuku tentang keadaannya yang seperti ini, apakah kakak tidak
memikirkan perasaan diriku”. Dengan suara yang gemetar. Lalu kak Andre menjawab
“bukannya kakak tidak memikirkan perasaanmu, namun kakak takut jika kamu
mengetahui hal ini, kamu tidak bisa mengontrol dirimu, seperti apa yang kakak
lihat tadi”. Aku kembali menjawab “tapi kak.....” belum selesai aku berbicara
kak Andre memotong pembicaraanku dan berkata “sudahlah lebih baik kamu berdoa
kepada tuhan, agar ia cepat pulih dan tersadar dari komanya”. Aku sontak kaget
mendengar ucapan kak Andre yang mengatakan bahwa pria yang aku cintai sedang koma.
Hari demi hari, terus berlalu aku
menjalani semuanya dengan penuh semangat, dan percaya bahwa pria yang aku
cintai akan baik-baik saja. Setiap hari, aku datang menjenguknya kerumah sakit,
dengan penuh harapan bahwa dia akan membuka matanya. Namun, aku pesimis melihat
keadaannya seperti itu, yang tak menunjukkan tanda-tanda ia akan sadar dari
komanya. Hingga disuatu hari dering telponku berbunyi, kring-kring-kring aku
segera mengambilnya dan mengangkatnya terdengar suara seseorang yang tak asing
ditelingaku, ya mereka adalah orang tuaku, mereka berkata “hallo nak, dimana
kamu sekarang?, apakah kamu baik-baik saja?, mengapa kamu tak memberitahu kita
tentang keberadaanmu?, sebenarnya apa yang terjadi pada mu?” aku diserang
dengan pertanyaan yang begitu banyak dari mereka , ya aku tahu bagaimana kekhawatiran
orang tua terhadap anaknya. Dan aku menjawab “hallo ma, pa, aku sekarang ada di
Amerika, ya aku baik-baik saja, maaf ma, pa, aku tak memberitahukan kalian
tentang keberangkatanku”. Mereka berkata “syukurlah tak terjadi sesuatu buruk
yang terjadi pada dirimu, apakah kamu kesana untuk menemui kekasihmu nak?”
tanya mereka. Aku menjawab “ya aku kesini untuk menemuinya, namun ma, pa
sesuatu buruk terjadi pada dirinya, sekarang dia sedang koma akibat kecelakaan yang ia alami”. Mama
dan papa sontak kaget dengan perkataanku. Dan mereka berkata”semoga saja tidak terjadi suatu hal yang buruk, dan cepat
pulih dari komanya, baiklah mama dan papa akan menutup telponnya dulu,jaga
dirimu baik-baik disana ya nak”. Aku menjawab “baiklah ma,pa terima kasih ya atas
doanya”. Telpon kamipun terputus.
5 tahun kemudian, pria yang aku cintai
terbangun dari komanya, betapa senangnya diriku, melihatnya tersadar dari koma.
Setelah 5 tahun, terbaring di atas kasur rumah sakit, yang sangat tidak nyaman
itu. Aku langsung memeluknya sambil meneteskan air mata. Namun, aku sangat
terkejut, saat ia menyebut nama seorang wanita berulang kali. Namun, nama itu
bukan aku, bukan juga ibunya ataupun kerabatnya yang lain. Pada saat itu aku
langsung memanggil Dokter, untuk memberitahukan bahwa, pria yang aku cintai
telah tersadar dari komanya setelah 5 tahun. Dokter datang dengan beberapa
suster. Merekapun mengecek kondisi, pria yang aku cintai. Dokter berkata “this
is a miracle. From god, after 5 years he finally realized from his coma, now we
just have to wait for his recovery”. Betapa senangnya aku mendengar ucapan dari
dokter, dan aku berkata “thank you so much doctor”. Dokter dan susterpun
meninggalkan ruangan itu. Aku menatap wajah pria yang aku cintai, dan ia
tersenyum menatapku. Kemudian kak Andre datang, dan ia sangat senang melihat
adiknya tersadar dari komanya. Dan ia mulai mengobrol dengan pria yang aku
cintai, kak Andre berkata “bagaimana keadaanmu sekarang”. Pria yang aku cintai
menjawab “ aku sudah agak mendingan kak, namun kepalaku masih sangat sakit”.
Lalu kak andre berkata “baiklah sekarang kamu harus istirahat”. Kemudian pria
yang aku cintai menyapa dan bertanya padaku, dia berkata “hey apa kabar, kapan
kamu datang kesini, aku sangat senang karena kamu ada disini”. Akupun menjawab
dengan perasaan senang “aku baik-baik saja, aku sudah 5 tahun berada disini,
menemanimu pada masa sulitmu”. Namun seketika wajah pria yang aku cintai
berubah menjadi sedih. Aku tak paham, apa yang sebenarnya terjadi, selama aku
tak berada disisinya. Ada begitu banyak pertanyaan dalam hatiku. Lalu setelah
beberapa saat, pria yang aku cintai berkata “terima kasih karena kamu telah
menemani dan merawatku selama 5 tahun terakhir ini”. Akupun menjawab “mengapa
kamu mengucapkan terima kasih ini sudah menjadi tugasku sebagai seorang kekasih”. Namun betapa
hancurnya hatiku saat, pria yang aku cintai berkata “tapi maaf, aku sebenarnya
telah menikah”. Aku langsung menjawab “kamu jangan bercanda dong, kamu mau
ngerjain aku ya”. Tapi dengan wajah yang sangat serius dia berkata “aku serius,
aku tidak sedang bercanda”. Lalu aku menjawab “apa buktinya jika kamu sudah
menikah, lalu mana istrimu”. Setelah mendengar pertanyaanku dia menunjukan
cincin pernikahannya, sebagai tanda bukti. Lalu kak Andrepun menjelaskan
kepadaku tentang keberadaan istri dari pria yang aku cintai dan ia berkata
“sekarang istri dari Arya sedang dirawat karena ia juga sedang koma akibat
kecelakaan yang ia alami bersama Arya, namun ia ditemani dengan orang tuanya,
kakak sengaja tak memberitahumu tentang ini karena kakak ingin Arya yang
menjelaskannya sendiri kepada kamu ”. Betapa hancurnya perasaanku pada saat
itu, aku langsung lari pergi meninggalkan ruangan itu. Aku menuju kesebuah
jembatan sempat terlintas dibenakku untuk melakukan tindakan bunuh diri. Pada
saat aku akan melompat, ada tangan seorang laki-laki yang menarik tanganku dan
laki-laki itu adalah kak Andre. Dia menjelaskan mengapa pria yang aku
cintai sampai menikah dengan wanita
lain. Akupun mencoba memahaminya, dan kembali menemuinya pada saat itu aku
melihat sudah ada seorang wanita ada disana dan wanita itu adalah istri dari
pria yang aku cintai ternyata ia sudah tersadar juga dari komanya. Akupun
mencoba terlihat tegar dihadapan mereka dan aku menyatukan kedua tangan mereka.
Lalu aku berkata kepada pria yang aku cintai “ Aku ikhlas mencintai mu selama
ini semoga kamu bahagia bersama istrimu”. Walau sulit kuterima kepahitan ini
menunggu tapi tak ditunggu, menyayangi tapi tak disayangi, mencintai namun tak
dicintai.
“KISAH KASIH TERLARANG”
By Ketut Ayu Listiawati
Indah dan bunga adalah sepasang pemudi
yang bersahabat sejak balia,mereka bersahabat sejak mereka satu SMA,setelah
lamanya tak bertemu akhirnya mereka jumpa kembali di sekolah yang sama.indah
merupakan anak dari petugas kebersihan di SMA tempat ia bekerja,sementara itu
bunga adalah anak dari kepala sekolah di
SMA tempat dia idras sekolah.
Mereka bersahabat dengan begitu akrab,tak
peduli akan perbedaan status sosial di antara mereka. Mereka memang tidak memandang
atau tidak peduli dengan status sosial yang mereka sandang. Namun orang-orang di
sekitar mereka sangat menyayangi dan
memperdulikan mereka, terutama pada orang tua mereka dan kakaknya
Salah satu orang tua indah yaitu ayahnya
selalu memberikan nasehat kepada indah agar tahu dan selalu sadar diri jika
bergaul dengan orang lain terutama kepada bunga. begitu pula dengan ayah bunga
kepada anaknya, ayah bunga sangat tidak setuju jika bunga berteman dekat dengan
indah, sosok ayah bunga orang yang pemateri
dan memandang status sosial dan ekonomi, kedua orang tua mereka tak ada henti untuk
memberi nasehat kepada anaknya masing-masing ibarat bagaikan air sungai yang
terus mengalir. tetapi itu semua hanya sia-sia mereka pura-pura tuli dan bebal
masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan tak ambil pusing tentang apa yg di
katai orang tua mereka. Namun di balik semua itu siapa sangka mereka menjalin
persahabatan yang begitu akrab sering bercanda bagaikan saudara dalam satu rahim,
namun meraka memiliki sifat yang agak
berbeda tapi itu bisa saling mendukung. indah adalah orang yang sangat pemalu
jika sama orang yang baru dia kenal namum berbeda dengan yang sudah dia akrab
dia biasa gila dan ketawa lepas kepada temannya, sandang bunga adalah orang
yang selalu tegar,sabar dan menasehati sahabatnya. Indah,indah tidak mengerti
tentang cinta atau bahkan dia tidak tahu apa itu cinta, kemudian ia bertanya
kepada bunga terlantar kebawa penasaran ia tentang cinta tanya indah kepada bunga”apa
itu cinta,apakah sejenis embun di pagi hari yang paginya ada dan siangnya
hilang entah kemana pergi”? Kemudian jawab bunga kepada indah”apa kamu sama
sekali belum pernah pacaran indah”jawab bunga sambil tertawa pelan dan senyum
tipis.
Indah anak yang pendiam dan polos, ia
tidak banyak bicara jika ada masalah dan cepat tersinggung jika ia dalam
perasaan yang tidak baik. Ia polos belum bisa berpakaian dengan baik layaknya
anak remaja masa kini dan yang lucu ia tidak tahu apa itu cinta namun di hari-hari berikutnya, belakangan ini
ia seakan mempunyai perasaan terhadap seseorang...waktu berjalan dengan
sendirinya tanpa henti bunga melihat indah sedang melihat dan memandangi sosok
seorang peria, sebut indah pria misterius di hari yang berbeda dan waktu yang
berbeda pula indah bertemu dengan seorang misterius, hingga ia penasaran dari
mana ia berasal desa apa,hingga ia tidak pernah melihatnya sebelumnya..tak tahu
kenapa aku terus saja bertemu dengan pria ini tanya batin indah.dan tidak di
sengaja salah satu keluarga indah memiliki acara pernikahan disana ia bertemu
dengan pria yang di sebut indah pria misterius,indah berkata”entah kenapa
perasaan ini tiba-tiba deg-degan”indah terus memandang pria itu dengan sambil
tersenyum-senyum dan perasaan yang deg-degan. Pria itu pula memandang indah dengan di sertai senyuman
manisnya.dari kejadian tersebut ia mulai mencari tahu tentang pria itu,begitu
juga dengan sang lelaki.
Beberapa
hari terlewati dan indah mengetahui bahwa pria yang dia sukai ternyata tetangganya,indah
dengan perasaan yang malu tapi ada rasa bahagia di balik rasa malunya dan ia
sambil senyum-senyum sendiri saat mengetahuinya...
Tidak lama dan tidak jauh dari
perkiraan si pria mulai mendekati indah secara perlahan dengan rayuan dan kata-kata
manisnya,si pria mulai mengirim pesan kepada indah seperti halnya anak jaman
sekarang lewAt whatsapp,chat atau instagram istilah anak jaman sekarang.tak
lama kemudia beberapa hari berlalu mereka sudah begitu dekat,awalnya indah membalas
pesan dari pria itu begitu cuek namun si pria tak menyerah dan putus asa begitu
saja.sehingga sekarang ia pun sangat perhatian kepada pria itu indah memang
menyukai pria itu namun entah dengan perasaannya tidak jauh dari selesainya
acara omnya indah,si pria mengutarakan perasaanya kepada indah dia mempunyai
sifat yang baik,ramah kepada semua orang dari apa telah indah ketahui
tentangnya indah menerimanya sebagai
kekasihnya.
Ia menjalin hubungan dengan kedua hati
yang saling mencintai dan tanpa paksaan.si pria sangat humoris dan romantis
begitu juga dengan respon indah yg selalu di sukai dengan kekasihnya,mereka
pasangan yang sangat di harapkan oleh
setiap pasangan lainya,meski mereka belum pernah bertemu sejak pacarn namun
mereka saling percaya satu dengn yang lain.namun indah memiliki rasa keinginan
untuk bertemu si pria,tapi bagaiman keadaan yang tidak memungkinkan mereka
bertemu dan belum ada niat si pria untuk bertemu dengan kekasihnya,dan si pria
mempunyai banyak alasan untuk itu.di kemudian hari si pria meminta ketemu namun
keinginan indah tidak ada niat untuk bertemu denganya,indah merupakan orang
yang sangat pemalu ia sama sekali belum pernah pacaran oleh karena itu indah
sangat takut jika bertemu dengan kekasihnya di karenakan ia bingung untuk mau
bilang apa nantinya ia begitu sangat ketakutan saat si pria ingin bertemu di
samping ketakutan indah ia juga mempunyai perasaan untuk bertemu.di kemudia
malam si pria bilang kepada indah bolehkah saya untuk bertamu kerumah mu tanya
si pria kepada indah dengan sangat sopan,kemudia indah mengiyakan dan
membolehkannya datang kerumahnya..sesampainya kekasihnya di rumahnya indah ia
sangat deg-degan,kemudian indah keluar dan menyapanya menyuruhnya duduk.
Tak di rasa sudah begitu malam si
pria pun langsung izin pulang,beberapa hari kemudia kekasih si indah bilang
kepada indah bahwa “dia pergi ke suatu tempat di mana di sana dia mempunyai
keluarga”dia berpesan kepada indah”indah aku menyayangi mu dan sangat mencintai
mu jaga diri baik-baik jangan biarkan pria lain mendekati mi dan tunggu sampai
aku pulang nanti”..indah dengan tanggapan yang biasa dia terus mengiyakan kata
si pria, lalu indah juga berkata Apakah kamu juga bisa jaga perasaan ku tanya
indah.mereka sama-sama mempercayai satu sama lain,tak lama kemudian entah apa
yang terjadi pada mereka,si pria marah kepada indah tanpa alasan yang jelas
namun indah tetap sabar dan tegar,tapi tak sangka si pria terus menerus menuduh
indah selingkung,pada awalnya indah mempunyai keluarga jauh atau sepupu laki-laki
dia sangat akrab sehingga keakraban itu membuatnya marah dan cemburu
terhadapnya...setelah perdebatan itu selesai akhirnya indah mengambil keputusan
agar ia menjalin hubunganya dengan kekasihnya itu sudah selesai atau tidak ada
hubungan lagi namun pria tidak terima sehingga dai berkata kasar kepada indah.
Sebab dia baru saja ada masalah dengan kekasihnya
yang lain, indah sudah mengetahui masalah tersebut pada awalnya namun indah
tetap diam dan pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi agar mereka bisa
tetap bersama namun sikap si pria yang terus menuduh indah selingkuh tetus menerus itu membuat indah sangat kecewa
dan menyesali apa yang dia lakukan selama ia berpacaran,perasaan indah saat itu
ibarat sinar senja yang perlahan akan hilang dan mendengar kata orangnya yang
juga tidak menyetujui hubungan mereka perasaan indah hambur adur entah kemana.
Sehingga dia mengurung diri di kamar seorang diri sambil ia meneteskan air
matanya yang selama ini ia tidak pernah menangis karena cinta, namun pikir
indah kembali tidak ada guna untuk menyesalinya masih banyak pria yang
menantikan ku.
Kemudian Di balik keputusan indah itu dia
tidak hanya mengambil keputusan sendiri namun ia juga mengikuti kata orang tuanya
sebab orang tua indah tidak menyetujui indah menjalin kasih dengan pria
tersebut, tapi siapa yang tahu bahwa mereka masih saling mempunyai rasa sayang.tapi
keputusan ada di tangan indah ia juga tidak beranai melawAn kata orang tuanya.
***
Langganan:
Komentar (Atom)
Mengelola Informasi dalam Ceramah
BAB III 1. Mengelola Informasi dalam Ceramah Pernahkan kamu mendengar ceramah? Apakah kamu suka ketika mendengar ceramah?...
-
DON'T SKIP ANY STEP by Anggun Afril Q. Sambil menatap langit langit bertabur awan, ia berbaring bera...
-
“HUJAN BULAN JUNI” ( karya:Gusti Komang Arini ) Tak ada yang lebi...
-
CINTA TAK SELAMA NYA INDAH by Edi Susanto Mentari mulai muncul, hari ku segera di mulai aku menyusuri koridor sekolah untuk meli...
